Teror Ledakan di Pemakaman Non-Muslim Jeddah

News | Kamis, 12 November 2020 14:02
Teror Ledakan di Pemakaman Non-Muslim Jeddah

Reporter : Ahmad Baiquni

Teror ledakan menargetkan para pejabat konsulat lima negara barat yang menghadiri Peringatan Gencatan Senjata Berakhirnya Perang Dunia I.

Dream - Sebuah bom meledak di komplek pemakaman non-Muslim, Khawajat, yang terletak di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020.

Insiden tersebut berlangsung saat pelaksanaan Peringatan Gencatan Senjata Perang Dunia I yang dihadiri para diplomat asing.

Sedikitnya dua orang menjadi korban dalam insiden yang terjadi ketika Konsul Prancis berpidato dalam peringatan itu. Satu orang polisi Saudi dan seorang pegawai konsulat Yunani yang tinggal di Saudi mengalami luka ringan

Pasukan keamanan Saudi segera menutup akses jalan menuju komplek pemakaman tersebut. Investigasi langsung dijalankan dan kepolisian Saudi melakukan pengejaran pelaku.

Salah satu saksi mata, Nadya Chaaya, mengaku mendengar bunyi ledakan ketika pidato dari Konsul Prancis akan selesai.

Dia sempat tidak paham apa yang terjadi namun sesaat kemudian tersadar seluruh hadirin di acara tersebut menjadi target ledakan.

" Kami panik dan khawatir akan ada ledakan kedua," ujar Chaaya.

 

2 dari 3 halaman

Serangan Pengecut

Otoritas Mekah menyatakan serangan tersebut sebagai tindakan pengecut dan gagal. Sementara otoritas keamanan menyatakan investigasi atas ledakan pada acara yang digelar Konsul Prancis sedang berjalan.

Khawajat merupakan komplek pemakaman non-Muslim bersejarah yang terletak di selatan pusat kota Jeddah. Pemakaman ini dikelola oleh kantor konsulat negara-negara barat secara bergantian setiap tahunnya.

" Upacara tahunan mengenang berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, yang diikuti sejumlah konsulat, termasuk Prancis, menjadi target serangan IED pagi ini, yang melukai sejumlah orang," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.

 

3 dari 3 halaman

Kutukan dari Lima Kedubes Asing

" Kedutaan besar yang terlibat dalam peringatan itu mengutuk mengutuk serangan pengecut ini, yang sama sekali tidak bisa dibenarkan," lanjut pernyataan tersebut.

" Serangan pada orang yang tidak bersalah seperti ini memalukan dan sepenuhnya tanpa pembenaran," demikian pernyataan bersama dari lima kedubes asing yang hadir dalam peringatan tersebut, terdiri dari Prancis, Italia, Inggris, Yunani dan Amerika Serikat.

Kedutaan Prancis mendesak warganya di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul insiden penikaman yang dialami salah satu penjaga keamanan Konsulat Prancis di Jeddah pada 29 Oktober 2020.

Insiden ini terjadi di hari yang sama dengan teror penusukan yang menewaskan tiga orang di sebuah gereja di Nice, Prancis.

Sumber: Arab News

Join Dream.co.id