Tips Tolak Halus Terima Tamu Saat Pandemi Corona ala Imam Besar Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2020 19:55
Tips Tolak Halus Terima Tamu Saat Pandemi Corona ala Imam Besar Masjid Istiqlal

Reporter : Ahmad Baiquni

Nasaruddin Umar punya beberapa cara penolakan yang membuat orang tak tersinggung.

Dream - Lebaran tentu identik dengan kunjungan silaturahmi. Tetapi, tradisi rutin di hari Raya Idul Fitri ini tidak bisa dilakukan di tahun ini karena munculnya pandemi virus corona.

Meski demikian kadang tak enak rasanya menolak kunjungan kerabat atau tetangga yang hendak bersilaturahmi saat Lebaran. Kamu mungkin termasuk salah satunya yang merasakan kondisi dilematis tersebut

Menghadapi posisi dilematis itu, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, punya tips yang mungkin bisa diterapkan.

" Pakai seni," ujar Nasaruddin menjawab pertanyaan warganet dalam Silaturahome yang digelar Liputan6.com, Selasa 26 Mei 2020.

Nasaruddin mengatakan seni memungkinkan seseorang menolak tamu secara halus tanpa menyakiti. Dia mengandaikan dengan para seniman yang kerap menyindir pemerintah tanpa harus menggunakan ekspresi kasar.

" Mereka yang memiliki jiwa seni bisa menyindir pemerintah dengan karyanya, seperti puisi, dengan sastra," kata dia.

2 dari 4 halaman

Begini Caranya

Nasaruddin mencontohkan cara halus menolak terima tamu yaitu dengan mengirimkan pesan maaf lebih dulu kepada tetangga dan kerabat lewat media sosial. Sehingga, muncul pemikiran mereka mengurungkan niat untuk berkunjung dan bersilaturahmi secara langsung.

" Atau mungkin sebelum mereka ingin bertamu kita bisa mengirimkan terlebih dahulu permintaan maaf lewat WA, sehingga mereka berpikir, 'Oh, dia sudah meminta maaf, sepertinya tak perlu mendatangi rumahnya'," kata Nasaruddin.

Cara lain, kata Nasaruddin, yaitu dengan menutup pagar dan pintu rumah agak rapat. " Biar orang terdekat yang ingin bertamu berpikir bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk bertamu," kata dia.

Jika kurang efektif, ada baiknya menyiapkan sabun cuci tangan dengan air mengalir di depan rumah. " Hal-hal tersebut saya rasa bisa akan dipahami oleh tetangga. Kita harus menggunakan cara-cara halus yang tidak menyinggung," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

3 dari 4 halaman

Walikota Risma Telepon Langsung Warga Pantau Kasus Covid-19

Dream - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, terus memantau penyebaran virus corona di daerah pemerintahannya. Agar lebih efektif, Risma sampai menelepon langsung warga yang telah menjalani tes kesehatan dan mengingatkan untuk memeriksa ulang setelah 14 hari masa karantina.

" Pertama, komunikasi dengan mereka, saya cek apakah sudah swab kembali, karena kalau dia pernah positif, swab dua kali, negatif, 14 hari negatif, baru dinyatakan sehat," ujar Risma yang hadir sebagai bintang tamu Silaturahome, Selasa, 26 Mei 2020.

Risma menjelaskan melalui telepon, dia bisa langsung mengingatkan warga positif Covid-19 untuk menjalankan swab. Dengan begitu, dia bisa mengetahui kondisi pasti dari seorang warga.

" Saya cek mengingatkan swab, kalau belum tolong swab, siapa saja keluarganya," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Telur dan Vitamin untuk Warga

Selain itu, Risma juga melibatkan pengurus RT dan RW, memastikan orang yang melakukan isolasi mandiri tidak mengalami pengucilan. Seluruh kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri, terutama makanan, dijamin Pemkot Surabaya.

" Minta bantuan dikontrol makanannya," kata dia.

Selain itu, Risma mengatakan Pemkot Surabaya membagikan telur dan vitamin ke warga untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Juga membangun dapur umum untuk menyiapkan telur, vitamin, serta wedang pokak bagi warga yang terinfeksi Covid-19.

" Menurut dokter, kalau daya tahan tubuh kuat tidak akan terserang, itu kita lakukan coba membuat warga Surabaya punya daya tahan tubuh kuat," kata Risma.

Tak hanya itu, penyemprotan disinfektan dijalankan ke wilayah yang memiliki warga positif terkena virus corona.

Sumber: Liputan6.com/Agustina Melani

Join Dream.co.id