Varian Omicron Disebut Cukup Berbahaya, Ini Gejalanya

News | Rabu, 8 Desember 2021 07:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Rajin prokes dan vaksinasi bisa jadi pencegah.

Dream - Varian Omicron menimbulkan kekhawatiran baru di banyak negara di tengah pandemi yang belum berakhir ini. Sebab, varian ini diklaim memiliki tingkat penularan lebih cepat daripada Delta.

Epidemiolog Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo, mengatakan, sebenarnya tingkat keparahan Omicron sendiri belum diketahui secara pasti. Seluruh ahli masih meneliti karakter dari varian baru tersebut.

" Sampai hari ini, WHO sendiri, virolog sendiri, belum tahu persis karakter dari Omicron itu seperti apa," ujar Windhu dalam Webinar disiarkan FMB9ID.

Tetapi, kasus infeksi Omicron kini sedang terjadi di beberapa negara. Menurut Windhu, ada gejala tertentu untuk mengenali infeksi akibat Omicron, yang secara umum mirip Influenza.

" Pada dasarnya mirip gejala Influenza pada umumnya," kata dia.

 

Varian Omicron Disebut Cukup Berbahaya, Ini Gejalanya
Ilustrasi (Merdeka.com)
2 dari 7 halaman

Gejala Relatif Sama dengan Varian Sebelumnya

Gejala tersebut seperti demam dan batuk. Sehingga, hampir tidak ada perbedaan signifikan.

Untuk pencegahan, kata Windhu, juga tidak berbeda dari varian sebelumnya yaitu melalui protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu, juga dengan vaksinasi untuk mencegah potensi sakit berat.

" Jadi pencegahannya sama, prokes 3M 100 persen dan vaksinasi," ucap dia.

3 dari 7 halaman

Sederet Fakta di Indonesia Soal Omicron, Varian Baru Virus Corona Lebih Parah dari Delta

Dream - Dunia kini tengah dibuat khawatir dengan kemunculan virus corona varian Omicron. Varian baru yang pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan pada 25 November 2021.

Omicron diklaim mengandung 50 mutasi yang dapat mempengaruhi tingkat kecepatan penularan virus. Ditambah, Omicron diklaim mampu menghindari antibodi yang terbentuk baik karena vaksin maupun natural akibat infeksi varian sebelumnya.

Hanya dalam waktu singkat, kasus Omicron sudah dilaporkan dari sejumlah negara. Tidak hanya di Afrika namun juga Eropa dan Asia.

Pemerintah Indonesia langsung bereaksi dengan menerapkan sejumlah kebijakan baru. Salah satunya, dengan menutup jalur masuk kedatangan dari sejumlah negara.

 

4 dari 7 halaman

Warga Asing dari 11 Negara Dilarang Masuk

Untuk mencegah masuknya kasus Omicron, Pemerintah memutuskan untuk memperketat aturan perjalanan luar negeri. Warga negara asing dari 11 negara dilarang masuk, sementara WNI diharuskan menjalani karantina.

" Pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara-negara berikut, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Larangan ini resmi berlaku pada 29 November 2021. Sementara warga asing maupun WNI dari negara selain 11 negara tersebut tetap diizinkan masuk Indonesia dengan mentaati aturan yang berlaku,

 

5 dari 7 halaman

Masa Karantina Diperpanjang Jadi 7 Hari

Masa karantina menjadi salah satu aturan yang mengalami perubahan. Dengan adanya varian Omicron, Pemerintah memperpanjang masa karantina dari sebelumnya selama 3 hari menjadi 7 hari.

Aturan ini berlaku untuk warga asing dan WNI dari negara-negara selain 11 negara yang sudah ditetapkan Pemerintah.

Sementara jika WNI datang dari 11 negara tersebut, maka diharuskan menjalani karantina selama 14 hari.

 

6 dari 7 halaman

Omicron Sudah Menyebar ke 13 Negara

Varian Omicron ternyata sudah menyebar ke sejumlah negara. Dari laporan yang ada, 13 negara sudah menkonfirmasi kemunculan varian tersebut.

Selain di Afrika, ada beberapa negara Eropa yang melaporkan kemunculan Omicron. Beberapa negara tersebut seperti Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia.

" Melihat distribusi negara-negara tersebut kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa varian Omicron ini sudah menyebar ke lebih banyak negara lain," kata Luhut.

 

7 dari 7 halaman

Potensi Besar Omicron Masuk Indonesia dari Hong Kong

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan Hong Kong menjadi risiko terbesar yang dihadapi Indonesia terkait Omicron. Ini mengingat intensitas penerbangan dari Hong Kong ke Indonesia tergolong paling banyak.

" Risiko terbesar ada di Hong Kong," kata Budi.

Selain Hong Kong, potensi Omicron bisa masuk Indonesia dari Italia dan Inggris. Sementara Afrika Selatan sendiri relatif lebih kecil.

" Italia, Inggris, baru Afrika Selatan karena penerbangannya sering ke kita," kata Budi, dikutip dari Liputan6.com.

Join Dream.co.id