Bayar Janji ke Almarhum Gus Dur, Luhut Hibahkan Tanah untuk Universitas NU

News | Jumat, 22 Januari 2021 06:00
Bayar Janji ke Almarhum Gus Dur, Luhut Hibahkan Tanah untuk Universitas NU

Reporter : Ahmad Baiquni

Luhut menyerahkan tanah seluas 10 hektare di Kabupaten Bogor.

Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyempatkan diri mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kamis 21 Januari 2021. Dalam kesempatan tersebut, Luhut menghibahkan sebidang tanah untuk pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama.

Luhut mengunggah momen saat dia berkunjung ke PBNU di Instagram. Dia mengaku senang akhirnya bisa memenuhi janjinya yang pernah diutarakan kepada almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

" Saya senang sekali hari ini bisa berkunjung lagi ke rumah saudara saya, warga Nahdliyin untuk menunaikan amanat sekaligus janji yang sempat saya bicarakan dengan guru saya, Almarhum Gus Dur Presiden RI ke-4," ujar Luhut.

Luhut mengaku pernah memberikan saran kepada Gus Dur untuk mendirikan lembaga pendidikan berkualitas bagi warga NU. Gus Dur, kata dia, sangat antusias dengan saran Luhut.

 

2 dari 3 halaman

Kesempatan tersebut baru terwujud saat ini. Dia pun, bersama putri Gus Dus, Yenny Wahid, menyaksikan proses hibah tanah kepada PBNU.

" Dengan didampingi salah satu putri Almarhum Gus Dur, Mbak @yennywahid, saya menyaksikan langsung proses hibah tanah seluas 10 hektare di daerah Jonggol Kabupaten Bogor untuk kemudian dibangun Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia," terang Luhut.

Hibah tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj. Menurut Luhut, Kiai Said sangat bersemangat karena hibah tersebut sudah lama dinantikan.

" Di depan para pengurus PBNU, saya sampaikan keseriusan saya untuk ikut serta terlibat dalam perencanaan pembangunan @unuindonesia. Maka dari itu saya sampaikan usulan untuk merumuskan dan menentukan seperti apa 'grand design'-nya," ucap Luhut.

Selanjutnya, Luhut berharap nanti Universitas NU dapat melahirkan intelektual yang menjunjung tinggi kebhinnekaan, religiusitas yang nasionalis dan berbudaya.

" Sehingga dengan keberadaan UNUSIA ini menjadi rumah bagi para cendekiawan dan intelektual yang memiliki misi kemanusiaan yaitu menjunjung tinggi kepedulian dan toleransi terhadap sesama anak bangsa," kata dia.

3 dari 3 halaman
Join Dream.co.id