Tertular Virus Corona tapi Tak Menunjukkan Gejala, Ini Penjelasannya

News | Kamis, 16 Juli 2020 10:01
Tertular Virus Corona tapi Tak Menunjukkan Gejala, Ini Penjelasannya

Reporter : Sugiono

Ilmuwan ungkap kemungkinan orang tanpa gejala (OTG) menderita Covid-19.

Dream - Sebuah studi baru oleh ilmuwan China mengungkapkan bahwa virus corona kemungkinan memiliki partikel 'asing' yang cacat hingga menyebabkan beberapa orang sakit tanpa gejala Covid-19 atau OTG.

Dilansir dari South China Morning Post, mereka yakin bahwa sekitar 20 persen kasus Covid-19 tanpa gejala disebabkan oleh silent spreader atau penyebar virus diam-diam.

Para silent spreader inilah yang menabur benih virus corona hingga membuat dunia mengalami pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

2 dari 5 halaman

Ditemukan dari Hasil Tes Pasien

Mereka mencontohkan sebuah kasus seorang pasien di kota Chongqing yang dinyatakan positif Covid-19. Meski telah dirawat selama 45 hari di rumah sakit, pasien tersebut tidak menunjukkan gejala sakit.

Para ilmuwan yang dipimpin Profesor Li Lanjuan dari State Key Laboratory for Diagnosis and Treatment of Infectious Diseases di Zhejiang University menemukan bahwa sebuah sel yang terinfeksi oleh virus bisa melepaskan sejumlah besar partikel asing.

Partikel asing itu tidak memiliki gen virus corona yang lengkap dan tidak terbungkus dalam membran pelindungnya.

Beberapa dari partikel asing ini tampak lebih kecil dari ukuran virus normal dan kebanyakan memiliki bentuk yang tidak beraturan.

3 dari 5 halaman

Diduga `Virus Cacat`

Hasil studi para ilmuwan yang belum mendapat peninjauan dari peneliti lainnya ini telah dipublikasikan dalam platform pra-cetak bioRxiv.org pada hari Kamis pekan lalu.

Ini pertama kalinya para ilmuwan melihat partikel asing berada di dekat sel yang terinfeksi virus corona, dan mereka tidak mengetahui partikel apa itu.

Namun Profesor Li menduga partikel asing ini mungkin adalah Defective Interfering Particles (DIP) atau partikel pengganggu yang cacat.

4 dari 5 halaman

DIP adalah salinan tidak lengkap atau cacat dari virus ketika mereka membelah diri. Seperti diketahui, virus corona menyimpan gen-gennya dalam asam ribonukleat beruntai tunggal yang relatif longgar.

Sifat ini membuat virus corona rentan untuk mengalami kesalahan saat membelah diri, misalnya hilangnya gen yang mengandung unsur protein.

" Ada penghapusan kecil dalam genom dan sejumlah besar partikel. Partikel-partikel ini menjelaskan adanya infeksi tanpa gejala pada tingkat molekuler," kata Profesor Li dan rekan peneliti di Tsinghua University, Beijing.

5 dari 5 halaman

Beberapa peneliti sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran pembawa virus tanpa gejala ini menjadi penyebab awal lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Kekhawatiran inilah yang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menarik pernyataannya pada April lalu bahwa OTG tidak mungkin menyebarkan virus corona.

Profesor Li, orang pertama yang mengusulkan lockdown terhadap Kota Wuhan, belum dapat memastikan apakah partikel cacat ini bisa menyebabkan beberapa gejala lainnya.

Join Dream.co.id