Viral Video Pos Penyekatan `Dijebol` Pemudik, Pemotor Lolos Melenggang

News | Sabtu, 8 Mei 2021 12:24
Viral Video Pos Penyekatan `Dijebol` Pemudik, Pemotor Lolos Melenggang

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Larangan petugas untuk tak mudik di pos penyekatan tak diindahkan. Ribuan motor yang mengantre membuat petugas tak bisa lagi menahan arus pemudik.

Dream – Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah terbukti tak menyurutkan langkah masyarakat yang memutuskan pulang kampung. Meski harus bertaruh diputar balik petugas di lokasi penyekatan, tak membuat pemudik mengendurkan semangat berlebaran bersama keluarga di tanah kelahirannya. 

Tindakan nekat juga dilakukan sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halaman. Dengan jumlah pemudik yang besar, aparat petugas terlihat kewalahan untuk menahan arus mudik para pemotor ini. 

Kejadian ini berlangsung diduga di kawasan Karawang, Jawa Barat. Ratusan motor pemudik terlihat tertahan di titik penyekatan yang dibuat polisi dan satuan tugas lainnya. Titik ini menjadi cobaan pertama bagi pemudik dari Bekasi yang hendak ke kota-kota di timur Jawa.  

Namun jumlah pemotor yang banyak membuat petugas tak mampu membendung beberapa pengendara yang mencoba mengakali larangan tersebut. Dalam video yang diunggah akun Facebook Refly Yanuar, terlihat beberapa pemudik lolos dari cegatan polisi yang terpaksa memundurkan batas penyekatan karena volume kendaraan yang cukup besar.

Hingga akhirnya penyekatan mudik tersebut bisa dibobol oleh para pemudik. Video tersebut kembali diunggah oleh akun @ndorobeii, seperti dikutip Dream pada Sabtu, 8 Mei 2021.

 Polisi kewalahan atasi pemudik.
© Akun Instagram @ndorobeii

2 dari 3 halaman

Warganet Sayngkan Pemudik yang Tetap Nekat

Warganet pun menyayangkan para pemudik yang nekat untuk bermudik. Ada juga warganet yang menyebut pemudik ini belum pernah merasakan atau menghadapi COVID-19. Mereka hanya bisa mendoakan agar pemudik untuk diberikan kesehatan.

Gue juga rindu keluarga dan kampung, tapi gue memilih nggak mudik. Karena gue mikir, kalau gue yang bawa tuh virus dari tempat gue ke keluarga gue gimana. Jangan menghujat. Setiap orang punya pilihan. ‘Lo sih nggak sayang dan rindu keluarga’. Pasti ada yang bilang gitu. ‘Lo sih maunya dibodohin sama hoax terus’. Ada juga yang bilang gitu. Bebas, pilihan masing-masing. Saya beserta suami dan anak lebih memilih Lebaran di perantauan lagi. Siapa yang nggak rindu orang tua. Semua pasti rindu,” tulis @dhinie_irawan.

Mereka yang ngeyel akan larangan mudik belum pernah merasakan gimana menghadapi COVID-19 pada dirinya, belum pernah merasa bertarung dengan penyakit ini, belum pernah tidak berhenti ketakutan akan kemungkinan kehilangan anggota keluarga atau orang tercinta karena penyakit ini. Berharap tidak ada kenaikan kasus COVID di Indonesia selama tiga minggu ke depan dan berharap sodara-sodara kita yang ngeyel dan tetap nekat mudik selalu diberikan kesehatan, terutama dihindari dari penyakit COVID-19 ini,” tulis @de_ha_es.

3 dari 3 halaman

Tapi, Ada Juga yang Kesal

Tak sedikit pula yang kesal dengan pilihan pemudik.

“ Ya ampun, ngeyel banget, ya. Nggak mikir anak-anaknya, ya. Kalau nambah COVID-nya, malah nggak sekolah-sekolah nanti,” tulis @violinovia.

“ Semoga abis Lebaran, tenaga medis nggak kualahan,” tulis @elvisprissley.

“ Ngeyel banget ntar kayak India nyalahin pemerintah,” tulis @frsadtya.

Join Dream.co.id