UIII Gelar Kuliah Perdana 27 September 2021

News | Senin, 20 September 2021 18:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Sebanyak 98 mahasiswa menjadi angkatan pertama UIII.

Dream - Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akhirnya memulai aktivitas perkuliahan. Kuliah perdana dijadwalkan digelar pada 27 September 2021.

" Upacara pembukaan perkuliahan dilaksanakan sore ini, yang kita sebut dengan Academic Convocation," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia UIII, Bahrul Hayat.

Academic Convocation atau pertemuan akademik ini akan menjadi tradisi UIII ke depan. Sementara acara ini dijadwalkan sore hari mengingat banyak mahasiswa berasal dari luar negeri sehingga terpaut perbedaan waktu cukup signifikan.

" Mahasiswa yang mengikuti ini bukan hanya dari Indonesia saja, tapi ada yang dari Kanada, ada yang dari Mesir, dan sebagainya," kata dia.

Bahrul menjelaskan proses rekrutmen mahasiswa baru digelar pada Juni 2021 melalui program beasiswa, UIII Scholarship. Dalam periode 7 Juni sampai dengan 14 Juli 2021, terdapat 1009 calon mahasiswa mendaftar program ini.

" Pelamar berasal dari 59 negara dengan komposisi 45 persen dari Indonesia dan 55 persen dari mancanegara," kata Bahrul.

 

UIII Gelar Kuliah Perdana 27 September 2021
Konferensi Pers Kuliah Perdana UIII (Kemenag)
2 dari 4 halaman

Mahasiswa dari Berbagai Negara

Menurut Bahrul, pelamar ada dari Kanada, Arab Saudi, Mesir, Senegal, dan berbagai negara lainnya. Ada juga dari negara-negara kawasan Asia Tenggara.

" Yang terdekat, tetangga kita dari Malaysia, Singapura juga ada," kata dia.

Dari 1.009 pelamar beasiswa, sebanyak 98 orang dinyatakan lolos dan menjadi mahasiswa angkatan pertama UIII. Mereka tersebar di empat program magister.

Rinciannya, 28 orang mahasiswa Magister Studi Islam Fakultas Studi Islam, 23 mahasiswa Magister Ilmu Politik Fakultan Ilmu-ilmu Sosial, 22 mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 25 mahasiswa Magister Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Lebih lanjut, Bahrul mengatakan total mahasiswa angkatan pertama terdiri dari 58 persen pria dan 42 persen wanita. Sedangkan dari kewarganeragaan, 66 persen mahasiswa adalah WNI dan 34 persen mahasiswa asing.

" Saat ini, perkuliahan baru dibuka untuk program magister. Tahun depan, kita rencanakan akan membuka perkuliahan untuk program doktor pada empat fakultas yang ada," terang Bahrul, dikutip dari Kemenag.

3 dari 4 halaman

Masih Pandemi, Kemenag Usulkan Umroh Satu Pintu

Dream - Kementerian Agama mengusulkan penyelenggaraan umroh di masa pandemi melalui mekanisme satu pintu. Sehingga, keberangkatan dan kepulangan jemaah terpantau dan potensi penyebaran Covid-19, terutama varian baru dapat diantisipasi.

" Di masa pandemi, saya mengusulkan agar umroh dilakukan satu pintu," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi.

Khorizi menjelaskan dalam mekanisme satu pintu, jemaah berangkat dan pulang hanya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Selain itu, karantina sebelum berangkat umroh dipusatkan di Asrama Haji.

" Bila melihat aturan karantina yang cukup panjang, maka kita harus menghitung kembali biayanya berapa," kata dia.

Nantinya, Kemenag akan menyiapkan lokasi karantina terpusat di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat. Untuk biaya operasional pengawasan karantina calon jemaah ditanggung masing-masing kementerian atau lembaga.

" Saat ini kita bersama-sama harus fokus bekerja dengan mengutakan kepentingan umat," terang Khoirizi.

4 dari 4 halaman

Butuh Pembahasan Bersama

Pemerintah Arab Saudi mencabut kembali larangan umroh bagi jemaah luar negeri secara bertahap. Pencabutan diawali dengan pembolehan jemaah ekspatriat pemegang izin tinggal melaksanakan umroh, disusul diizinkannya penerbangan dari sejumlah negara.

Selain itu, jemaah diharuskan sudah divaksin dengan vaksin Covid-19 Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson. Vaksin di luar empat jenis tersebut dibolehkan namun harus mendapatkan booster dari salah satunya.

" Banyak hal yang harus didiskusikan bersama agar umroh dilaksanakan dengan baik apabila Arab Saudi membuka umroh untuk Indonesia," kata dia.

Saat ini, Kemenag tengah merevisi Keputusan Menteri Agama Nomor 719 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh di Masa Pandemi Covid-19. Khoirizi berharap revisi ini mengakomodir mitigasi pengamanan dana jemaah umroh dan meningkatkan fungsi koordinasi antar-lembaga.

" Koordinasi antar-kementerian atau lembaga penting, kita harus mampu meyakinkan Arab Saudi bahwa Indonesia dapat memberangkatkan umroh dengan baik," kata dia, dikutip dari Kemenag.

Join Dream.co.id