Ibu di Cianjur Masak Batu Demi Hilangkan Rasa Lapar Anak

News | Selasa, 3 November 2015 16:03
Ibu di Cianjur Masak Batu Demi Hilangkan Rasa Lapar Anak

Reporter : Ahmad Baiquni

Iyah bersama suami dan tujuh anaknya hidup dalam kondisi sangat kekurangan. Mereka bahkan sampai memasak batu lantaran tidak ada persediaan makanan.

Dream - Iyah, 33 tahun, asal Cianjur merupakan potret bagaimana kelompok miskin di Indonesia masih saja terabaikan. Wanita yang merupakan istri dari Andun Suherman, 45 tahun, harus membesarkan tujuh orang putrinya dalam kondisi serba kekurangan.

Bahkan, Iyah sampai memasak batu untuk mengelabui anaknya. Sebab, di rumahnya sudah tidak ada lagi persediaan makanan.

Kisah ini terjadi ketika anak Iyah yang masih kecil merengek lapar. Iyah bingung dan memutuskan memasak batu, berharap anaknya tertidur dan melupakan rasa laparnya.

Kabar tersebut lantas terdengar oleh Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu. Hatinya terenyuh dan segera menemui keluarga Andun dan Iyah.

Guntur lalu memberikan sejumlah bantuan. Tidak hanya makanan, pejabat kepolisian itu juga mengusahakan agar Andun, Iyah dan ketujuh putrinya tinggal di rumah yang layak.

Selama ini, mereka tinggal di gubuk reyot yang berdiri di atas lahan milik orang. Guntur mencoba mendekati pemilik tanah hingga akhirnya sang pemilik tanah merelakan sebagian tanahnya untuk keluarga miskin tersebut.

Guntur membalas kebaikan pemilik tanah dengan menanggung seluruh biaya sertifikasi tanah tersebut. Dalam pengurusan sertifikat dan pemberian bantuan, Guntur dibantu oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cianjur beserta sejumlah donatur.

(Ism, Sumber: akun fanpage Divisi Humas Mabes Polri.)

Kisah-kisah polisi inspiratif lainnya, klik halaman berikutnya.. 

 

2 dari 6 halaman

Bripda Taufiq, Polisi Jujur yang Tinggal di Kandang Sapi

Dream - Menolak menyerah di tengah keterbatasan. Begitulah yang ingin ditunjukkan seorang polisi berpangkat Bripda, Muhammad Taufiq Hidayat.

Berasal dari keluarga miskin dan tinggal di bangunan bekas kandang sapi, tidak lantas membuat polisi muda ini patah arang, mewujudkan cita-citanya bergabung bersama Polri. Berikut kisah lengkapnya; Cek halaman berikut!

3 dari 6 halaman

Aiptu Jailani, Polisi Langka Penilang Istri Sendiri

Dream - Hari belum terang tanah. Kumandang azan subuh baru saja lewat, di Ahad itu. Di rumah sederhana dalam sebuah gang, Rahmawati sedang berkemas. Istri polisi lalu lintas itu menyisipkan dompetnya ke dalam tas belanja yang tergantung di sepeda motor. 

Dari balik pagar rumahnya di Gang 6D, Jalan Jaksa  Agung Suprapto, Gresik, Jawa Timur, Rahmawati mengeluarkan motornya dengan senyap. Dia berusaha tidak membangunkan dua anaknya yang masih terlelap. “ Belanja ke pasar sebentar, pulang sebelum anak-anak bangun,” begitu pikirnya. 

Di mulut gang, baru Rahmawati menyalakan mesin motor menuju pasar di Simpang Lima Gresik. Setiba di pasar, pembeli sudah ramai. Mumpung anak-anak libur sekolah, dia ingin memasak agak istimewa.

Terlalu asyik belanja Rahmawati lupa hari mulai terang. Bergegas dia keluar pasar dan memacu motornya pulang. Sial baginya, jarum jam sudah menunjuk angka tujuh. Setiap hari Ahad, jalan Jaksa Agung yang menuju rumahnya ada larangan kendaraan bermotor melintas. Car free dayitu berlaku selama dua jam sejak pukul 06.00 WIB.

Rahmawati panik, khawatir anak-anaknya sudah bangun sementara dia belum sampai rumah. Sementara suaminya pun sedang bertugas pagi itu. Celingak-celinguk, dia mencari jalan alternatif melewati lorong-lorong kecil di belakang Jalan Jaksa Agung Suprapto, menuju rumahnya. 

Rahmawati mengarahkan motornya ke sebuah lorong. Saat hendak masuk ke mulut gang, dua polisi lalu lintas yang berjaga mengenalinya. Mereka segera menghampiri istri Aiptu Jailani, sesama anggota polantas di kota itu. Kedua polisi itu faham kesulitan yang sedang dihadapi Rahmawati. 

“ Sudah, tak usah lewat gang,” kata salah seorang polisi. Mereka mempersilakan Rahmawati lewat jalan raya itu. Menimbang saran itu, Rahmawati pun mengucap terimakasih dan menjalankan motornya menuju rumah.

Terang saja, semua mata memandang ke arah satu-satunya motor yang melintas itu. Meskipun motor itu berjalan pelan dan menyisir di tepian jalan. Masyarakat yang tengah berolahraga di jalan itu bertanya-tanya. Petugas polantas yang dilewati tak menghiraukan, karena mereka sangat mengenal pengendara motor tersebut. 

Baru beberapa ratus meter motor itu melintas, mendadak seorang polantas menghentikannya.Lho…? Rahmawati kaget, lalu menatap wajah sang polisi. Ternyata polisi itu adalah Aiptu Jailani, suaminya sendiri. Tak hanya dinasehati karena melanggar lalu lintas, sang suami juga menerbitkan surat tilang untuk istrinya sendiri.  

“ Untungnya istri mau mengerti dan memahami tindakan saya,” kata Aiptu Jailani tersenyum geli saat menceritakan kejadian itu kepada reporter merdeka.com, Moch. Ardiansyah.

Cerita tentang polisi yang menilang istrinya sendiri, segera tersebar di kota santri itu. Obrolan menyebar di warung-warung kopi. Jadi banyolan, tapi juga muncul rasa hormat kepada Pak Polisi Jaelani. 

Berita itu segera terekspos di media massa. Komunitas Forum Film Jambi tertarik dan membuat film pendek dengan judul “ Kisah Nyata Polisi Menilang Istrinya.” Sejak diunggah ke jejaring video sosial Youtube akhir Mei 2914 lalu, film itu telah ditonton lebih dari 800 ribu kali!

4 dari 6 halaman

Aiptu Wazir, Polisi yang Lacak Identitas Mayat dengan Quran

Dream - Seorang polisi bernama Wazir Arwani Malik mampu mensinergikan antara ilmu forensik dengan sejumlah ayat yang ada dalam kitab suci Alquran.

Penyidik berpangkat Aiptu Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah, yang kesehariannya berkutat di dunia forensik mampu mengaplikasikan ayat Alquran saat melakukan olah TKP terhadap mayat.

Menurut dia, pendekatan teologis dalam hal autopsi sangat membantu untuk memecahkan persoalan forensik yang kerap menjadi tanda tanya. 

Apalagi, ketika ia harus memecahkan suatu kasus, seperti mayat yang tidak diketahui identitasnya. Penasaran? Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism)

5 dari 6 halaman

Setidaknya 1 Polisi Seperti Ini Harus Ada Di Indonesia

ream - Sebuah film pendek karya anak bangsa berjudul Different bercerita tentang seorang polisi lalu lintas yang menangkap seorang pengendara motor yang tidak mematuhi aturan lalu lintas jalan raya.

Pengemudi yang terburu buru berusaha berdamai dengan memberikan 'hadiah' berupa uang untuk sang polisi, tapi apa yang dilakukan polisi tersebut pastinya membuat takjub. Film yang berdurasi 3 menit 46 detik ini cukup banyak membuat netizen berharap memiliki sosok polisi pengayom seperti itu.

Film pendek ini dibuat sebagai bentuk kontribusi pada Police Movie Festival 2014 dengan tema Hope and Change. Different berhasil meraih juara ketiga dalam ajang tersebut. (sumber youtube : Rupakata Cinema) 

6 dari 6 halaman

Jenderal Hoegeng, Polisi Jujur Anti-Korupsi

Dream - Hoegeng Iman Santoso. Inilah polisi yang disebut sebagai contoh jenderal jujur yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Kapolri yang patut menjadi teladan bagi seluruh anggota Korps Bhayangkara.

Bahkan, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memiliki anekdot: hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia. Mereka yakni patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.

Hoegeng lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 14 Oktober 1921. Terlahir dengan nama Iman Santoso. Semasa kecil sering dipanggil Bugel (gemuk), yang kemudian sampai dewasa lebih populer dipanggil Hoegeng. Maka, menempellah nama itu sehingga menjadi Hoegeng Iman Santoso.

Dia merupakan anak sulung pasangan Soekario Kario Hatmodjo dan Oemi Kalsoem. Sang ayah merupakan seorang Kepala Kejaksaan yang selama hayatnya tidak pernah mempunyai tanah dan rumah pribadi. Sementara sang ibu merupakan perempuan sederhana yang sering menanamkan nilai-nilai budi pekerti baik kepada Hoegeng kecil.

Selama menjabat Kapolri sejak tahun 1968 hingga 1971, Hoegeng dikenal sebagai sosok pemimpin yang bersih. Meski sudah meninggal 14 Juli 2004, kisah kejujuran Hoegeng tak luntur. Kisah Hoegeng itu ditulis dalam memoar Hoegeng, Polisi antara Idaman dan Kenyataan, karangan Ramadhan KH.

Berikut aksi Hoegeng yang mengundang kekaguman itu, sebagaimana dikutip dariMerdeka.com dan berbagai sumber lainnya. (Ism)

Join Dream.co.id