Tekan Covid-19, Arab Saudi Larang Warganya ke 12 Negara Ini

News | Senin, 18 Januari 2021 11:00
Tekan Covid-19, Arab Saudi Larang Warganya ke 12 Negara Ini

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Arab Saudi memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke 12 negara tertentu tanpa mengajukan izin.

Dream - Pada Rabu, 13 Januari 2021, Arab Saudi memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke 12 negara tanpa mengajukan izin. Kebijakan itu dilakukan sebagai salah satu cara mencegah persebaran virus Corona.

“ Kementerian memperingatkan larangan bepergian ke sejumlah negara tanpa izin dari pihak terkait, mengingat kondisi keamanan dan instabilitas yang terjadi di sejumlah negara ini, akibat pandemi virus corona yang masih terjadi (Covid-19) dan penyebaran tipe mutasi baru virus,” demikian pengumuman Kementerian Dalam Negeri Saudi, dikutip dari Al Arabiya, Jumat 15 Januari 2021.

Negara-negara yang masuk daftar larangan ini yaitu Libya, Yaman, Lebanon, Turki, Armenia, Afghanistan, Suriah, Iran, Somalia, Belarus, Republik Demokratik Kongo, dan Venezuela.

2 dari 5 halaman

Buka Perbatasan

Pekan lalu, Arab Saudi mengumumkan akan mencabut pembatasan kunjungan dan membuka kembali penerbangan internasional mulai 31 Maret 2021, setelah berbulan-bulan dibatasi karena wabah virus corona.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi tetap mendesak warganya untuk menahan diri agar sementara tidak berpergian.

Kementerian juga mengatakan, warga Arab Saudi yang berada di negara-negara berisiko tinggi harus segera mendaftarkan diri ke Kedutaan Arab Saudi.

3 dari 5 halaman

Varian Baru di Inggris dan Afrika

Inggris dan Afrika Selatan mendeteksi dua varian baru virus corona pada Desember lalu, dan varian ini disebut lebih cepat menyebar ke berbagai negara lainnya di dunia.

Varian baru ini, diklaim 70 persen lebih menyebar daripada tipe sebelumnya. Berbagai negara di dunia berupaya keras mencegah terjadi gelombang susulan.

(Sumber: english.alarabiya.net)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Singapura Umumkan Kasus Pertama Varian Baru Covid-19 dari Inggris

Dream – Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi kasus pertama Covid-19 varian baru dari Inggris. Kasus tersebut ditemukan pada gadis Singapura usia 17 tahun yang baru pulang dari belajar di Inggris.

Dikutip dari Channel News Asia, konfirmasi tersebut disampaikan pada Rabu, 23 Desember 2020. Kemenkes Singapura menyatakan dengan kemunculan varian berkode B117 di Inggris, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional tengah melakukan pengurutan genom virus untuk kasus Covid-19 baru tersebut.

Terdapat total 31 kasus impor dari Eropa. Kasus tersebut masuk ke Singapura dalam kurun waktu 17 November hingga 17 Desember dan terkonfirmasi positif Covid-19 bulan ini.

Dari jumlah tersebut, 12 kasus tidak terinfeksi varian B117. Sedangkan satu pasien yang diidentifikasi sebagai kasus 54.504, ditemukan membawa jenis tersebut.

Lima sampel tidak dapat diurutkan karena kemampuan penyebaran rendah. Sedangkan 11 sampel sedang menunggu hasil, sementara pada pemeriksaan awal dinyatakan positif untuk jenis B117. Sisanya sebanyak dua sampel belum diuji.

5 dari 5 halaman

Seluruh Kontak Dekat Sudah Dikarantina dan Dinyatakan Negatif

Meski begitu, Kementerian Kesehatan menyatakan tidak ditemukan bukti yang menyatakan B117 sudah beredar di masyarakat.

" Semua kasus telah ditempatkan pada pemberitahuan tinggal di rumah selama 14 hari di fasilitas khusus atau diisolasi saat tiba di Singapura, dan kontak dekat mereka telah dikarantina sebelumnya," demikian pernyataan pejabat Kemenkes Singapura.

Gadis Singapura 17 tahun yang terinfeksi Covid-19 tipe B117 sebelumnya berada di Inggris untuk belajar sejak Agustus tahun ini. Pada 6 Desember, gadis tersebut pulang ke Singapura dan menjalani isolasi mandiri.

Keesokan harinya, dia mengalami demam. Sedangkan pada 8 Desember 2020, gadis itu dinyatakan positif Covid-19.

" Seluruh kontak dekatnya telah dikarantina dan dites dengan hasil negatif di akhir masa karantina," lanjut pernyataan tersebut.

Karena gadis tersebut telah menjalani isolasi begitu tiba di Singapura. Kemenkes telah membuat pembatas. " Sehingga tidak terjadi penularan lebih lanjut dari dia," bunyi pernyataan tersebut.

Join Dream.co.id