Video Detik-Detik Ledakan Lebanon Seperti Bom Hiroshima, 78 Tewas 4.000 Luka

News | Rabu, 5 Agustus 2020 07:48
Video Detik-Detik Ledakan Lebanon Seperti Bom Hiroshima, 78 Tewas 4.000 Luka

Reporter : Sugiono

"Ledakan itu menyerupai apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki," kata Gubernur Beirut, Marwan Abboud.

Dream - Sebuah ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Hingga saat ini, sebanyak 78 orang dilaporkan tewas, sekitar 4.000 lainnya terluka.

" Masih banyak orang hilang hingga saat ini," kata Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, dikutip dari CNN.com, Rabu 5 Agustus 2020.

Rekaman video menunjukkan ledakan itu menciptakan awan berwarna oranye. Gedung-gedung di sekitar terguncang karena ledakan dan gelombang kejut yang menyusul kemudian.

Jendela dan pecahan kaca berterbangan karena ledakan dan gelombang kejut tersebut.

2 dari 5 halaman

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan ledakan itu sebaagai bencana nasional. Sementara. Lebanon menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.

" Ledakan itu menyerupai apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki. Ledakan itu mengingatkan saya pada hal itu. Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran pada skala ini, " kata Abboud, menjelaskan awan jamur akibat ledakan tersebut, dikutip USA Today.

3 dari 5 halaman

Menurut laporan CNN, data Survei Geologi Amerika Serikat menunjukkan bahwa ledakan di Beirut menciptakan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3.

Meski setara dengan gempa bermagnitudo 3,3, kekuatannya " tak langsung sebanding dengan gempa dengan ukuran yang sama."

Menurut Don Blakeman, ahli geofisika, ledakan termasuk guncangan jenis permukaan, sehingga kekuatannya tidak sebanding dengan gempa bumi.

Sebagian besar energinya, kata Blakeman, masuk ke udara dan bangunan. " Tidak cukup energi untuk ditransmisikan ke dalam batuan di tanah," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Menurut laman Aljazeera, Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim, mengatakan bahwa ledakan dahsyat itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia itu disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika).

Ibrahim sudah melaporkan temuan itu kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang terdiri dari presiden dan semua lembaga keamanan utama negara. Otoritas Lebanon berjanji memberi hukuman paling berat kepada pihak yang bertanggung jawab.

5 dari 5 halaman

Join Dream.co.id