Universitas Islam Internasional Indonesia Siap Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini

News | Sabtu, 23 Januari 2021 19:30
Universitas Islam Internasional Indonesia Siap Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Pembangunan kampus yang berlokasi di Cimanggis ini hampir selesai.

Dream - Pemerintah menargetkan pembangunan konstruksi utama kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) selesai pada Juni atau Agustus 2021. Pembangunan kampus yang terletak di Cimanggis, Depok ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

" Sehingga kegiatan perkuliahan UIII juga bisa mulai tahun ini," tutur Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP) Helson Siagian dalam keterangan resminya, Sabtu 23 Januari 2021.

UIII nantinya akan menjadi perguruan tinggi Islam berwawasan global sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo. Pembangunan UII juga selaras dengan pengembangan pendidikan agama Islam yang mengedepankan semangat demokrasi, kebinekaan, moderasi beragama dan menjadi rujukan dunia.

 Peninjauan pembangunan kampus UIII© KSP

" Kampus ini akan menjadi center of excellence yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," ujarnya.

Pembangunan kampus UIII sendiri dibagi dalam dua tahap awal. Tahap satu dilakukan oleh Kementerian Agama RI yang meliputi pembangunan gedung rektorat, fakultas, plaza, asrama putra dan perumahan dosen. Progres fisik saat ini telah mencapai 61 persen.

Sementara tahap dua menjadi tugas Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Tahap ini mencakup pembangunan gedung perpustakaan dan masjid dengan progres sebesar 55 persen, serta asrama putri sebesar 75 persen.

 Pembangunan kampus UIII© KSP

Pada tahap berikutnya akan dilakukan penambahan gedung fakultas, balai sidang dan pusat olahraga. Helson meminta Kementerian Agama dan PUPR segera menyusun rencana dan kesiapan infrastruktur penunjang lainnya agar mahasiswa dapat belajar dengan nyaman di kampus ini.

UIII juga telah menyiapkan tenaga pengajar terkemuka dari dalam dan luar negeri serta menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa lima angkatan pertama.

 Universitas Islam Internasional Indonesia© Foto: PUPR

" Selain itu akan ada program pascasarjana dengan tujuh fakultas, meliputi kajian Islam, ekonomi Islam, pendidikan, sosial-humaniora, sains-teknologi, hingga seni dan arsitektur," kata Rektor UIII Profesor Komaruddin Hidayat.

2 dari 6 halaman

UIII Indonesia Diharapkan Jadi Trendsetter Riset Islam

Dream - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, berharap Universitas Islam Internasional Indonesia menjadi trendsetter sekaligus pusat riset Islam. Sebagai kampus keagamaan bertaraf dunia, UIII harus berkiprah dalam pengembangan kajian Islam baik di tingkat regional maupun internasional

" Sebagai pusat kebudayaan Muslim Indonesia, UIII akan menjadi etalase dan sekaligus jendela bagi Islam Indonesia ke dunia luar dan menjadi bagian terpenting dari soft diplomacy kita," ujar Zainut, dikutip dari Kemenag.

Agar tujuan tersebut dapat terwujud, Zainut menegaskan butuh peran dan dukungan semua pihak.

" UIII berorientasi dan harus didukung oleh pelbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, dunia akademik dan riset secara keseluruhan," ucap dia.

 

3 dari 6 halaman

Islam Wasathiyah

Selanjutnya, Zainut menyatakan UIII merupakan salah satu proyek strategis nasional. Lewat perguruan tinggi ini, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menyebarkan paham Islam Wasathiyah atau moderat ke seluruh penjuru dunia.

" UIII ini menjadi bukti kehadiran kita di tingkat internasional sebagai negara Muslim terbesar," kata Zainut.

Dengan tujuan tersebut, Zainut menilai sudah sepatutnya UIII dijadikan Islam Wasathiyah Indonesia bertaraf dunia. Khususnya dalam bidang akademik, riset serta profesionalisme.

Zainut sempat meninjau proses pembangunan kampus UIII yang berlokasi di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Rabu, 17 Juni 2020.

4 dari 6 halaman

Baru 1 Juta Eksemplar Pertahun, Indonesia Genjot Pencetakan Alquran

Dream - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Za'adi, mendorong Unit Percetakan Alquran Kemenag di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, meningkatkan produksi. Hal ini mengingat banyaknya permintaan umat Islam akan mushaf Alquran.

" UPQ ini harus dikembangkan demi menghadapi tuntutan ke depan, terutama dari aspek kebutuhan Alquran umat Islam yang setiap tahunnya pasti meningkat," ujar Zainut di Kemenag.go.id.

Kapasitas produksi UPQ Ciawi saat ini sebanyak 1 juta eksemplar Alquran setahun. Sedangkan kebutuhan umat Islam Indonesia akan mushaf Alquran setiap tahunnya mencapai 4-5 juta.

" Kalau 10 persen saja dari jumlah umat Islam di Indonesia, mestinya sekitar 21 juta namun ini masih jauh. Untuk itu pemerintah akan memberi perhatian yang besar untuk UPQ ini," kata Zainut.

 

5 dari 6 halaman

Perlu Modernisasi

Zainut melanjutkan pemerintah akan mencoba menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menambah kapasitas produksi UPQ Ciawi. Kerja sama diperlukan untuk banyak hal terutama teknis percetakan seperti penggantian mesin dan lain sebagainya.

" Perlu ada modernisasi mesin cetak dan percetakannya, ini akan kami laporkan kepada Bapak Menteri Agama," kata Zainut.

Meski demikian, Zainut mengaku bangga dengan keberadaan UPQ. Dia menilai UPQ bekerja dengan semangat penuh keikhlasan melayani kebutuhan umat.

" Saya merasa bangga dengan keberadaan UPQ Kemenag. Bangga karena kita masih memilki semangat untuk mencetak Alquran yang menjadi sangat penting bagi umat Islam dan menjadi pedoman hidup umat Islam," kata dia.

6 dari 6 halaman

Uang Kuliah Mahasiswa PT Keagamaan Negeri Dibantu Kemenag, Ini Persyaratannya

Dream - Kementerian Agama memberikan keringanan uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 505 Tahun 2020 ini ditempuh untuk merespons dampak pandemi Covid-19 yang dialami mahasiswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan pandemi Covid-19 menimbulkan pelambatan ekonomi yang memicu penurunan kemampuan ekonomi mahasiswa, orangtua, serta pihak lain yang membiayai. Dampaknya, kelancaran dalam pembayaran biaya kuliah menjadi terhambat.

" KMA ini juga terbit untuk meringankan beban mahasiswa, orangtua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai dan untuk memastikan kelancaran pembayaran UKT," ujar Kamaruddin melalui keterangan tertulis.

Kamaruddin menjelaskan terdapat tiga skema yang disiapkan untuk keringanan biaya kuliah ini. Ketiganya yaitu pengurangan besaran biaya kuliah, perpanjangan waktu pembayaran, atau angsuran UKT bagi mahasiswa di PTKN yang menerapkan Badan Layanan Umum (BLU).

Untuk mendapat keringanan tersebut, Kamaruddin mengatakan, mahasiswa diharuskan dapat menunjukkan kelengkapan bukti atau keterangan mengenai status orangtua atau wali. Misalnya, orangtua atau wali mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK), kerugian usaha atau dinyatakan pailit, mengalami penutupan tempat usaha, serta pendapatan mengalami penurunan signifikan.

" Permohonan Keringanan UKT dilaksanakan dengan sistem dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring). Penetapan keringanan UKT berlaku untuk semester gasal Tahun Akademik 2020-2021, dan akan dilakukan evaluasi dan pemantauan sesuai dengan kebutuhan," kata Kamaruddin.

Selain itu, KMA ini juga memberikan mandat kepada kepada rektor atau Ketua PTKN untuk menetapkan mekanisme pelaksanaan keringanan UKT. Pimpinan PTKN juga dapat bermitra atau bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membantu pembiayaan UKT mahasiswa.

" Rektor atau Ketua PTKN harus melaporkan pelaksanaan keringanan UKT kepada Direktur Jenderal paling lambat pada akhir semester berjalan," terang Kamaruddin.

Join Dream.co.id