Tabib Pembuat Ramuan Antivirus Corona Malah Meninggal Karena Covid-19

News | Jumat, 24 September 2021 15:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Tabib ini sempat mengklaim bakal bisa mengakhiri Covid-19 pada November.

Dream - Tabib asal Sri Lanka, Eliyantha White, 48 tahun, yang mengklaim menemukan ramuan penyembuh Covid-19 dan telah menyembuhkan banyak atlet dan politisi terkenal di negaranya dilaporkan meninggal dunia. Tragisnya, tabib itu justru meninggal karena virus Sars-CoV2 yang memicu penyakit Covid-19.

Sebelum meninggal dunia, White gencar mempromosikan ramuan berkah yang diklaim dapat menangkal Covid-19.

White, yang mengobati bintang olahraga dan politisi top, termasuk perdana menteri sempat mengklaim daoat mengakhiri pandemi di Sri Lanka dan India pada November mendatang. Caranya, dengan menuangkan 'air berkah' buatan dia ke sungai-sungai.

Sang tabib mulai sakit setelah terinfeksi Covid-19 awal bulan ini. Dia dilarikan ke rumah sakit ketika kondisinya semakin memburuk.

Di antara deretan tokoh top Sri Lanka yang diobati tabib tersebut adalah Menteri Kesehatan Pavitra Wanniarachchi. Sang menteri melakukan pengobatan dengan terapi air tersebut.

Tetapi dua bulan kemudian Pavitra justru dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan meski mendapat perawatan di ruang ICU. Meski nyawanya masih bisa diselamatkan, kariernya benar-benar hancur.

Pangkat Pavitra diturunkan dan portofolio kariernya dihapus. Nasib beruntung masih menuanginya karena Pavitra tetap duduk di jajaran kabinet.

Tabib Pembuat Ramuan Antivirus Corona Malah Meninggal Karena Covid-19
Ilustrasi
2 dari 3 halaman

Sempat Jadi Perhatian Dunia

White sempat menyedot perhatian dunia pada 2010 ketika pemain kriket legendaris Sachin Tendulkar menyampaikan terima kasih karena telah mengobati cedera lututnya. Dia mengatakan pengobatan itu membantunya bermain melawan Afrika Selatan.

Dalam sebuah wawancara, White mengklaim dia memiliki " kekuatan khusus" sejak usia 12 tahun. Sejak itu dia mengaku telah merawat bintang kriket India lainnya, termasuk Gautam Gambhir dan Ashish Nehra.

Keluarga White mengatakan dia telah menolak vaksin Covid-19. Jenazahnya dikremasi di pemakaman utama Kolombo pada Kamis sesuai dengan peraturan karantina.

 

3 dari 3 halaman

PM Sampaikan Duka Cita, Dokter Mainstrem Sebut Pembohong

Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, yang termasuk di antara politisi yang berkonsultasi dengan White, mengatakan di Twitter: " Warisannya akan terus hidup sepanjang hidup, dia menyentuh dan menyembuhkan berbagai penyakit."

Tapi para dokter arus utama menggambarkan White sebagai penipu. Dokter Ayurveda menolak klaimnya, meskipun White mengatakan dia menggunakan metode dari tradisi medis India berusia 3.000 tahun.

Total kematian akibat Covid-19 di Sri Lanka melebihi 12.000 dengan lebih dari setengah juta orang terinfeksi sejauh ini. Dokter mengatakan jumlah korban sebenarnya dua kali lebih tinggi dan pihak berwenang telah melakukan kremasi massal, dikutip dari Aljazeera.

Join Dream.co.id