20.816 Posko Covid-19 Tingkat RT Berdiri, Petugas Bisa Lapor Via Aplikasi

News | Sabtu, 27 Februari 2021 20:34
20.816 Posko Covid-19 Tingkat RT Berdiri, Petugas Bisa Lapor Via Aplikasi

Reporter : Cynthia Amanda Male

Satgas Covid-19 sudah menyediakan buku manual dan video tutorial agar petugas Poskok bisa melaporkan lewat aplikasi

Dream - Hingga kini pembangunan Pos Komando (Posko) Covid-19 terus dipantau oleh Satgas Penanganan Covid-19. hingga 25 Februari 2021, sebanyak 20.816 posko telah dibentuk sejak ketentuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dijalankan.

Selain pembangunan Posko sampai tingkat RT, Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan sejumlah 61.069 laporan pencatatan data agregat kasus Covid-19 level RT dan 1.013.863 laporan pendataan kinerja posko.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan surat edaran dan standar operasional prosedur (SOP) pembentukan posko telah dibuat untuk mendukung efektivitas serta teknik implementasi pembentukan posko.

" Kedepannya, dengan dibuatkan dua pagu ini, diharapkan dapat menjawab kebingungan di lapangan dan menjadikan implementasi yang lebih terarah," ungkapnya di Graha BNPB, baru-baru ini.

2 dari 6 halaman

Ada Buku Manual dan Video Instruksi

Untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan, petugas posko akan diberikan buku manual dan video instruksi agar dapat menggunakan fitur pelaporan posko melalui aplikasi ponsel.

Mulai 11-22 Februari 2021, posko Covid-19 telah berhasil mengedukasi dan mensosialisasikan protokol 3M sebesar 56,7 persen. Diadakan juga pembagian masker sebesar 18,73 persen.

TNI/Polri juga diberikan pelatihan agar selanjutnya bisa membimbing personil posko dan pelatihan 3T, yaitu testing, tracing dan treatment. Sehingga, pembentukan posko lebih efektif mengurangi kasus Covid-19.

3 dari 6 halaman

Protokol 3M yang Paling Dipatuhi Masyarakat Indonesia Selama PPKM

Dream - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan PPKM Mikro menimbulkan dampak positif dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Hal itu terlihat dari peta zona kepatuhan terhadap protokol kesehatan mengalami perkembangan membaik.

Laporan per 21 Februari 2021 lalu mencatat peta zonasi memperlihatkan tingkat kepatuhan di atas 60 persen. Dan perkembangan yang sejalan terlihat juga pada perkembangan kasus positif mingguan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito seperti dikutip dari laman covid19.go.id, melaporkan, daerah yang sudah patuh memakai masker melebihi 75 persen atau sebanyak 284 kabupaten/kota.

Namun, lanjut Wiku, Satgas Covid-19 memberikan catatan kepada 99 kabupaten/kota yang masih melaporkan tingkat kepatuhan di kisaran 61 - 75 persen. Bahkan terdapat 71 kabupaten/kota kurang dari 60 persen.

Untuk aspek kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, didominasi kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan melebihi 75 persen yaitu sebnyak 275 kabupaten/kota.

Sayangnya masih terdapat 104 kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan 61 - 75 persen. Bahkan 74 daerah masih melaporkan tingkat kepatuhan di bawah 60 persen.

4 dari 6 halaman

Berdampak Pada Turunnya Kasus Positif

Wiku menambahkan perkembangan peta zonasi kepatuhan protokol kesehatan itu sejalan dengan kasus positif Covid-19 mingguan yang juga terlihat membaik. Pada 3 minggu pertama penerapan PPKM kabupaten/kota Jawa - Bali, terlihat grafiknya yang terus meningkat.

Namun grafik kasus positif menurun pada minggu PPKM mikro, meskipun sedikit meningkat pada minggu ini atau minggu kedua. Hal ini sejalan dengan grafik kepatuhan memakai masker, yang mana grafiknya terlihat menurun sebelum PPKM hingga minggu keempat PPKM. Dan selanjutnya grafiknya terus meningkat hingga saat ini atau minggu kedua PPKM mikro.

Pada grafik kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, terlihat terus meningkat sejak PPKM hingga minggu kedua PPKM mikro atau terus meningkat selama 4 minggu berturut-turut.

5 dari 6 halaman

Pesan Buat Masyarakat Berimunitas Kuat

" Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya, ketika terjadi penurunan pada kepatuhan protokol kesehatan, maka penambahan kasus positif cenderung meningkat," lanjut Wiku.

Melihat tren tersebut, Wiku menganjurkan masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan terutama untuk kelompok usia produktif yang imunitasnya kuat dan masih beraktivitas di luar rumah. Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kelompok ini diharapkan segera berganti pakaian dan membersihkan diri setibanya di rumah .

Kelompok masyarakat ini juga diharapkan menghindari langsung kontak dengan anggota keluarga kelompok usia rentan.(sah)

6 dari 6 halaman

Join Dream.co.id