Pengakuan Mengejutkan Tersangka Penerima Rp150 Juta untuk Eksekusi 4 Tokoh

News | Selasa, 11 Juni 2019 16:53
Pengakuan Mengejutkan Tersangka Penerima Rp150 Juta untuk Eksekusi 4 Tokoh

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Tersangka mengklaim diberi uang oleh Kivlan Zein.

Dream - Polisi menggelar pemaparan aktor dan pelaku di balik ancaman pembunuhan empat tokoh pada 21 dan 22 Mei 2019 lalu. Dalam video keterangan pelaku pimpinan lapangan, HK alias I yang terlebih dahulu ditangkap, mengaku menerima sejumlah uang dari Kivlan Zen untuk membeli senjata api.

" Saya diamankan polisi tanggal 21 Mei terkait ujaran kebencian, kepemilikan senjata api dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya yang saya hormati dan saya banggakan yaitu Bapak Mayor Jenderal Kivlan Zen," kata HK alias I.

HK menjelaskan, pada Maret 2019 dia bertemu dengan Kivlan di Kelapa Gading, Jakarta Utara bersama seseorang bernama Udin.

" Dalam pertemuan itu saya diberi uang Rp150 juta untuk pembelian alat, senjata api yaitu senjata api laras pendek dua pucuk, senjata api laras panjang dua pucuk," ucap dia.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi  menambahkan, peran Kivlan Zen dalam kasus ini yakni pemberi uang dan penentu target operasi.

2 dari 5 halaman

Peran HM dan Kivlan Zen

Sementara peran HM yaitu memberikan uang kepada Kivlan sebesar 15.000 dolar Singapura atau sekitar Rp150 juta. HM juga memberikan uang sebesar Rp60 juta kepada HK dengan rincian Rp10 juta untuk operasional dan Rp50 juta untuk aksi unjuk rasa.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, peran Kivlan Zen (KZ) dan HM sangat krusial.

" Kami melakukan pengembangan penyidikan sebelum akhirnya menangkap dua tersangka," ujar Ade di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

" Kepada dua tersangka baru KZ dan HM ini patut disangka melakukan tindak pidana memiliki, menguasai menyimpan senpi ilegal tanpa izin sebagai mana diatur UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana seumur hidup," ucap dia.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan HK alias I, AZ, IR dan TJ, serta AD dan AF alias VV. Saat ini, ada satu tersangka berinisial Y yang masih dslam buron.(Sah)

3 dari 5 halaman

Gus Dur Ternyata Pernah Perintahkan Tangkap Mantan Kapolda Sofjan Jacoeb

Dream - Nama mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Mohammad Sofyan Jacoeb muncul sebagai tersangka kasus makar. Namun siapa sangka, presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah memerintahkan penangkapan terhadap Sofjan. 

Berdasarkan penelusuran Dream, nama Sofjan juga pernah menjadi ramai dibicarakan saat mendiang Gus Dur pernah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan, Agum Gumelar dan Wakapolri, Komjen Chaeruddin Ismail untuk menindak Sofjan.

Instruksi tersebut dikeluarkan Gus Dur pada 12 Juli 2001. 

Mengutip laporan Liputan6.com Gus Dur diambil tindakan hukum terhadap Sofjan untuk menegakkan disiplin. Sofjan disebut tak mematuhi perintah atasan.

" Untuk itu, presiden perintahkan Menko Polsoskam Agum Gumelar dan Wakapolri, untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku insubordinasi," kata Juru Bicara Kepresidenan waktu itu, Yahya Cholil Staquf.

 

4 dari 5 halaman

Tertawa.....

Sementara itu, Sofjan kala itu hanya tertawa mendengar perintah penangkapan itu.

" Saya jawab ha ha ha, ketawa aja," kata Sofjan.

Sofjan menyebut tak mengetahui kabar penangkapan itu karena sedang berada di Sekolah Kepolisian Negara Lido, Jawa Barat. Dia menegaskan tidak pernah membangkang terhadap presiden.

" Tunjukkan di mana subordinasi itu," kata dia.

Mendengar pernyataan presiden, Sofjan kala itu mengatakan, siap diperiksa.

" Kami tidak pernah membahas pengangkatan Kapolri Bimantoro. Kita juga tidak pernah menolak Wakapolri Chaeruddin. Kita hanya minta konstitusi ditegakkan," kata dia.

Sebelumnya dikabarkan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut, telah melakukan gelar perkara pada 29 Mei 2019. Hasil gelar perkara itu meningkatkan status saksi Sofjan, menjadi tersangka.

5 dari 5 halaman

Mantan Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar

Dream - Polisi menetapkan mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Mohammad Sofyan Jacoeb, sebagai tersangka kasus makar. Sedianya, Jacoeb menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya hari ini, namun meminta penjadwalan ulang.

" Iya seharusnya hari ini diperiksa, namun ditunda ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, dikutip dari Liputan6.com, Senin 10 Juni 2019.

Menurut Argo, penyidik Polda Metro Jaya telah memiliki bukti dan memeriksa saksi-saksi sebagai dasar penetapan tersangka Sofyan Jacoeb. Penyidik, tambah dia, bahkan telah melakukan gelar perkara atas kasus ini.

" Kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi kemudian yang bersangkutan juga kita sudah lakukan pemeriksaan saksi ya. Dan kemarin tanggal 29 Mei kita sudah gelar perkara dan kemudian dari hasil gelar perkara bahwa statusnya kita naikkan menjadi tersangka," papar Argo.

Dia menjelaskan, Sofyan Jacoeb dilaporkan bersamaan dengan tersangka makar lainnya, yang telah terdaftar di Mabes Polri.

" Terlapornya di situ ya. Ya tentunya kan ada berbagai macam kelompok itu yang melakukan kegiatan makar di situ. Sedang kita lakukan pemeriksaan saksi yang lain. Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu ya termasuk bapak itu (Sofyan)," jelas Argo.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id