BPS Tanya Kepuasan 14 Ribu Jemaah Terhadap Pelaksanaan Haji 1440H

News | Rabu, 19 Juni 2019 19:01
BPS Tanya Kepuasan 14 Ribu Jemaah Terhadap Pelaksanaan Haji 1440H

Reporter : Ahmad Baiquni

Kemenag menargetkan poin Indeks Kepuasan Haji tahun ini meningkat.

Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menjalankan survei untuk penyusunan Indeks Kepuasan Haji 1440H. Indeks tahun ini akan melibatkan responden 14 ribu jemaah haji yang dibagi dalam dua periode pengambilan sampel.

" Untuk jemaah gelombang I akan diambil 6.ooo orang dan untuk gelombang II akan diambil 8.000 orang sebagai responden. Total ada 14.400 responden," ujar Peneliti BPS, Agus Marzuki, dikutip dari kemenag.go.id.

Agus mengatakan kuesioner nantinya didistribusikan kepada regu yang dipilih secara acak. Menurut dia, akan ada delapan kuesioner berbeda.

" Masing-masing regu terpilih hanya mengisi satu kuesioner saja. Kami berharap partisipasi jemaah untuk dapat mengikuti survei," kata Agus.

Peneliti BPS lain, Wakethi, mengatakan Indeks Kepuasan Haji akan menjadi patokan bagi pemerintah untuk menjalankan perbaikan dalam pelayanan haji. Nantinya, survei ini akan menggunakan iga metode dalam pengumpulan data yaitu kuesioner, wawancara maupun observasi langsung.

" Meskipun hasil akhir survei ini hanya berupa angka, tapi itu merupakan wujud seberapa besar kita dapat melayani publik," kata Wakethi.

2 dari 6 halaman

Sumber Inovasi

Sementara, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, menerangkan sejumlah inovasi dalam pelayanan haji dijalankan berdasarkan hasil Indeks Kepuasan Haji tahun sebelumnya. Seperti penyusunan menu makanan.

" Misalnya, rumusan 2, 3, 4, 5 pada penyusunan menu katering, itu adalah hasil masukan jemaah pada survei indeks kepuasan di tahun lalu," kata Sri Ilham.

Indeks Kepuasan Haji tahun lalu menyebutkan tingkat kepuasan jemaah mencapai poin 85,23. " Tahun ini, Pak Dirjen sudah meneken kontrak dengan bapak menteri, bahwa indeks kepuasan haji diharapkan dapat meningkat menjadi 85,3," terang Sri Ilham.

3 dari 6 halaman

Masih Ada Sisa Kuota Haji, Kemenag Buka Pelunasan BPIH Tahap IV

Dream - Kuota haji tahun ini masih tersisa. Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan kembali membuka pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang kali ini memasuki tahap IV.

Hingga pelunasan BPIH tahap III, Kemenag melaporkan masih ada sisa kuota haji yang belum terisi.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengatakan, pelunasan kuota tahap III berlangsung pada 22-29 Mei 2019. Tahap tersebut dibuka untuk mengisi kuota tambahan sebanyak 10 ribu jemaah haji.

Tetapi, sampai batas waktu pelunasan tahap III ditutup, masih ada sisa kuota yang belum terisi. Jumlahnya mencapai 575 jemaah haji.

" Sedangkan jemaah haji cadangan juga dibutuhkan untuk menggantikan jemaah haji lunas yang menunda keberangkatan. Oleh karena itu akan dilakukan pelunasan BPIH tahap IV dalam waktu dekat," ujar Muhajirin dikutip dari Kemenag.go.id.

Meski demikian, Muhajirin tidak menyebutkan batas waktu berakhirnya pelunasan tahap IV.

4 dari 6 halaman

Syarat Berhak Lunas

Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Khanif, menyatakan sudah mengirimkan surat edaran kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama di semua provinsi terkait pelunasan BPIH tahap IV ini. Dalam surat edaran itu dijelaskan mengenai kriteria jemaah haji yang berhak melunasi BPIH pada tahap ke IV.

Berikut kriteria calon jemaah haji yang berhak melunasi BPIH tahap IV:

1. Jemaah haji yang mengalami kegagalan pembayaran pada tiga tahapan pelunasan sebelumnya;

2. Jemaah haji lanjut usia minimal 75 tahun beserta pendamping;

3. Nomor porsi berikutnya dalam urutan provinsi dan kabupaten/kota;

4. Nomor porsi berikutnya yang berstatus sebagai cadangan sebanyak 10 persen dari sisa kuota tambahan pada masing-masing provinsi berdasarkan data base SISKOHAT yang belum pernah berhaji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

 

5 dari 6 halaman

Sebaran Sisa Kuota

Lebih lanjut, Khanif menjelaskan, selain untuk mengisi kuota cadangan, pelunasan BPIH tahap IV ini juga dibuka untuk para calon jemaah haji cadangan. Sehingga total antara kuota tambahan dan cadangan menjadi 1.285 jemaah yang tersebar di 25 provinsi.

" Pelunasan BPIH tahap IV nantinya untuk 1.285 jemaah. Sisa kuota sebanyak 575, dan jemaah haji cadangan sebanyak 710 orang," kata Khanif.

Berikut Data sisa kuota pelunasan BPIH tahap IV:

1. DKI Jakarta: sisa kuota 198 orang, jemaah haji cadangan 35 orang, jumlah 233 orang;

2. Jambi: sisa kuota 54 orang, jemaah haji cadangan 35 orang, jumlah 89 orang;

3. Sulawesi Barat: sisa kuota 36 orang, jemaah haji cadangan 37 orang, jumlah 73 orang;

4. Kalimantan Timur: sisa kuota 34 orang, jemaah haji cadangan 25 orang, jumlah 59 orang;

5. DI Yogyakarta: sisa kuota 32 orang, jemaah haji cadangan 38 orang, jumlah 70 orang;

6. Sumatera Barat: sisa kuota 31 orang, jemaah haji cadangan 38 orang, jumlah 69 orang;

7. Nusa Tenggara Barat: sisa kuota 30 orang, jemaah haji cadangan 40 orang, jumlah 70 orang;

8. Kalimantan Barat: sisa kuota 28 orang, jemaah haji cadangan 24 orang, jumlah 52 orang;

9. Bengkulu: sisa kuota 22 orang, jemaah haji cadangan 30 orang, jumlah 52 orang;

10. Kalimantan Selatan: sisa kuota 22 orang, jemaah haji cadangan 32 orang, jumlah 54 orang;

11. Sulawesi Tengah: sisa kuota 19 orang, jemaah haji cadangan 25 orang, jumlah 44 orang;

12. Lampung: sisa kuota 18 orang, jemaah haji cadangan 28 orang, jumlah 46 orang;

13. Kepulauan Riau: sisa kuota 15 orang, jemaah haji cadangan 21 orang, jumlah 36 orang;

14. Kalimantan Tengah: sisa kuota 13 orang, jemaah haji cadangan 30 orang, jumlah 43 orang;

15. Aceh: sisa kuota 11 orang, jemaah haji cadangan 26 orang, jumlah 37 orang;

16. Sulawesi Utara: sisa kuota 5 orang, jemaah haji cadangan 17 orang, jumlah 22 orang;

17. Banten: sisa kuota 4 orang, jemaah haji cadangan 33 orang, jumlah 37 orang;

18. Gorontalo: sisa kuota 2 orang, jemaah haji cadangan 20 orang, jumlah 22 orang;

19. Bali: sisa kuota 1 orang, jemaah haji cadangan 35 orang, jumlah 36 orang;

20. Bangka Belitung: jemaah haji cadangan 19 orang;

21. Sumatera Utara: jemaah haji cadangan 18 orang;

22. Maluku Utara: jemaah haji cadangan 24 orang;

23. Nusa Tenggara Timur: jemaah haji cadangan 30 orang;

24. Papua: jemaah haji cadangan 32 orang; dan

25. Maluku: jemaah haji cadangan 18 orang.

6 dari 6 halaman

Agar Jemaah Haji Tak Alami `Gangguan Jiwa` Setibanya di Saudi

Dream - Tak kurang dari satu bulan, jemaah haji Indonesia akan berangkat ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek mengingatkan, kondisi kejiwaan juga penting untuk dijaga agar tidak mengalami gangguan ketika tiba di Tanah Suci.

" Dehidrasi, itu juga bisa menyebabkan keganggu ke otaknya atau juga ke gangguan fisiknya yang lain, hal-hal yang lain kita perhatikan," ujar Nila di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

Selain dehidrasi, faktor lain yang menyebabkan jemaah haji mengalami gangguan jiwa karena terlalu merasa takjub atau gembira ketika melihat Kabah, Masjidil Haram dan tempat suci lainnya di Arab Saudi.

" Mereka excited, kemudian perbedaan budaya. Excited itu saya kira (jadi faktor utama), jadi mereka begitu kadang-kadang sampai di Tanah Suci jadi hilang kontrol," ucap dia.

Untuk itu, Nila berpesan kepada para jemaah haji untuk senantiasa menjaga emosi dan perasaan. Sehingga, tidak memicu gangguan jiwa.

" Jadi itu sangat disayangkan, kalau bisa jangan sampai terjadi tapi kami mencoba meng-handle," kata dia.

Pada musim haji 2018, ada 47 jemaah haji yang mengalami gangguan jiwa berat dan harus mendapat perawatan.

" Mereka dirawat di sana (Arab Saudi). Diberi obat supaya tenang, karena dia kan ngamuk," kata Nila. (ism)

Join Dream.co.id