Update Corona 3 April 2020: Kasus Baru Positif Corona Melonjak 196 Orang

News | Jumat, 3 April 2020 16:20
Update Corona 3 April 2020: Kasus Baru Positif Corona Melonjak 196 Orang

Reporter : Maulana Kautsar

Membuktikan penyebaran masih terus terjadi.

Dream - Data laporan terbaru pasien terkonfirmasi positif vitus corona Covid-19 mengalami peningkatan cukup tajam dalam 24 jam terakhir. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto melaporkan kasus baru pasien positif Covid-19 bertambah 196 orang dalam 24 jam terakhir.

Laporan tersebut diperoleh dari data penelusuran sejak Kamis, 2 April pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 3 April 2020 di jam yang sama. 

" Sehingga jumlah (pasien) positif menjadi 1.986," ucap Yuri.

Yuri juga melaporkan pasien yang telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang bertambah 22 orang. Dengan penambahan ini kini pasien yang dinyatakan pulih dari Covid-19 di Indonesia berjumlah 134 orang.

Sementara itu, angka kematian pasien positif Covid-19 juga meningkat 22 orang. Sehingga total pasien yang meninggal berjumlah 134 orang.

2 dari 8 halaman

Tetap di Rumah

Dengan data ini, kata Yuri, dapat terlihat bahwa proses penularan masih berlangsung di luar. Kondisi ini menjadi pertimbangan kembali masyarakat untuk tidak keluar rumah.

" Tempat paling aman saat ini adalah di rumah bersama keluarga," kata dia.

Yuri mengajak masyarakat untuk menahan diri tidak keluar rumah dan bepergian. Sebab, semakin bertambah banyaknya kasus positif.

Dia berharap, masyarakat bisa saling menjaga. Terutama, orang tua dan orang sakit bawaan, anak-anak, dan anggota keluarga yang sedang sakit.

" Yakinlah lebih aman berada di rumah. jangan bepergian karena kemungkinan terpapar penyakit lebih besar," ujar dia.

3 dari 8 halaman

Update Corona Indonesia: 1.790 Kasus Positif, Meninggal 170 Orang, 112 Sembuh

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan pasien positif Covid-19. Data itu diambil pada 1 April 2020 pukul 12.00 WIB hingga 2 April 2020 pukul 12.00 WIB.

" Penambahan kasus konfirmasi positif yang baru berjumlah 113. Sehingga total 1.790 kasus positif akumulatif," kata Yuri, Kamis, 2 April 2020.

Yuri mengatakan, dari data terbaru ini ada sembilan pasien yang dinyatakan sembuh. Sehingga, secara akumulatif pasien sembuh berjumlah 112 pasien.

Yuri mengatakan, ada laporan kematian pasien Covid-19 yang berjumlah 13 orang. Dengan penambahan itu, total kematian pasien positif berjumlah 170 orang.

Yuri mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan menjaga jarak saat berkomunikasi sosial. Selain itu, dia meminta masyarakat menjaga orang tua, lansia, dan para penderita penyakit bawaan.

" Mari kita lindungi mereka, jangan sampai mereka tertular. Dampaknya lebih berat ketimbang yang muda, yang status imunitasnya lebih baik," ucap dia.

4 dari 8 halaman

Provinsi Pasien Covid-19 Terbesar

Adapun rincian data positif Covid-19 di Indonesia yaitu DKI Jakarta (897 kasus), Banten (164 kasus), Jawa Barat (223 kasus), Jawa tengah (104 kasus), DI Yogyakarta (27 Kasus), Jawa Timur (104 kasus), Bali (25 kasus).

Selanjutnya, Aceh (5 kasus), Bangka Belitung (2 kasus), Bengkulu (1 orang), Jambi (2 kasus), Kepulauan Riau (7 kasus), Sumatera Selatan (11 kasus), Sumatera Barat (8 kasus), Lampung (8 kasus), Sumatera Utara (22 kasus), Riau (7 kasus).

Kemudian di Kalimantan Barat (10 kasus) Kalimantan Timur (21 kasus), Kalimatan tengah (9 kasus), Kalimatan Selatan (8 kasus), Kalimantan Utara (2 kasus).

Adapun di Sulawesi Selatan (66 kasus), Sulawesi Tengah (2 kasus), Sulawesi Tenggara (3 kasus), Sulawesi Barat (1kasus), NTB (6 kasus), Maluku Utara (1 kasus), Maluku (1 kasus), Papua Barat (2 kasus), Papua (10 kasus).

5 dari 8 halaman

Prediksi Penyebaran Corona Berakhir di Indonesia

ream – Guru Besar statistika dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memprediksi jangka waktu penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. Dengan memperhitungkan intervensi yang dilakukan pemerintah wabah Covid-19 diperkirakan akan berakhir pada Mei 2020.  

Prediksi tersebut disampaikan Guru Besar Statistika UGM, Prof.Dr.rer.nat Dedi Rosadi,S.Si., M.Sc, saat konferensi pers secara daring pada Rabu, 1 April 2020 lalu.  

Dari hasil analisanya, Dedi memperkitakan pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 29 Mei 2020. Total warga yang diperkirakan terpapar positif corona minimal berada di angka 6.174 kasus.

" Dengan intervensi pemerintah, total penderita corona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020," paparnya.  

6 dari 8 halaman

Pasien

 ilustrasi corona© Pexels.com

Dalam memprediksi penyebaran Corona Covid-19 di Indonesia, Prof Dedi selaku penanggung jawab, membuat prediksi pemodelan matematika bersama dengan sejumlah pakar, yaitu Heribertus Joko (alumnus FMIPA UGM) dan Dr. Fidelis I Diponegoro (pengarang Worry Marketing sekaligus alumni PPRA Lemhanas RI).

Model tersebut dinamai model probabilistik, yang berdasar pada data fakta atau probabilistik data-driven model (PPDM). Melalui model tersebut, diperkirakan jumlah maksimal penderita Corona Covid-19 setiap harinya ada di sekitar minggu kedua April 2020 (antara 7–11 April).

" Penambahan lebih kurang 740-800 pasien per 4 hari dan diperkirakan akan terus menurun setelahnya," jelas Dedi.

7 dari 8 halaman

 Shalat© Pexels.com

Dedi menambahkan, nantinya pertengahan Mei 2020, penambahan total penderita sudah relatif kecil. Mengacu pada hasil tersebut, disarankan untuk tidak melakukan mudik lebaran dan meniadakan kegiatan tarawih di masjid selama bulan Ramadan nanti.

Prediksi Dedi dilakukan berdasar data penderita hingga Kamis (26/3/2020) dan diasumsikan telah ada intervensi dari pemerintah sejak minggu ketiga Maret 2020. Terkait dengan efek pemudik dari kota besar yang terdampak Corona Covid-19, diasumsikan tidak signifikan.

 Ilustrasi Waktu© Pixabay.com

Prediksi Dedi dilakukan dengan model teori antrean.  Model tersebut mengasumsikan proses pasien datang ke rumah sakit sebagai penderita Corona Covid-19 positif mengikuti proses antrean Markovian.

Setelah dilakukan pencocokan model terhadap data total penderita yang positif, maka Dedi dan tim mampu menjelaskan banyak fenomena penting berdasarkan model yang mereka gunakan.

Model PDDM merupakan penyempurnaan dari model statistika dasar yang dikembangkan oleh Heribertus Joko Kristadi. Model PDDM dinilai adalah model yang paling cocok untuk memprediksi kasus Corona Covid-19 ini. Meskipun sederhana tetapi mampu memberikan akurasi prediksi satu harian ke depan yang sangat baik.

Model PDDM ini juga mampu untuk memprediksikan waktu terparah dan waktu berakhirnya pandemi Corona Covid-19 di Indonesia.

8 dari 8 halaman

Menurut Dedi dan tim, model PDDM ini akan terus diperbarui setiap hari sehingga prediksinya akan betul-betul mencerminkan perubahan dari data yang ada. 

Model ini dapat disimulasikan efek jika terjadi kenaikan penderita Covid-19 pada minggu akhir Maret 2020 dikarenakan banyaknya pemudik dari kota besar yang terdampak Covid-19 ke daerah-daerah lain.

Prediksi yang diberikan oleh Dedi Rosadi dan dan rekan-rekannya ini lebih melegakan dibanding hasil yang di sampaikan oleh beberapa prediksi sebelumnya.

Dia menambahkan apabila prediksi menggunakan estimasi yang kurang akurat dan bombastis, justru dikhawatirkan menambah keresahan masyarakat. Selain itu, juga rawan dimanfaatkan secara kurang bijak oleh pihak-pihak yang memilki kepentingan.

(Sumber: Universitas Gadjah Mada)

Terkait
Join Dream.co.id