Pilu, Mimpi Mahasiswi Jadi Guru Pupus Karena Tinggi Badan

News | Jumat, 6 Juli 2018 11:01
Pilu, Mimpi Mahasiswi Jadi Guru Pupus Karena Tinggi Badan

Reporter : Sugiono

Padahal dia hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan dari tempat kuliahnya.

Dream - Mimpi seorang mahasiswi untuk menjadi guru pupus dengan alasan yang tak masuk akal. Menamatkn kuliah selama empat tahun, gadis asal China itu tak diterima menjadi guru karena badannya dianggap terlalu pendek.

Gadis bernama Li itu adalah seorang mahasiswi di Shaanxi Normal University di Xi'an. Dia mendaftar di jurusan pendidikan di universitas itu setelah mendapat beasiswa pada tahun 2014. Li berharap bisa menjadi guru bahasa Inggris.

Namun, tepat sebelum pengumuman kelulusannya tahun ini, Li mendapat pemberitahuan mengejutkan. Dia tidak akan bisa mewujudkan cita-citanya setelah pemeriksaan fisik menemukan bahwa tinggi badannya hanya 140 cm.

Peraturan di Provinsi Shaanxi, menetapkan tinggi seorang guru laki-laki setidaknya harus 155 cm dan guru perempuan setidaknya 150 cm.

Li benar-benar terkejut dan tak habis pikir dengan kabar tersebut. Dia heran kenapa orang-orang tidak memberitahukan dia dari awal.

Dia juga merasa aneh mengapa pihak universitas membiarkannya mengikuti program itu jika pada akhirnya dia tidak bisa jadi guru.

Akibatnya, Li sekarang bingung dengan gelar sarjananya karena tidak akan terpakai selamanya.

" Semua kerja keras saya selama empat tahun terakhir di universitas tidak ada artinya," katanya.

Dia khawatir tidak bisa mengembalikan uang beasiswa yang dibayarkan pemerintah untuk membiayai kuliahnya.

" Saya akan melanggar kesepakatan saya, impian saya menjadi seorang guru telah hancur," tambahnya.

Namun, beruntung bagi Li. Begitu kasusnya muncul ke publik dan menjadi viral, dia mendapat dukungan luas dari netizen. Warganet menilai aturan soal tinggi badan seorang guru yang diberlakukan oleh Provinsi Shaanxi adalah konyol dan diskriminatif.

Mereka juga menuntut agar pemerintah memberikan hak kepada Li untuk menjadi seorang guru bahasa Inggris, terlepas dari masalah tinggi badannya.

Departemen pendidikan Provinsi Shaanxi merespons dengan memberikan pengecualian kepada Li.

Dia sekarang merasa lega karena bisa melamar jadi guru. Tidak itu saja, pemerintah provinsi juga berencana mencabut aturan tinggi badan bagi guru tahun depan.

Sama seperti di Indonesia, sebagian provinsi di China mencantumkan tinggi badan sebagai salah satu syarat wajib jika melamar pekerjaan.

(Sah, Sumber: Shanghai.ist)

Terkait
Jokowi Menanggapi Desakan Pembentukan TGPF kerusuhan Bawaslu
Join Dream.co.id