Viral Anak 4 Tahun Pakai Hazmat Tiba di RS Sendiri, Karantina Tanpa Ortu

News | Selasa, 21 September 2021 16:00

Reporter : Sugiono

Memakai baju hazmat kebesaran, para bocah balita itu berjalan sendirian sambil mendorong koper atau membawa tas ransel. ke pusat karantina.

Dream - Sebuah video memperlihatkan seorang bocah lelaki berusia 4 tahun berjalan sendirian, memakai baju hazmat kebesaran sambil mendorong koper, viral di media sosial.

Video bocah yang berjalan ke pusat karantina tanpa pendamping, dan hanya ditemani petugas yang menunjukkan tempat dia harus menjalani isolasi dan pemeriksaan, menuai keprihatinan netizen.

Pada hari Selasa, 14 September, seorang perawat bernama Zhu Xiaqing memposting video seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang diduga telah terinfeksi virus corona varian Delta.

Viral Anak 4 Tahun Pakai Hazmat Tiba di RS Sendiri, Karantina Tanpa Ortu
Banyak Balita Berjalan Sendirian Ke Pusat Karantiina Setelah Dinyatakan Positif Covid Di China. (Foto: Weibo)
2 dari 5 halaman

Video yang direkam di Rumah Sakit Afiliasi Universitas Putian itu memperlihatkan bocah laki-laki itu memakai hazmat kebesaran sambil mendorong koper setinggi tubuhnya sendiri di kegelapan malam.

 Anak-anak pakai hazmat di RS sendirian tanpa ortu.© Twitter Byron Wan

Xiaqing mengaku sangat sedih melihat pemandangan bocah laki-laki itu memasuki pusat karantina sendirian tanpa didampingi orang tuanya

Namun Xiaqing buru-buru memuji anak tersebut sebagai bocah yang pemberani. Dia juga mendoakan anak itu supaya lekas pulih.

3 dari 5 halaman

Xiaqing kemudian memposting video kedua yang menunjukkan seorang anak kecil dengan APD yang tampak kebesaran berjalan sendirian dengan ransel dan tas kresek menuju ruang pemeriksaan.

 Anak-anak pakai hazmat di RS sendirian tanpa ortu.© Weibo

Keterangan pada video tersebut menyebutkan bahwa banyak anak yang telah positif tertular virus corona dan harus menjalani pemeriksaan sendirian.

Ditambahkan dalam keterangan tersebut, anak-anak terlihat sangat patuh dan sabar menjaga jarak saat menjalani pemeriksaan di ruang isolasi.

" Meskipun kamu takut, kami akan selalu menunggumu, menemanimu," bunyi tulisan di postingan Xiaqing.

4 dari 5 halaman

Sebelumnya diberitakan, klaster baru virus corona varian Delta di Kota Putian, Provinsi Fujian, telah mencapai 186 kasus dalam seminggu, dengan 85 dilaporkan pada hari Rabu, 15 September pekan lalu.

Media pemerintah China Shanghai Daily melaporkan kasus paling serius yang dilaporkan hari itu dialami 36 anak di bawah usia 10 tahun, dengan yang termuda baru berusia empat tahun.

Anak-anak ini terpaksa dipisahkan dari orangtua mereka dan ditempatkan di bangsal isolasi rumah sakit sendirian. Mereka juga menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan tanpa didampingi orangtua.

Sumber: Taiwan News

5 dari 5 halaman

 

Join Dream.co.id