Sosok Wanita Ribut dengan Anggota DPR Arteria Dahlan di Bandara Ternyata Istri Jenderal

News | Rabu, 24 November 2021 11:15

Reporter : Ahmad Baiquni

Sosok wanita tersebut terungkap setelah Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mendapat telepon dari seorang pejabat TNI.

Dream - Keributan antara Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan dengan seorang wanita mengaku anak jenderal bintang tiga belum reda. Belakangan terkuak sosok wanita tersebut.

Informasi tentang wanita itu diungkap Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Dia tidak menyebutkan secara langsung sosok wanita tersebut namun sempat dihubungi seorang pria yang memiliki kaitan dengan insiden keributan tersebut.

Prasetyo mengaku mendapat telepon dari nomor tidak dikenal pada Minggu sore, 21 November 2021. Saat diangkat, pihak yang menelepon memperkenalkan diri sebagai Brigjen TNI Zamroni, mantan Komandan Distrik Militer Jakarta Pusat.

" Saya enggak tahu nomor telepon siapa tiba-tiba menelpon saya. 'Saya Zamroni Mantan Dandim Jakarta Pusat sekarang di BIN'," ujar Prasetyo menirukan ucapan Zamroni dikutip dari laman Liputan.com.

 

Sosok Wanita Ribut dengan Anggota DPR Arteria Dahlan di Bandara Ternyata Istri Jenderal
Sosok Wanita Ngaku Anak Jenderal Bintang Tiga Ribut Dengan Arteria Dahlan
2 dari 5 halaman

Keperluan Minta Dipertemukan dengan Arteria

Dia pun bertanya keperluan Zamroni menghubunginya. Ternyata, Zamroni meminta dipertemukan dengan Arteria Dahlan.

" Yah, mungkin ada senggolan di atas pesawat dengan istri saya," kata Prasetyo mengulang ucapan Zamroni.

Prasetyo kembali bertanya keinginan penelepon yang meminta dipertemukan dengan Arteria. Penelepon itu mengaku ingin meminta maaf kepada Arteria.

" Mau minta maaf kita, saya mau minta maaf, sampailah seperti itu," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Malah Dituding Jadi Beking

Usai mendapat telepon tersebut, Prasetyo berusaha menghubungi Arteria dengan maksud menyarankan agar ribut yang terjadi diakhiri secara damai. Tetapi, dia malah dituding membekingi wanita tersebut.

" Setelah saya telepon Arteria, dia beranggapan saya bekingan ini, salah lagi nih," kata dia.

Dia pun menegaskan tidak berada di pihak manapun. Prasetyo hanya berniat mempertemukan kedua belah pihak untuk mengakhiri masalah yang terjadi.

" Saya orang timur, kalau tidak mau ditemukan, ya sudah," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Prantara Santosa, menegaskan, TNI akan menelusuri seluruh pihak yang terlibat dalam insiden cekcok itu.

" Bila ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Anggota TNI, akan diproses di peradilan militer," ucap Prantara.

Ia menggarisbawahi, jika dalam proses penyelidikan ditemukan bahwa yang melakukan pelanggaran adalah sipil, akan diserahkan kepada hukum peradilan umum.

" Namun bila pihak yang diduga melakukan tindak pidana bukan Anggota TNI, akan diproses oleh aparat hukum peradilan umum," tegas Prantara.

(Sah)

4 dari 5 halaman

Panglima TNI Jenderal Andika Buka Suara Soal Cekcok Wanita Muda yang Ngaku Anak Jenderal Bintang Tiga dengan Anggota DPR Arteria Dahlan

Dream - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, buka suara soal seteru antara anggota DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, dengan wanita mengaku anak jenderal bintang tiga. Andika mengatakan, kasus ini juga sedang ditelusuri Detasemen Polisi Militer.

Dalam video yang viral, wanita tersebut dijemput dengan mobil berpelat nomor 75194-03, menandakan kendaraan dinas TNI. Terkait dengan pemilik mobil tersebut, Andika menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Polres Bandara Soekarno-Hatta.

" Justru itu (soal kepemilikan mobil dinas TNI), makanya kami ingin mendengar langsung pemeriksaan Polres kepada pelapor," ujar Andika di Mabes Polri, disiarkan live lewat akun Instagram @divhumaspolri.

Dari informasi yang dia dapat, pemeriksaan terhadap para pelapor dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 November 2021. Jadwal tersebut, kata Andika, dibuat berdasarkan kesediaan para pelapor menjalani pemeriksaan.

" Bukan karena polresnya tetapi karena ketersediaan waktu dari pelapor masing-masing," kata dia,

5 dari 5 halaman

Hanya Proses Anggota TNI

Mengenai penggunaan mobil dinas TNI untuk warga sipil, Andika menyatakan belum ada informasi pasti mengenai keberadaan anggota yang terlibat. Sementara pelanggaran yang dilakukan warga sipil akan ditangani oleh peradilan umum.

" Kalau keluarga, keluarga itu kan masuk dalam warga masyarakat, itu proses hukumnya ada di peradilan hukum," kata dia.

Jika ditemukan ada keterlibatan anggota TNI, maka proses hukumnya ditangani internal TNI.

" Kami hanya akan proses hukum anggota TNI sesuai tindakannya," ucap dia.

Selanjutnya, Andika menyatakan TNI siap menerima laporan dari kedua belah pihak jika ada tekanan. Pihaknya siap memproses hukum jika terdapat anggota TNI yang terlibat.

" Kami proses hukum, tetapi ya memang kewenangan kami kan proses hukum terhadap anggota militer," kata dia.

Join Dream.co.id