Melahirkan Saat Terinfeksi Corona, Perawat Hilang Ingatan dan Lupa Kehamilannya

News | Senin, 10 Agustus 2020 08:01
Melahirkan Saat Terinfeksi Corona, Perawat Hilang Ingatan dan Lupa Kehamilannya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

"Apakah kamu ingat?' Dan dia menggelengkan kepalanya,'” kata saudara perawat itu.

Dream - Seorang perawat yang baru saja melahirkan ketika melawan infeksi virus Covid-19 harus kehilangan ingatannya setelah mengalami serangan jantung dan cedera otak.

Melansir India Times, ketika hamil 30 minggu, Sylvia Leroy, 35 tahun, tengah melawan virus Covid-19 yang bersarang di tubuhnya.

Setelah dia stabil, Leroy langsung dibawa ke ruang gawat darurat untuk melahirkan putrinya, Esther, melalui operasi caesar.

Dia menghabiskan empat menit di ruang operasi itu tanpa pasokan oksigen ke otaknya. Kondisi ini menyebabkan Leroy mengalami cedera otak anoksik yang akhirnya mempengaruhi segalanya mulai dari fungsi motorik hingga ingatannya.

 

 

 

2 dari 8 halaman

Tak Ingat Pernah Hamil

Sylvia Leroy© India Times

Kakak perempuan Sylvia, Shirley Licin, berbicara dengan New York Post, mengungkapkan bahwa ibu dua anak ini hampir tidak dapat berbicara dan tidak ingat pernah hamil.

" Kami memberitahunya 'Sylvia, kamu sakit, kamu melahirkan bayimu, tetapi kamu melakukannya dengan sangat baik - apakah kamu ingat?' Dan dia menggelengkan kepalanya, '” kata Shirley.

3 dari 8 halaman

Dugaan Hilang Ingatan

Kondisi Sylvia sulit bagi keluarganya, tetapi mereka berusaha mendukungnya dengan segala cara yang mereka bisa.

Shirley mengatakan kepada The Post bahwa para dokter percaya cairan kental dan berat di paru-parunya yang disebabkan oleh virus mungkin menyebabkan dia mengalami serangan jantung.

Putri Sylvia© India Times

Dokter melakukan operasi caesar darurat karena khawatir sesuatu akan terjadi pada bayi. Putri Sylvia, Esther, dalam keadaan sehat dan dapat pulih dengan baik di unit perawatan intensif neonatal.

(Sah, Sumber: Indiatimes.com)



4 dari 8 halaman

Perawat Cantik Dibunuh karena Ucapan: Walau Malaikat Datang Melamar, Saya Tolak

Dream - Adagium mulutmu harimaumu sepertinya tepat untuk menggambarkan motif pembunuhan perawat cantik Intan Mulyatin (25) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 5 Agustus 2020.

“ Tersangka ini sakit hati karena lamarannya ditolak orang tuanya,” tutur Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono dikutip dari laman Pojoksatu.id, Kamis 6 Agustus 2020.

Intan dibunuh oleh oknum dosen perguruan tinggi swasta, AS (31). Pelaku nekat menghabisi korban karena sakit hati lamarannya ditolak. Ia juga tidak bisa menerima ucapan orangtua Intan.

“ Walaupun malaikat datang (melamar) saya akan tetap tolak,” kata AS menirukan ucapan orang tua Intan.

5 dari 8 halaman

Pengakuan Pelaku

Ucapan itulah yang membuat AS sakit hati betul. Apalagi, AS telah membiayai Intan saat masih kuliah di perguruan tinggi kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi lain menyebutkan Intan memiliki pacar, selain AS. Intan dikabarkan akan menikah dengan kekasihnya dua bulan lagi.

Hal itulah yang menjadi alasan orangtua Intan menolak lamaran AS. Selain itu, orangtua Intan tak terima karena pelaku dan korban masih sepupu satu kali.

Selengkapnya klik di sini.

6 dari 8 halaman

Kisah Prihatin Perawat Covid-19: Disemprot Disinfektan dan Diteriaki Virus

Dream - Pandemi Covid-19 telah memicu kecemasan bahkan kepanikan bagi segelintir orang. Di tengah kondisi seperti saat ini, para tenaga medis tetap berupaya merawat para pasien positif Corona meski menyadari nyawa adalah taruhan mereka. 

Pengorbanan para dokter, perawat, dan tenaga rumah sakit ini diapresiasi banyak orang di berbagai negara dengan cara berbeda. Namun sayangnya, masih ada saja masyarakat yang tidak menghargai pengorbanan yang telah dilakukan para tenaga medis tersebut.

Dilansir dari World of Buzz, seorang perawat di Singapura mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan tempat tinggalnya. Para tetangga kerap menjauhi dan melecehkannya setelah mereka mengetahui perawat tersebut bekerja untuk menangani pasien Covid-19.

Kejadian tersebut diungkapkan melalui video singkat yang diunggah oleh akun Facebook The Online Citizen Asia pada 17 Mei 2020. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral.

7 dari 8 halaman

Diteriaki Virus dan Disemprot Disinfektan

Dalam video berdurasi 1 menit tersebut, terlihat para tetangga yang dikenalnya selama lima tahun terakhir terus mengejek, menghina bahkan menyemprotkan cairan yang diduga disinfektan ke tubuh si perawat dan anaknya.

Sambil menyemprotkan cairan dari balik pintu besi yang terkunci, para tetangga yang seperti tak punya hati nurani itu meneriakkan 'Virus, virus, virus' berulang kali kepada sang perawat yang tak disebutkan namanya tersebut. Untungnya, cairan tersebut tidak mengenai mata sang anak.

" Ini adalah situasi saat saya pulang ke rumah sekarang. Saya ragu itu akan berhenti selema kita masih bertetangga dan saya bekerja sebagai perawat," tulis perawat proa dalam video tersebut.

" Apa yang terjadi pada 'tepuk tangan untuk garda depan' dan lagu 'home'?! Ini ada kenyataan yang garda depan alami saat ini," tambahnya.

 

8 dari 8 halaman

Laporan Tak Digubris Polisi

Perawat tersebut kemudian mengajukan laporan kepada pihak berwenang atas insiden tersebut. Namun sang perawat masih sangat menyayangkan karena ternyata dirinya masih tetap menghadapi pelecehan walaupun sudah melaporkan.

Hingga saat ini belum ada kejelasan yang diambil otoritas Singapura. Namun banyak warga Singapura yang memberikan dukungan dan semangat kepada perawat pria dan anaknya tersebut.

Patut diingat bahwa selama masa-masa sulit ini, diskriminasi pekerjaan tidak dapat diterima di masyarakat. Kita semua sebagai makhluk sosial harus menghargai dan menghormati frontliner yang terus mempertaruhkan hidup mereka untuk orang lain.

(Sah, Sumber: Worldofbuzz.com)

Join Dream.co.id