Tragis! Parasut Tak Terbuka, Rencana Menikah Batal

News | Jumat, 19 Juli 2019 08:00
Tragis! Parasut Tak Terbuka, Rencana Menikah Batal

Reporter : Maulana Kautsar

Pihak militer belum menjelaskan detail peristiwa.

Dream - Tak ada yang mengerti jalannya nasib seseorang. Seorang tentara yang sedang menjalani latihan terjun payung, tewas mengenaskan terhempas di tanah.

Letnan Watcharapong Chantaachat dari unit infantri Prachuap Khiri Khan, menjalani latihan pada Senin sore, 14 Juli 2019 pukul 13.30. Saat menjalani lompatan parasut miliknya tak terbuka.

Kondisi itu menyebabkan dia jatuh ke persawahan di Muang Lop Buri, Thailand. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Ananda Mahidol.

Dilaporkan Asia One, pihak militer enggan memberikan komentar mendetail mengenai peristiwa ini. Meski demikian atas militer akan mengumumkan detail mengenai insiden ini.

Tragisnya, peristiwa ini akan membuat calon istri Watcharapong terluka. Seorang sumber menyebut, Watcharapong akan menikahi kekasihnya bulan depan.

2 dari 6 halaman

3 Benda Misterius Jatuh dari Pesawat, Saat Dicek Ternyata...

Dream - Pada hari Senin lalu, tiga benda jatuh dari sebuah pesawat yang meninggalkan Ekuador ke New York. Ketiga benda itu jatuh dari ketinggian 304 meter di atas landasan, sesaat setelah pesawat lepas landas, dengan mengeluarkan bunyi yang keras.

Personel bandara yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergegas ke lokasi jatuhnya benda itu. Mereka khawatir penerbangan LATAM Airlines XL1438 kehilangan salah satu komponen vital sebelum meninggalkan kota pelabuhan Guayaquil.

Namun apa yang mereka temukan sungguh mengejutkan. Ketiga benda itu ternyata adalah dua sosok manusia dan sebuah tas koper berukuran sedang.

Salah satu orang yang jatuh meninggal di tempat kejadian. Sementara seorang lagi dalam kondisi luka parah. Sedangkan tas koper itu berisi pakaian dan uang tunai sebesar US$20.


3 dari 6 halaman

Terdorong Keluar

Sayangnya, korban yang luka parah itu akhirnya meninggal dunia beberapa menit kemudian.

Menurut Jenderal Marcelo Tobar, kepala polisi Guayaquil, kedua pria itu tampaknya adalah dua orang penumpang gelap yang bersembunyi di bagian roda pendaratan pesawat.

Kepada laman El Comercio di Ekuador, Tobar menduga kedua pria itu terdorong keluar saat roda pesawat melipat ke atas. " Atau mereka berpikir ulang tentang rencana mereka dan memutuskan melompat dengan harapan bisa bertahan hidup," tambah Tobar.

Para korban, yang berusia antara 25 dan 30 tahun, tidak memiliki tanda pengenal sama sekali di tubuhnya.

Pejabat bandara mengatakan kedua korban adalah warga negara Peru karena penerbangan tersebut berasal dari Lima dengan pemberhentian di Guayaquil, Ekuador.

4 dari 6 halaman

Berhenti Beroperasi

Pesawat dengan 233 penumpangnya tersebut terpaksa putar arah tiga jam setelah lepas landas. Penerbangan XL1438 kembali ke Bandara Internasional José Joaquín de Olmedo setelah kejadian tersebut.

" Kedua pria itu bukan penumpang pesawat penerbangan tersebut. Dan saat ini maskapai tengah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk  menyelidiki masalah ini," kata juru bicara LATAM, David Harry, kepada Washington Post.

Akibat kejadian ini, bandara terbesar kedua di Ekuador itu terpaksa berhenti operasi selama 90 menit.

Penumpang gelap yang naik di roda pesawat menghadapi bahaya ekstrem, menurut Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat.

Setelah roda terlipat dan pesawat mulai mengangkasa, suhu udara bisa turun di bawah nol derajat.

Hal itu akibat dari tekanan udara yang turun ke tingkat yang sangat rendah, kadang-kadang bisa menyebabkan kondisi seperti hibernasi.


5 dari 6 halaman

Melarikan Diri

Tingkat kelangsungan hidup untuk penumpang gelap dalam 10 insiden yang melibatkan 11 orang sangat rendah, menurut sebuah laporan yang dirangkum FAA.

Dua orang membeku sampai mati dan tiga lainnya jatuh hingga meninggal dunia dalam penerbangan antara tahun 1947 dan 1993. Sedangkan enam lainnya dinyatakan selamat.

Penumpang gelap bisa saja selamat meski itu dianggap sebagai sebuah keajaiban.

Seorang remaja yang menjadi penumpang gelap dengan naik roda pesawat tiba di bandara tujuan dalam kondisi selamat dalam penerbangan dari San Francisco ke Hawaii pada tahun 2014.

Sementara itu, di tahun yang sama, personil Angkatan Udara AS menemukan seorang anak laki-laki yang meninggal di kompartemen di dekat roda pesawat kargo setelah berhenti di Afrika.

Bocah itu tampaknya berasal dari Mali, kata Pentagon pada saat itu. Dia diduga melarikan diri dari kekerasan perang sipil yang memasuki tahun kedua pada tahun 2014.

6 dari 6 halaman

Jatuh dari Pesawat, Miliarder Temukan Kembali Ponselnya

Dream - Telepon seluler (ponsel) milik pebisnis Texas, Amerika Serikat (AS) ini mungkin sangat berharga. Jatuh dari pesawat yang terbang 9.300 kaki, setara 274 meter, si pemiliknya ngotot mencari ponsel kesayangannya itu.

Usahanya ternyata tak sia-sia. Ponsel yang jatuh saat penerbangan menuju Houston, AS itu dapat ditemukan kembali.

Mengutip laman Businessinsider, Minggu, 2 Agustus 2015, Ben Wilson, pemilik dari ponsel tersebut mengatakan ponsel miliknya masih menyala ketika diketahui terjatuh dari pesawat.

Wilson mengisahkan, dia dan sang pilot tengah terbang dari rumahnya di Beechraft Bonanza ketika tekanan udara dalam membuka pintu pesawat kecilnya.

Tak hanya pintu, Wilson tak menyadari jika ponselnya juga jatuh ketika peristiwa menegangkan itu terjadi. Dia baru tersadar ketika pesawat sudah mendarat.

Pemilik perusahaan Gas Corporation of America di Wichita Falls ini bersikukuh mencari ponselnya tersebut. Apalagi, dia tahu jika ponsel masih bisa beroperasi ketika ditelepon.

Bersama pegawainya, Wilson dan pegawainya memutuskan menggunakan sebuah aplikasi pencari ponsel di wilayah Jacksboro. Upaya ini tak sia-sia. Di sebuah padang rumput pedesaan ponselnya ditemukan.

Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair
Join Dream.co.id