Tuhan Nikahi Janda, Pak Penghulu Bingung

News | Jumat, 18 Maret 2016 08:13
Tuhan Nikahi Janda, Pak Penghulu Bingung

Reporter : Eko Huda S

"Saya sempat kaget, karena yang mau nikah ini namanya Tuhan. Saya juga bingung, masak kok saya menikahkan Tuhan," ujar Kasdikin.

Dream - Pria bernama Tuhan tak hanya ada di Banyuwangi saja –sebagaimana ramai diberitakan beberapa waktu yang lalu. Nama yang dianggap tak lazim digunakan itu ternyata juga disandang oleh seorang pria asal Malang, Jawa Timur.

Dan pada hari Kamis 17 Maret 2016, lelaki asal Desa Pringgodani, Bantur, Kabupaten Malang, itu menikahi Siti Marpuah, janda berusia 35 tahun dari Desa Gesikan, Grabagan, Tuban, Jawa Timur.

Untuk melangsungkan pernikahan ini, pria 56 tahun itu, bersama Marpuah, datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grabagan. Sejumlah kerabat mengantarkan mereka.

Nama Tuhan memang tak lazim. Dan itu pula yang sempat membuat petugas KUA Kecamatan Grabagan bingung.

“ Jadi kamarin itu, waktu daftar, saya sempat kaget, karena yang mau nikah ini namanya Tuhan. Saya juga bingung, masak kok saya menikahkan Tuhan,” ujar Kasdikin, dikutip Dream dari laman Beritajatim.com.

Petugas KUA menyarankan Tuhan mengganti atau menambah nama itu. Namun Tuhan tak mau melakukannya. Sebab, nama itu merupakan pemberian kakeknya.

Sehingga, penghulu pun menikahkan Tuhan dengan Siti Marpuah, janda tanpa anak itu. Akad nikah Tuhan dan Marpuah sudah ditunaikan. Mereka menjadi suami-istri sah.

Baca selengkapnya di Beritajatim.com.

2 dari 5 halaman

Pria Bernama Tuhan Hebohkan Netizen

Dream - Baru-baru ini jagad media sosial dan netizen kembali dihebohkan dengan keunikan yang membuat dahi berkerenyit. Sebab, ada seorang lelaki asal Banyuwangi yang bernama Tuhan.

Kabar yang diunggah akun Facebook, Heru Suherman Lim, pada 6 Agustus 2015 silam, membuat gempar media sosial. Foto yang diunggah Heru itu menunjukkan sebuah Kartu Tanda Penduduk milik seorang pria asal Dukuh Krajan, Licin, Banyuwangi.

Publik sempat menilai foto KTP yang diunggah Heru tersebut hoax belaka. Tetapi, beberapa media yang menelusuri keberadaan pria bernama Tuhan itu menemukan kebenaran.

Komentar pun segera bermunculan di akun milik Heru. Salah satunya dari Rikwan Jayaddhisa. Dia terkaget dengan temuan itu.

" Wah Tuhan nya masih muda ya lahir tahun 1975 wkwkwwk," tulisnya.

Komentar serupa ditulis oleh Dhammadina Wieguan Mbm. Dia turut memperkirakan nama panggilan pria asal Banyuwangi itu.

" Panggilannya: Mas Tuhan," tulisnya.

3 dari 5 halaman

Tangis Ustaz Arifin Ilham Dinikahan Janda Mualaf

Dream - Ini kisah pernikahan yang mengharukan, antara seorang pemuda dengan wanita mualaf. Pernikahan itu semula ditentang oleh keluarga. Tapi karena perjuangan dan doa, mereka akhirnya dipersatukan dalam sebuah ikatan perkawinan.

Fony Farizal, demikian nama pemuda itu. Lulusan S2 Institut Pertanian Bogor (IPB) ini jatuh hati pada Amelian, janda dengan dua anak. Amelian adalah mualaf yang mendapat tentangan dari keluarga.

Untuk melaksanakan pernikahan itu, Fony mendatangi Ustaz Arifin Ilham di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dia mengutarakan niatnya itu kepada Ustaz Arifin.

“ Bang, aku mau menikah dengan seorang janda mualaf beranak dua yang disiksa dan diusir keluarganya karena masuk Islam, Amelian namanya, dan Ia putri petinggi gereja di Monokwari,” tulis Arifin melalui Fanspage Facebook, 22 Februari Silam.

Kisah itu mengejutkan Arifin. Namun, masih ada pengakuan yang mengejutkan lagi dari Fony. “ Tapi bang, kedua orangtuaku tidak merestui hubunganku, tolong bang, aku cinta dia karena Allah, kami sudah sama-sama selesai S2 di IPB.”

Arifin terkesan dengan iman ketulusan cita Fony. Dia kemudian bersedia membantu, menikahkan mereka berdua. Pernikahan ini juga dibantu oleh Hanny Kristianto yang merupakan Sekretaris Jenderal Mualaf Center dan ustadz Huda, Ketua Biro Jodoh Az Zikra.

Arifin kemudian berdoa dan menyampaikan kepada orangtua Fony bahwa mereka harus bersyukur memiliki putra yang sangat mulia dengan calon menantu janda mualaf beranak dua. “ Alhamdulillah doa dan ikhtiar kami diijabah Allah,” tulis Arifin.

“ Orangtuanya akhirnya merestui dan menghadiri pernikahan anaknya di Masjid Az Zikra seusai salat Subuh berjamaah. Bahkan orangtua Amelian pun hadir dan merestui juga,” tambah dia.

Ijab kabul pernikahan itu dilaksanakan dengan sangat sederhana. Keluarga, santri, dan jemaah salat Subuh Masjid Az Zikra turut mendoakan keluarga baru ini. “ Abang menyaksikan para ustaz menangis saat menyaksikan proses akad nikahnya. Kini abang menangis lagi menulis ini,” lanjut Arifin. (Ism)

4 dari 5 halaman

Jerit Wanita Dipoligami: Hari Ini Terakhir Bergelar Istri

Dream - Ini kisah seorang istri yang diam-diam dipoligami oleh sang suami. Perempuan berinisial QZ itu merasa dikhianati dan meluapkan kekecewaannya di media sosial.

Beberapa waktu lalu, QZ melabrak sang suami yang tengah duduk di pelaminan, bersanding dengan wanita lain. Di tengah pesta itu, QZ meluapkan kekecewaan kepada suami yang baru 3 bulan menikah dengannya itu.

Aksi labrak perempuan asal Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia, ini menjadi viral. Dibincangkan banyak pengguna media sosial. [Baca selengkapnya: Diam-diam Poligami, Suami Dilabrak Istri Pertama di Pelaminan]

Dan setelah kisah itu tersebar, QZ mengunggah isi hatinya ke Facebook. Tak hanya dengan curahan isi hati, QZ juga mengunggah foto-foto pernikahannya dulu. Hari-hari bahagia dengan suami yang telah mencari madu itu.

QZ menulis saat-saat pernikahannya yang baru seumur jagung. Kala itu, sang ayah sangat berat melepaskan anak gadisnya.

Namun, namanya hidup, ada saatnya perpisahan. Sang ayah dengan berat hati melepaskan QZ kepada lelaki untuk dinikahi, dan belakangan “ berkhianat” atas cintanya. “ SUMPAH, So far ini yg paling sedih,” demikian tulis QZ.

 Jerit Wanita Dipoligami: Hari Ini Terakhir Bergelar Istri

Pada bagian lain, QZ juga menulis saat-saat bahagia: akad nikah. Dia menggambarkan betapa kegembiraan meruap dari majelis pernikahannya. Gaun pengantin, diberi selamat rekan dan kerabat, dan bersanding dengan lelaki pujaan. Bak raja dan ratu seharian.

Dalam postingan itu, QZ juga menulis lafaz ijab kabul yang diucapkan oleh suaminya itu. “ ALHAMDULLILAH. Dengan sekali lafaz aku sah menjadi isteri. Allahuakbar, air mata tanpa aku sedar mngalir tanpa henti. Kegembiraan tak dapat di ungkap dengan kata2.

Saat suami memandang wajah aku dgn linangan air mata dlm hati aku berkata " betul ke dia suami aku betul ke kami akn hdp mati bersama lepas ni,” tulis QZ dalam postingan yang diberi judul `Aku Terima Nikahnya` itu.

QZ mengaku terpaksa merelakan sang suami menikah dengan perempuan lain. Dalam “ keterpaksaan” itu, QZ merelakan sang suami untuk wanita lain.

Hari terakhir bergelar ISTERI.. Hati. Belajar lah untuk melupa kan seseorg. Mata. Jika ad sesuatu yg boleh menitis kan air mata, pejam kan lah dan tahan lah air mata dr mngalir..

5 dari 5 halaman

Penuhi Nazar, Istri di Riau Nikahkan Suaminya

Dream - Pernikahan unik terjadi di Tembilahan, Riau, pada Minggu 3 Januari 2016. Seorang istri menikahkan suaminya dengan perempuan lain. Pernikahan itu dilakukan untuk memenuhi nazar sang istri pertama.

Adalah Siti Aminah (50), perempuan yang memiliki nazar suaminya, Kasmuri (50). Siti mencarikan sendiri perempuan yang dinikahkan dengan kasmuri itu. Dan perempuan yang dipilih oleh Siti untuk istri ke dua Kasmuri adalah Khariah (34), sales obat yang masih kerabat mereka.

Dikutip Dream dari riauposting.com, Rabu 6 Januari 2016, Kasmuri dan Siti sudah menikah sejak 1986. Keluarga mereka berjalan harmonis. Tak ada riak berarti. Selama mengayuh biduk rumah tangga ini, mereka dikaruniai lima anak dan beberapa cucu. Perekonomian mereka juga bagus. Keluarga ini sukses dengan jual beli hasil perkebunan.

Roda hidup memang berputar. Tak selamanya mereka berada di atas. Ada kalanya mereka berada di bawah. Pada 2007, Siti sakit. Kedua kakinya sulit digerakkan.

Berbagai ikhtiar dilakukan. Terapi dokter sampai perawatan tradisional telah dilakoni. Tujuannya hanya satu, menyembuhkan kaki Siti. Namun, rupanya usaha itu tak kunjung berbuah hasil.

Biaya pengobatan menguras pundi kekayaan keluarga ini. Mereka bagai berada di titik nadir. Hingga akhirnya, Siti bernazar alias berjanji akan mencari istri ke dua untuk Kasmuri jika kakinya sembuh. Dan rupanya, nazar itu dijawab Tuhan. Kaki Siti perlahan sembuh.

Dan tak mau ditagih di akhirat, Siti mencarikan istri ke dua untuk sang suami. Dan Siti memilih Khariah untuk Kasmuri.

Tak mudah memang. Keinginan Siti ini ditentang anak-anaknya. Tapi dengan sabar Siti menjelaskan bahwa ini nazar yang harus dipenuhi. Dia mengaku sudah siap menanggung segala risiko.

Dan anak-anak mereka kemudian bisa menerima. Nazar Siti akhirnya terpenuhi. Dia telah menikahkan Kasmuri dengan Khariah. Pernikahan ini resmi tercatat dalam buku administrasi pemerintah di Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Merah.

Janji adalah utang. Dan Siti telah membayarnya. Dia merasa lega, karena terbebas dari nazar itu, meski hidup dimadu. [Baca selengkapnya kisah ini di riauposting.com]

Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival
Join Dream.co.id