Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Siap Tampung Pasien Covid-19

News | Senin, 28 September 2020 19:00
Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Siap Tampung Pasien Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni

Tempat ini akan digunakan untuk isolasi pasien Covid-19 OTG.

Dream - Pengelola Rumah Sakit Darurat Covid-19 segera membuka tower 8 Pademangan. Tower ini akan difungsikan sebagai fasilitas isolasi bagi kasus Covid-19 tanpa gejala (OTG).

" Kita harapkan hari ini (Senin, 28 September 2020), mudah-mudahan paling lama besok pagi (Selasa, 29 September 2020)," ujar Koordinator RSD Covid-19, Mayor Jenderal Tugas Ratmono, dikutip dari Liputan6.com.

Tugas telah memeriksa kesiapan Wisma Atlet Pademangan dalam menerima pasien. Termasuk finalisasi kebutuhan seperti untuk dekontaminasi, bilik penggunaan APD bagi petugas, dan lain sebagainya.

" Ini kita finalisasi supaya dalam pelaksanaannya betul-betul semua sistem berjalan dengan baik," kata Tugas.

2 dari 6 halaman

Sistem Dipastikan Siap

Tak hanya itu, dia juga telah memeriksa sistem registrasi digital seperti yang diterapkan pada tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran.

" Termasuk sistem untuk penerimaan dengan sistem digital, yang seperti di tower 4 dan 5 ini juga kita rampungkan hari ini," kata dia.

Lebih lanjut, dia berharap baik sistem maupun ruangan sudah siap sebelum digunakan. Sehingga tower 8 siap menyambut pasien.

" Mudah-mudahan semuanya dalam kondisi siap pakai, paling tidak besok pagi," kata Tugas.

Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

3 dari 6 halaman

7% Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Ternyata Tak Pernah Keluar Rumah

Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengungkap data cukup mengejutkan terkait pasien positif yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 7 persen dari total pasien tidak memiliki riwayat keluar rumah selama masa pandemi Covid-19.

" Data dari pasien Wisma Atlet beberapa minggu lalu dilakukan survei terdapat 7 persen mereka yang dirawat adalah orang yang tidak pernah keluar rumah," ujar Doni, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut Doni, para pasien itu kemungkinan tertular dari anggota keluarganya yang sering keluar rumah. Dari fenomena tersebut, Doni mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati.

" Jadi bagi mereka tetap di rumah harus waspada, harus hati-hati, karena apabila ada anggota keluarga yang sering keluar rumah dan tidak memperhatikan protokol kesehatan di rumah maka bisa menulari saudara yang lain," kata Doni.

 

4 dari 6 halaman

Bahaya Bagi Kelompok Rentan

Doni juga mengingatkan tentang rentannya orang lanjut usia terhadap Covid-19. Apalagi jika punya penyakit penyerta atau komorbid.

Mengutip dari RS Persahabatan, kematian pasien Covid-19 dipicu gejala berat dan kondisi kritis. Potensi kematian semakin tinggi jika pasien memiliki komorbid.

Sehingga, perlu ada pemisahan kelompok rentan dengan kaum muda yang berpotensi menjadi pembawa (carrier) virus.

" Inilah yang harus kita ingatkan kepada masyarakat bahwa kelompok komorbid harus dipisahkan dari kelompok muda yang aktif bekerja, yang bisa saja terpapar Covid-19 tapi tidak mengalami gejala apa saja," kata Doni.

Sumber: Liputan6.com/Ahda Bayhaqi.

5 dari 6 halaman

Satgas Penanganan Covid-19: Tenaga Kesehatan Mulai Menipis dan Kelelahan

Dream - Kepala Bidang Koordinator Relawan Medis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Jossep F William, mengatakan, banyak tenaga medis serta relawan yang kelelahan karena harus selalu siap siaga menangani pasien. Jossep mengatakan, jumlah tenaga medis terus berkurang, bahkan mulai habis.

" Banyak tenaga medis yang kelelahan. Mereka harus selalu disiagakan dalam memberikan pelayanan pasien. Jumlah tenaga medis jadi berkurang bahkan mulai habis," ujar Jossep dalam diskusi BNPB, Senin 21 September 2020.

Jossep menyebutkan, saat ini jumlah perawat dan bidan masih cukup tersedia, yakni sekitar 2.000 orang. Namun, jumlah ketersediaan dokter berkurang.

6 dari 6 halaman

Menurut Jossep, salah satu opsi mengatasi kekurangan jumlah dokter yang harus ditempuh Satgas adalah dengan menambah jumlah dokter internship. Namun, mereka juga harus tetap didampingi dokter yang sudah berpengalaman.

Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 telah berkomunikasi dengan organisasi profesi, baik dokter maupun perawat agar bisa menambah jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikirim untuk penanganan pasien Covid-19.

“ Kami Bekerja sama dengan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan lainnya untuk menyiapkan tenaga yang dibutuhkan di RS darurat,” katanya.

Join Dream.co.id