Target 70 Persen Vaksinasi Tercapai, New York Cabut Pengetatan Covid-19

News | Kamis, 17 Juni 2021 13:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Warga New York yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dibolehkan tidak mengenakan masker.

Dream - Negara Bagian New York, Amerika Serikat, mencabut sejumlah besar aturan pengetatan Covid-19. Keputusan ini ditetapkan menyusul telah tercapainya target herd immunity dengan 70 persen penduduk yang sudah menerima vaksinasi.

" Apa yang telah dilakukan New York luar biasa. Tidak hanya kami memiliki tingkat positif Covid terendah di Amerika Serikat, kami telah mencapai vaksinasi 70 persen lebih cepat dari jadwal," ujar Gubernur New York, Andrew M. Cuomo, lewat laman governor.ny.gov.

New York menjadi negara bagian AS yang pertama memberlakukan vaksinasi massal untuk warganya. Suntikan dosis pertama pada perawat bernama Sandra Lindsay menjadi momen dimulainya vaksinasi Covid-19 di New York.

" Kami telah melakukan lebih dari 20 juta vaksin, lebih banyak per kapita daripada negara bagian besar mana pun di Amerika Serikat," kata Cuomo.

 

Target 70 Persen Vaksinasi Tercapai, New York Cabut Pengetatan Covid-19
Gubernur New York, Andrew M Cuomo (governor.ny.gov)
2 dari 6 halaman

Seluruh Bisnis Kembali Buka

Dia juga mengatakan sudah 70 persen warga New York berusia 18 tahun ke atas telah menerima vaksin dosis pertama. Cuomo kemudian mengumumkan perintah pengetatan pada bisnis komersial, layanan sosial, acara olahraga dan rekreasi, konstruksi, manufaktur dan retail yang berlaku sejak awal Maret 2020 akan segera dicabut.

" Kita bisa hidup kembali. Bisnis bisa dibuka, karena mandat pengetatan perkumpulan sosial, pembatasan kapasitas, screening keseharan, protokol pembersihan dan disinfeksi seluruhnya hilang," terang Cuomo.

Bagi warga yang belum mendapat vaksin, Cuomo mengatakan mereka masih diharuskan menggunakan masker secara konsisten sesuai rekomendasi dari CDC. Termasuk kepada pengunjung dari luar New York.

New York sempat mencatatkan kasus positif mencapai lebih dari 2 juta orang dan hampir 53 ribu kasus Covid-19 meninggal dunia. Kini New York menjadi negara bagian dengan tingkat kasus positif terendah di seluruh AS.

3 dari 6 halaman

Sekolah di Amerika Serikat Bakal Dibuka Seluruhnya Pada September 2021

Dream - Sejumlah negara mulai uji coba membuka kembali sekolah setelah tutup selama 1 tahun karena pandemi Covid-19. Amerika Serikat, berencana bakal membuka seluruh sekolah pada musim gugur mendatang atau September 2021.

Hal tersebut diungkapkan Rochelle Walensky, MD, direktur CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat. Menurut analisis CDC, semua sekolah sudah bisa dibuka untuk pembelajaran tatap muka pada musim gugur, bahkan jika tidak semua anak divaksinasi.

" Kita harus mengantisipasi, pada September 2021, bahwa sekolah harus lengkap dan semua anak kita kembali ke kelas,” kata Walensky, kepada ABC News, dikuti dari WebMD.

Ia juga memperkirakan pertengahan Mei, vaksin Covid-19 untuk anak usia 12 hingga 15 tahun sudah siap. Pfizer merilis data baru minggu lalu yang menunjukkan vaksin Covid-19 aman dan efektif untuk berusia 12-15 tahun.

 

4 dari 6 halaman

Saat ini FDA (Badan Pengawas Obat AS) sedang dalam tahap memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19 untuk anak tersebut. Moderna juga melakukan uji klinik vaksin Covid-19 pada remaja dan pra-remaja. Walensky berharap vaksin Pfizer dan Moderna akan tersedia untuk usia 12 tahun ke atas pada Mei 2021.

Johnson & Johnson juga akan memulai uji klinis pediatrik dalam beberapa bulan mendatang. Pada 2 Maret, Presiden Joe Biden memerintahkan tiap negara bagian untuk menjadikan guru, staf sekolah dan pekerja pengasuhan anak sebagai kelompok prioritas vaksinasi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 6 halaman

Amerika Serikat Bersiap Hadapi 'Strain Super' Covid-19

Dream - Penyebaran dan penularan virus Covid-19 di seluruh dunia belum ada tanda-tanda pengendalian secara signifikan. Kabar buruknya, muncul virus Covid-19 strain baru yang lebih menular.

Virus " strain super" ini sudah ada di Inggris, beberapa negara Eropa, dan Amerika Serikat. Virus yang 50 persen lebih menular itu diketahu dari Afrika Selatan. Adam Kucharski, PhD, seorang profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine yang berspesialisasi dalam matematika wabah penyakit menular, mengatakan bahwa perhitungan matematika menunjukkan jenis penyakit menular akan lebih mematikan.

Kucharski baru-baru ini membandingkan berapa banyak orang yang akan meninggal setelah 10.000 infeksi baru selama sebulan. Dengan situasi saat ini, dengan virus yang membuat setiap pasien menginfeksi rata-rata 1,1 orang lainnya.

Dengan virus yang 50% lebih menular, bisa jadi berakhir dengan 978 kematian lebih banyak selama sebulan penyebaran - atau lima kali lebih banyak kematian.

Ini berarti dibutuhkan penyesuaian dengan cepat, termasuk kapasitas rawat inap karena puncak penularan bisa terjadi pada beberapa minggu ke depan karena strain varian baru bakal menyebabkan gelombang infeksi baru.

 

6 dari 6 halaman

Lebih Banyak Infeksi, Lebih Banyak Kematian

Ashish Jha, MD, dekan Brown School of Public Health, memproyeksikan bahwa ketika strain baru terjadi di A.S., mereka dapat menyebabkan 10 juta infeksi baru tambahan pada akhir Februari dan sebanyak 150.000 kematian lebih.

“ Tanpa tindakan agresif untuk membatasi penyebaran virus, memperkuat sistem perawatan kesehatan di seluruh negeri, dan mempercepat administrasi vaksin, Los Angeles menawarkan gambaran tentang apa yang mungkin dialami banyak komunitas selama beberapa bulan mendatang,” katanya, dikutip dari WebMd.

Mantan Komisaris FDA Scott Gottlieb, MD, meramalkan Sunday di Face the Nation bahwa strain baru akan bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi baru di AS pada Maret 2021.

“ Ini masalah besar bagi dunia yang sudah terbentang mencoba untuk tetap mengontrol varian lama,” kata Marc Lipsitch, PhD, seorang profesor epidemiologi di Harvard's T.H. Chan School of Public Health.

“ Jika kita tidak mengubah langkah-langkah pengendalian kita, setelah itu menjadi umum, itu akan sangat mempercepat transmisi,” katanya.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id