Video Penampakan 'Jalan Kota Atlantis' yang Ditemukan Ilmuwan di Bawah Laut

News | Selasa, 17 Mei 2022 11:00

Reporter : Nabila Hanum

Beberapa dari bebatuan itu punya sudut 90 derajat yang rapi dan seperti diukir dan ditata oleh tangan manusia.

Dream - Sebuah tim ahli biologi kelautan mendapat temuan mengejutkan dalam eksplorasi di atas gunung bawah laut di Hawaii. Mereka menemukan 'jalan' yang seolah terbuat dari batu bata kuning.

" Jalan bata kuning?" kata seorang ilmuwan mengomentari penemuan tersebut.

Penemuan itu benar-benar membuat para ilmuwan itu kagum. Mereka bahkan seolah benar-benar yakin bahwa jalan itu merupakan bagian dari kota dalam kiosah-kisah yang disebut telah lenyap: Atlantis.

" Ini adalah jalan menuju Atlantis," kata seorang peneliti.

Video Penampakan Jalan Kota Atlantis yang Ditemukan Ilmuwan di Bawah Laut
Temuan Tim Peneliti Di Atas Gunung Bawah Laut (YouTube EVNautilus)
2 dari 5 halaman

Dalam video yang diunggah kanal YouTube EVNautilus pada 30 April 2022 itu terlihat batuan kuning itu tersusun membentuk jalan lurus. Beberapa dari bebatuan itu punya sudut 90 derajat yang rapi dan seperti diukir dan ditata oleh tangan manusia.

Namun, para peneliti menyebut bahwa jalan yang seolah seperti dipaving itu bukan hasil kerja manusia, melainkan hasil alami dari aktivitas vulkanik purba ribuan kaki di bawah permukaan air.

" Di puncak Gunung Laut Nootka, tim melihat formasi 'dasar danau kering', yang sekarang diidentifikasi sebagai aliran retakan batuan hyaloclastite (batuan vulkanik yang terbentuk pada letusan berenergi tinggi di mana banyak fragmen batuan mengendap di dasar laut)," tulis para peneliti.

3 dari 5 halaman

Menurut dugaan para peneliti, bebatuan itu tampak terpotong seperti bikinan manusia kemungkinan karena hasil tekanan pemanasan dan pendinginan dari beberapa letusan gunung berapi selama jutaan tahun.

 Temuan peneliti di atas gunung berapi bawah laut© YouTube EVNautilus

Para peneliti melakukan eksplorasi dengan menggunakan drone bawah laut. Mereka menjelajah di sekitar Monumen Nasional Laut Papahānaumokuakea, kawasan konservasi yang dilindungi. Wilayah itu mencakup sekitar 582.578 mil persegi (1.508.870 kilometer persegi) dari Samudra Pasifik di barat laut Hawaii.

4 dari 5 halaman

Ekplorasi ini merupakan bagian dari Program Eksplorasi Nautilus dari Ocean Exploration Trust untuk menyelidiki gunung bawah laut kuno di dekat Punggungan Liliʻuokalani, di tepi barat monumen tersebut.

Para ilmuwan juga mengumpulkan sampel geologis dari gunung bawah laut di daerah itu untuk lebih memahami usia dan asal-usulnya. Para peneliti juga mengumpulkan sampel mikroba untuk mempelajari jenis organisme eksentrik yang berkembang di dekat gunung berapi bawah laut Pasifik yang dalam.

" Eksplorasi kami di area yang belum pernah disurvei ini membantu para peneliti melihat lebih dalam kehidupan di dan di dalam lereng berbatu dari gunung bawah laut kuno yang dalam ini," tambah para peneliti. (Sumber: livescience.com)

5 dari 5 halaman

Join Dream.co.id