Ustaz Ihsan Tanjung Sebut Masker Hanya Rekayasa Yahudi

News | Senin, 3 Mei 2021 15:00
Ustaz Ihsan Tanjung Sebut Masker Hanya Rekayasa Yahudi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ustaz Ihsan Tanjung memberikan pernyataan yang menuai kontroversi.

Dream - Masker menjadi perlengkapan penting selama pandemi Covid-19. Masker dinilai mampu mencegah penularan virus corona, terutama melalui droplet.

Meski demikian, masih ada saja orang yang tidak percaya masker bisa mencegah penularan Covid-19. Misalnya saja Ustaz Ihsan Tanjungyang membuat pernyataan kontroversial.

Dia mengaitkan penggunaan masker dengan kaum Yahudi. Pernyataan itu diunggah melalui video YouTube berjudul “ Ustadz Kembali Bahas Sholat Dist4ncing - Ustadz Ihsan Tanjung” yang diunggah kanal Berislam Channel.

“ Ini merupakan ambisi kaum Yahudi untuk melihat umat Muslim untuk tidak berukhuwah Islamiyah,” katanya.

“ Sesungguhnya kaum Yahudi sudah bosan dengan agama mereka, dan sesungguhnya mereka adalah kaum yang penuh hasad,” tmbah Ustaz Ihsan Tanjung.

2 dari 8 halaman

Ustaz Ihsan Tanjung menilai, kebijakan menggunakan masker dibuat agar umat Muslim tidak bisa tersenyum dikarenakan dalam ajaran Islam senyum merupakan sedekah yang akan mendapatkan pahala jika dilakukan.

“ Mereka tidak senang jika Muslim ketemu Muslim mengucapkan saling mengucapkan salam dan saling tersenyum yang berarti membagi sedekah bagi satu sama lain," tutur dia.

" Makanya mereka buat aturan memakai masker,” katanya melanjutkan.

 

 

 

3 dari 8 halaman

Selain soal masker, Ustaz Ihsan Tanjung juga menyinggung soal larangan untuk berjabat tangan selama masa pandemi ini.

“ Dan hadis yang lain lagi, Nabi bersabdah, jika dua muslim saling berjumpa mereka berjabat tangan, selama tangannya masih bersentuhab satu sama lain, gugurlah dosa-dosa mereka,” kata Ustaz hsan Tanjung.

“ Tapi sekarang kita tidak dibenarkan untuk jabat tangan sebagaimana yang mengikut sunnah,” tambahnya.

Sumber: YouTube dan World of Buzz

4 dari 8 halaman

Media Asing Ramai Ustaz Yahya Waloni Sebut 'Murtad karena Mi Instan'

Dream - Salah seorang pendakwah Islam Indonesia melontarkan klaim kontroversial pada Kamis, 22 April 2021 kemarin. Pasalnya, ia membahas mengenai perbedaan orang yang masuk Islam dan orang yang keluar dari Islam.

Dalam kanal YouTube Termometer Islam berjudul " Saifudin Ibrahim vs Ust Yahya Waloni | Muhtadin vs Murtadin" , Yahya mengatakan banyak orang murtad (keluar Islam) biasanya terkena pengaruh sebungkus mi instan.

Tak hanya mengklaim soal mi instan, Yahya Waloni juga mengatakan orang yang keluar dari islam bisa juga disebabkan tergoda seliter beras.

Ceramah Yahya Maloni pun menjadi perbincangan. Bahkan diberitakan beberapa media di luar negeri.  

5 dari 8 halaman

Perbedaan

World of Buzz menyebut, Waloni menilai orang biasanya berasal dari kaum intelektual. Sementara orang-orang yang keluar Islam atau murtad justru sebaliknya. 

" Orang yang murtad dari Islam itu biasanya cuma karena pengaruh mi instan satu bungkus dan beras satu liter," ujar Yahya Waloni, dikutip dari World of Buzz, Senin 26 April 2021.

" Tapi orang yang dari kafir yang masuk Islam, kebanyakan mereka adalah kaum intelektual, kaum jenius, pemikir-pemikir ulung," lanjutnya.

6 dari 8 halaman

Pernyataan ini Yahya Waloni ungkapkan saat menceritakan awal mula ia memeluk agama Islam. Ia mengaku mendapat hidayah dari seorang muslim tanpa diberi petunjung oleh orang Islam.

Setelah mengatakan itu, Yahya Waloni tiba-tiba membandingkan orang yang masuk dan keluar dari Islam. Ia bahkan memuji orang-orang yang masuk Islam mampu menerjemahkan ilmu dan kompetensi ke dalam teks Alquran.



7 dari 8 halaman

Dalam kesempatan tersebut, Yahya Waloni juga buka-bukaan mengaku tidak suka dipanggil seorang mualaf. Apalagi, ia merasa panggilannya masuk ke Islam bukan karena bujukan dari orang-orang muslim.

" Di masjid-masjid, saya nggak suka dipanggil Mualaf karena mualaf di Indonesia ini kebanyakan bukan mualaf (tapi) kualat," tegas Yahya Waloni. " Biasanya orang masuk Islam karena mau nikah, masuk Islam karena ikut-ikutan."

" Tetangganya Islam, dia ikut jadi Islam. Tetangganya Kristen, dia masuk Kristen. Tetangganya Buddha, dia ikut Buddha. Tetangganya Hindu, ikut Hindu. Itu namanya Bunglon," tandasnya.

Sumber: World of Buzz

8 dari 8 halaman

Videonya

Terkait
Join Dream.co.id