Tak Jadi Menteri Agama Lagi, Lukman: Saya Bahagia

News | Kamis, 24 Oktober 2019 11:00
Tak Jadi Menteri Agama Lagi, Lukman: Saya Bahagia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Lukman lepas jabatan tanpa meninggalkan beban tugas.

Dream - Lukman Hakim Saifuddin mengaku lega karena tidak lagi menjabat sebagai mengeri agama. Posisi itu kini ditempati oleh Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.

" Saya bahagia, saya tidak sedih sama sekali," ujar Lukman di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.

Lukman menjelaskan seluruh stakeholder dan staf di lingkungan Kemenag sudah bisa menempatkan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sehingga, dia tidak meninggalkan beban tugas bagi Fachrul Razi.

" Saya bahagia, karena saya merasa bahwa teman-teman yang ada di sini sudah bisa jalan sendiri, bahkan sudah bisa berlari," ucap dia.

Lukman yakin, dengan terpilihnya Fachrul, Kemenag akan jadi lebih baik lagi. Dia pun menitipkan pesan agar Fachrul meneruskan lima budaya kerja yang dirintisnya dan menjadi tradisi di Kemenag yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.

" Lima nilai budaya kerja kami titipkan dan ini betul-betul semakin terinternalisasi kepada ASN kita," kata Lukman.

2 dari 6 halaman

Bukan Santri, Fachrul Razi Duga Ini Alasannya Jadi Menag

Dream - Dipilihnya Fachrul Razi untuk menduduki kursi Menteri Agama (Menag) mengundang pertanyaan besar. Banyak yang menilai keputusan Presiden Joko Widodo tak lazim karena mengangkat seorang Menag dari lingkungan militer bukan pesantren atau ormas Islam.

Ditemui usai serah terima jabatan dengan Lukman Hakim Syaifuddin, Fachrul mengakui jika latar belakangnya memang bukan seorang santri.

" Saya bukan tamatan pesantren. Tapi saya dibesarkan di lingkungan Islam ketat," ujar Fachrul di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.

Fahcrul mencerirakan, ketika masuk Akademi Militer angkatan 70, dia bersama beberapa rekan seangkatannya mendirikan kelompok komando masjid. Ini merupakan wadah bagi Taruna Akmil untuk belajar Islam serta sholat dan mengaji.

" Dulu masih banyak (taruna yang belum bisa ngaji dan sholat," ucap dia.

Tamat Akmil, mantan Wakil Panglima TNI ini rajin mensyiarkan agama Islam. Dia kerap mengisi khotbah Jumat.

Dalam khotbahnya, Fachrul sering menyampaikan materi Islam yang moderat, Islam rahmatan lil alamin serta saling menghargai demi persatuan dan kesatuan bangsa.

" Saya duga, Pak Jokowi tahu saya khotbah bangun Islam yang damai. Mungkin di benak beliau kira-kira seperti itu," kata dia.

lebih lanjut, mantan Ketua Tim Bravo 5 itu mengatakan di masa lalu ada stigma pembeda di lingkungan TNI. Untuk perwira yang sering berdakwah itu masuk perwira hijau yang artinya berbahaya dan perwira merah putih dimaknai sebagai TNI yang berjiwa merah putih.

" Padahal saya lihat yang merah putih juga itu nggak pernah sholat. Tapi penyebutan perwira merah putih dan hijau tidak lama," kata dia.(Sah)

3 dari 6 halaman

Menag Fachrul Razi: Pokoknya Kerja Cepat

Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, menegaskan hanya akan melakukan amanat presiden untuk bekerja cepat tanpa dipusingkan dengan program 100 hari. Mantan tentara ini juga memastikan takkan menyusun visi misi sendiri saat menjalankan tugas sebagai Menag. 

" Pokoknya kita bekerja dengan cepat. Jadi beliau (Jokowi) nggak mau seolah-olah 100 hari menjadi mengikat, justru jalan dengan cepat," ujar Fachrul di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.

Sesuai dengan instruksi yang diterima saat perkenalan pagi tadi, Fachrul mengatakan para menteri ditugaskan untuk selalu bekerja mewujudkan visi misi Presiden dan Wakil Presiden.

" Visi misi kita itu adalah Indonesia, sehingga dengan demikian nggak usah berpikir mencapai jangka pendek dulu, nanti malah menyebabkan visi misi bangsa nggak tercapai," ucap dia.

Secara khusus, Fachrul mendapat tugas dari Jokowi untuk menangani radikalisme dan terorisme di Indonesia.

" Radikalisme semua orang paham, radikalisme menghancurkan bangsa," kata dia.

Meski demikian, mantan Wakil Panglima TNI itu belum merancang program kerja untuk menangani radikalisme dan terorisme.

" Program belum dulu. Kenapa belum, (seperti) saya katakan tadi di sana, kalau dokter kasih obat pasien, diperiksa dulu apa yang sudah, pasti ditanya 'oh kamu demam ya, apa obat yang sudah dimakan'," kata dia.(Sah)

4 dari 6 halaman

Ditunjuk Jadi Menag, Fachrul Razi: Mungkin Jokowi Dengar Omongan Saya

Dream - Latar belakang profesi Fachrul Razi memang berbeda dengan jabatan menteri yang kini diemban. Purnawirawan jenderal TNI itu kini menduduki kursi Menteri Agama.

Mantan Wakil Panglima TNI itu menduga Presiden Joko Widodo memberinya amanah sebagai Menteri Agama karena kerap mendengar pendapat-pendapatnya selama melakoni kunjungan bersama ke sejumlah daerah.

" Setiap kali kalau ke daerah saya selalu bicara Islam adalah agama yang damai, agama penuh toleransi, jadi kalau ketemu orang Islam yang suka kekerasan berarti ada yang salah," kata Fachrul usai pelantikan menteri di Istana Negara, Rabu 23 Oktober 2019.

Fachrul mengatakan, Islam penuh damai selalu menjadi tema yang dia sampaikan setiap kali menjadi pembicara di daerah-daerah. Selain itu, sejak kecil dia sangat suka membaca buku-buku agama.

Selain alasan tersebut, Fachrul mengatakan Jokowi menaruh perhatian besar terhadap pemberantasan radikalisme. Menurut dia, radikalisme memang menjadi isu yang santer belakangan ini.

" Beliau membayangkan juga potensi-potensi radikalisme cukup kuat dalam beberapa tahun belakangan," kata dia.

Fachrul segera bekerja. Dia akan berdiskusi lebih dulu dengan staf di lingkungan Kemenag terkait banyak hal terutama radikalisme.

" Saya akan balik dulu ke kantor saya, mungkin tanya dulu ke teman-teman, mungkin bisa kita dalami terapi apa yang tepat," kata dia.

5 dari 6 halaman

Fachrul Razi Satu-satunya Menag dari Militer?

Dream - Presiden Joko Widodo memilih Fachrul Razi untuk duduk sebagai Menteri Agama. Pria yang sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Tim Relawan Bravo-5 ini menggantikan Lukman Hakim Saifuddin.

Jokowi memberikan tugas utama kepada Fachrul tidak hanya mengurusi haji dan masalah keumatan. Lebih dari itu, Fachrul harus menangani isu radikalisme yang kini tengah marak.

Keputusan Jokowi ini bisa dianggap sebagai sejarah. Sebab, Jokowi mengisi posisi Menag bukan dari kalangan ormas Islam maupun partai politik Islam, melainkan militer.

Fachrul Razi merupakan purnawirawan TNI AD dengan pangkat Jenderal dan posisi terakhir sebagai Wakil Panglima TNI. Fachrul juga merupakan petinggi TNI terakhir yang mengampu jabatan tersebut sebab dihapus oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Tetapi, apakah Fachrul Razi adalah satu-satunya Menag berlatar belakang militer? Jawabannya, Fachrul ternyata menag ketiga dari lingkungan TNI.

Berikut dua Menteri Agama sebelumnya yang juga berlatar belakang militer:

 

6 dari 6 halaman

Alamsyah Ratu Perwiranegara

Indonesia pernah punya menag yang berasal dari kalangan militer. Meski sebenarnya tugas menag tidak berkaitan langsung dengan pertahanan negara.

Menag pertama yang berasal dari kalangan militer yaitu Alamsyah Ratu Perwiranegara. Dia menjabat dalam Kabinet Pembangunan IV era Presiden Soeharto.

Alamsyah cukup lama mengampu jabatan Menag yaitu pada 29 Maret 1978 hingga 19 Maret 1983. Tetapi dia tidak terkenal sebagai tokoh agama melainkan tokoh militer.

Pangkat terakhirnya yaitu Letnan Jenderal dan menduduki jabatan Deputi Khusus Menteri/Panglima Angkatan Darat. Setelah itu, kariernya berlanjut di lingkungan pemerintahan dengan jabatan pertama sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Dia juga pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda. Setelah itu, dia pensiun dari TNI dan kembali ke pemerintahan sebagai Dewan Pertimbangan Agung, lalu Menteri Agama dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

 

Join Dream.co.id