Korban Perkosaan Bintaro Berharap Pelaku Juga Dijerat UU ITE

News | Rabu, 12 Agustus 2020 08:03
Korban Perkosaan Bintaro Berharap Pelaku Juga Dijerat UU ITE

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kedatangannya tersebut selain memberi keterangan, meminta pihak kepolisian untuk memberikan pasal tambahan.

Dream - AF, 24 tahun, korban pemerkosaan di Bintaro mendatangi Polres Tangerang Selatan bersama kuasa hukumnya Abraham Sriwijaya, 28 tahun. Korban memberikan keterangan lebih lanjut terkait peristiwa yang menimpanya pada setahun lalu, 13 Agustus 2019.

Kedatangannya selain memberi keterangan, meminta kepolisian memberikan pasal tambahan terkait pelecehan seksual, dengan mengirimkan gambar-gambar tidak senonoh. Maka itu, korban berharap pelaku juga dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

“ Iya sudah dapat kabar pelaku sudah ditangkap. Kami juga mengusulkan kepada kepolisian untuk bisa dalami terkait tindak pidana UU ITE, karena pelalu sempat mengirim gambar-gambar yang tidak senonoh kepada korban,” ujar Abraham, Senin 10 Agustus 2020.

2 dari 6 halaman

Abraham meminta kepolisian agar menghukum berat pelaku sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali, dan proses hukumnya berjalan cepat.

“ Ya kejadiannya kan sudah hampir setahun. Trauma pasti ada, tapi yang diinginkan korban kan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi kasus kasus pelecehan seksual kan banyak, jangan sampai prosesnya menjadi terhambat,” katanya.

Lamanya proses hukum, membuat korban memberanikan diri untuk mengungkap peristiwa itu di sosial media dan akhirnya menjadi viral.

3 dari 6 halaman

“ Mungkin karena pihak korban juga pada waktu pelaporan tidak didampingi oleh penasehat hukum, jadi korban mencari keadilan dengan cara mempublikasi kasus ini ke media,” jelasnya.

Sementara AF (24), korban pemerkosaan yang mengaku sering mendapat teror dari pelaku. Dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“ Sering diteror berkali-kali pake akun instagram, dia (pelaku) kirim foto (tidak senonoh). Harapanya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata AF.

(Sumber: Pojoksatu)

4 dari 6 halaman

Setahun Hilang Jejak, Pelaku Rudapaksa di Bintaro Akirnya Dibekuk

Dream - Jajaran Reskrim Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap terduga pelaku pemerkosaan terhadap perempuan berinisial AF, di Bintaro, Tangerang Selatan, tahun lalu. Pelaku berinisial RI, berusia 19 tahun.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Imam Setiawan, mengatakan, hingga kini polisi masih memeriksa RI. Dari hasil sementara, motif RI lakukan pemerkosaan tersebut berawal dari mencuri.

" Motif mau nyuri, ketahuan korban kemudian korban dipukul. Jadi korban ini kebangun, dipukulin terus perkosa korban," kata Imam, dikutip dari merdeka.com, Senin 10 Agustus 2020.

 

 

5 dari 6 halaman

RI memukul AF memakai besi yang ada di kamar. Kemudian usai melampiaskan nafsu birahinya, RI pergi dengan membawa sebuah handphone milik AF.

" Usai dipukul itu korban berdarah dan pingsan. Habis itu dia nyuri handphone milik korban," katanya.

Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan, tengah memburu tersangka pemerkosaan dan teror terhadap perempuan berinisial AF, warga Bintaro, Tangerang Selatan.

 

6 dari 6 halaman

Kasus pemerkosaan ini disebut-sebut terjadi pada Agustus 2019. Kondisi rumah saat itu sepi. Sang ibu sudah berangkat kerja. Jam menunjukkan sekitar pukul 09.30 WIB.

AF mengaku saat itu merasa dibangunkan dan melihat seseorang. Dia pun ke luar kamar tidur menuju sosok tersebut. Tiba-tiba hadir sosok laki-laki tak dikenal yang datang ke dalam kamar langsung menyerang dan memperkosanya.

AF mengaku telah melapor ke polisi pada 2019. Namun dugaan kasus pemerkosaan ini tak bisa dibawa kasus ke jalur hukum. Menurut AF, kepolisian menyebut kasus ini kurang memiliki bukti untuk dibawa ke jalur hukum.

Join Dream.co.id