Tips Memilih Agen Travel Haji dan Umroh Agar Tidak Tertipu

News | Kamis, 11 Juli 2019 07:01
Tips Memilih Agen Travel Haji dan Umroh Agar Tidak Tertipu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Perhatikan legalitas agen perjalanan umroh.

Dream - Animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umroh setiap tahun terus meningkat. Meski demikian, keinginan beribadah tersebut dimanfaatkan beberapa agen perjalanan umroh nakal untuk meraup keuntungan semata.

Tak jarang, kasus gagal berangkat atau jemaah terlantar sering terdengar. Aksi itu banyak dilakukan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) bodong. PPIU tersebut tidak terdaftar di Kementerian Agama dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan dan Informasi Pasar Modal OJK, Dien Sukmarini mengatakan, agar tidak tertipu PPIU bodong, calon jemaah diminta mengenali terlebih dulu agen perjalanan umroh.

" Jadi tipsnya ketika itu kenali apakah terdaftar di OJK," ujar Dien di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.

 

2 dari 6 halaman

Regulasi yang Melanggar Aturan

Selain itu, masyarakat juga diminta kritis. Sebab, ada beberapa agen perjalanan umroh ilegal yang menggunakan testimoni dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.

" Selain itu, kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih kritis," ucap Dirjen Pembinaannya Umroh dan Haji Kementerian Agama (Kemenag) M. Arfi Hatim, di lokasi yang sama.

Arfi menuturkan, Kemenag terus melakukan penguatan regulasi, pengembangan sistem keamanan secara online.

Dia mengatakan, regulasi tersebut yakni memberikan batasan kepada para PPIU agar segera memberangkatkan jemaah yang sudah mendaftar paling lama enam bulan dan yang sudah lunas paling lama tiga bulan.

Dia juga mengingatkan, kepada calon jemaah umroh yang mendaftar di satu PPIU tapi diberangkatkan PPIU yang lain. Cara itu, kata dia, telah melanggar aturan.

" Yang berhak menerima pendaftaran dan yang memberangkatkan PPIU tersebut, tidak boleh yang lain," kata dia.

3 dari 6 halaman

e-Visa Saudi, Bekal Pemerintah Awasi Masa Tinggal Jemaah Umroh

Dream - Arab Saudi telah menerapkan teknologi elektronik visa dalam penyelenggaraan ibadah umroh. Dengan kebijakan ini, pemerintah Indonesia dapat mengawasi masa tinggal jemaah umroh asal negaranya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali, mengatakan, laporan Kementerian Luar Negeri terdapat 7.738 jemaah umroh yang dideportasi pada 2018. Sedangkan pada 2019, tercatat 1.252 jemaah umroh overstayer yang dipulangkan pada rentang Januari hingga Mei.

“ e-Visa juga berdampak pada perlindungan jemaah umroh. Kini semakin banyak jumlah overstay dan banyak jemaah terlantar karena tidak memiliki tiket pulang,” ujar Nizar, dalam keterangan resminya, Senin 24 Juni 2019.

Nizar menyebut, saat ini Kementerian Agama, Kementerian Kominfo, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, sedang merumuskan sinergi kebijakan dalam mengadaptasi kebijakan Arab Saudi demi peningkatan perlindungan jemaah umroh tersebut.

Untuk itu, Nizar berpesan agar semua pihak memberikan solusi yang tepat, terbaik, produktif, dan implementatif bagi penyelenggaraan ibadah umroh.

“ Upaya ini memerlukan pemikiran dan kajian yang mendalam karena hal ini terkait langsung dengan kebijakan dan regulasi Arab Saudi,” kata dia.

Meski disebut semakin ketat, regulasi Saudi itu mempermudah persyaratan masuk. Bahkan, e-Visa mempermudah pengurusan visa menjadi lebih mudah dan cepat. Sebab, pengurusan e-Visa tidak perlu persyaratan dan prosedur yang terlalu banyak.

4 dari 6 halaman

Paul Pogba Jalani Umroh Saat Ramadan

Dream - Ramadan kali ini menjadi bulan istimewa bagi dua pesepakbola Liga Inggris. Di tengah libur akhir liga, gelandang Manchester United, Paul Pogba, dan bek Everton, Kurt Zouma, menjalani Ramadan dengan umroh.

Pogba mengunggah fotonya saat menjalani umroh dengan Zouma di Masjidil Haram ke Instagram. "Tak melupakan hal penting dalam hidup," tulis Pogba, Kamis 16 Mei 2019.

Di Instagram Story, Pogba juga membagi kalimat bahagia dan bangga karena dapat berada di Tanah Suci. "Selalu bilang Alhamdulillah," ujar dia.

Paul Pogba dari atas hotel (Foto: Instagram)

Paul Pogba dari atas hotel (Foto: Instagram)

Dalam foto yang diunggahnya, tampak Pogba mengenakan gamis warna cokelat muda dan Zouma mengenakan gamis warna cokelat tua.

      View this post on Instagram

Never forget the important things in life ð���ð�¤²ð��¾â�¤ï¸ï¿½

A post shared by Paul Labile Pogba (@paulpogba) on

5 dari 6 halaman

Menggigit Siwak

Dia juga membagi Insta Story dari Hotel Fairmont Makkah Clock Royal Tower. Dia tampak menggigit batang siwak.

 Paul Pogba dari atas hotel (Foto: Instagram)

Paul Pogba dari atas hotel (Foto: Instagram)

Pogba saat ini digosipkan akan berlabuh ke klub Spanyol, Real Madrid. Pogba menuai kritik karena penampilan selama musim 2018/2019 tak mampu mengangkat kualitas Manchester United.

Selama musim 2018/2019 Liga Inggris, Pogba mencetak 13 gol dan 9 umpan. Dia mendapat 3.011 menit bermain.

 

6 dari 6 halaman

Saudi Batal Wajibkan Rekam Biometrik untuk Visa Haji dan Umroh

Dream - Arab Saudi merevisi kebijakan pemberlakuan rekam biometrik sebagai visa haji dan umroh. Dalam kebijakan barunya, Saudi menyatakan rekam biometrik tidak menjadi syarat terbitnya visa.

Hal itu tertuang dalam pengumuman Bagian Konsuler Kedutaan Besar Saudi untuk Indonesia. Dalam pengumuman itu, Kerajaan Saudi telah menerbitkan Keputusan Nomor 43313 tanggal 4 Syaban 1440 H (9 April 2019 M) yang menyatakan tidak diwajibkannya rekam biometrik untuk proses penerbitan visa haji dan umroh.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar, membenarkan adanya kebijakan baru Saudi tersebut.

" Saya sudah mengonfirmasi dan pengumuman itu benar adanya," ujar Nizar, dikutip dari Kemenag.go.id, Rabu 24 April 2019.

Nizar mengatakan, Kemenag segera menindaklanjuti keputusan tersebut dengan menerbitkan Surat Edaran ditujukan kepada seluruh Kakanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia.

" Rekam biometrik akan dilakukan di Bandara Madinah dan Jeddah, kecuali bagi jemaah yang sudah melakukan perekaman di Tanah Air," kata dia.

Sementara, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhajirin Yanis, mengatakan, meski terdapat kebijakan baru, perekaman biometrik melalui VFS Tasheel tetap berjalan. Tetapi, layanan tersebut untuk sementara dipakai di daerah yang aksesnya mudah.

" Untuk jemaah dari wilayah-wilayah kepulauan yang jaraknya jauh, perekaman akan dilakukan saat tiba di Madinah dan Jeddah," kata Muhajirin.

Sejauh ini, sudah ada 152 ribu calon jemaah haji yang melakukan rekam biometrik. Jumlah tersebut berdasarkan data yang masuk pada Selasa sore, 23 April 2019.

" Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Sudah 65 persen jemaah haji Indonesia yang melakukan rekam biometrik," kata Kasubdit Penyiapan Dokumen Haji Reguler, Nasrullah Jassam.

 

Terkait
26 AUG 2019 | 13:00 WIB - #KLYLounge Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru
Join Dream.co.id