Profesor Irwandi, Perintis Ilmu Halal Dunia

News | Senin, 29 Januari 2018 10:00
Profesor Irwandi, Perintis Ilmu Halal Dunia

Reporter : Maulana Kautsar

Dedikasinya untuk meneliti kehalalan sebuah produk membuat dia mendapat ganjaran dari Kerajaan Arab Saudi.

Dream - Irwandi Jaswir. Mungkin Anda masih asing dengan nama ini. Tapi dialah ilmuwan Indonesia yang terkenal di dunia Islam. Dedikasinya untuk meneliti kehalalan sebuah produk membuat dia mendapat ganjaran dari Kerajaan Arab Saudi.

" Saya dianggap melihat halal bukan hanya syariah tapi dari ilmiahnya juga," kata Irwandi kepada Dream, pekan lalu.

Kehalalan suatu produk memang telah menjadi bagian penting kehidupan umat Muslim.  Halal atau tidaknya suatu produk kerap menjadi narasi perdebatan di lini media sosial.

 

 Profesor Irwandi Jaswir© Dream

Atas usahanya menalar halal dari kaca mata sains, penghargaan pun diberikan. Tak tanggung-tanggung, Kerajaan Arab Saudi pada Kamis, 11 Januari 2018, memberi Irwandi King Faisal International Prize kategori Service to Islam.

Penghargaan itu diberikan kepada orang-orang yang berkontribusi di dunia Islam. " Cukup luar biasa, penghargaan ini sama dengan yang diterima Mohammad Nasir 38 tahun yang lalu," ujar Irwandi.

Lihatlah sederet prestasinya. Dia sudah menghasilkan sekitar 120 paper terkait halal atau pangan di jurnal internasional berindeks. Selain itu, ada 5 hak paten di bidang halal, tiga di antaranya sudah dibeli industri.

Irwandi juga sudah 250 kali diundang sebagai pembicara konferensi internasional, di Arab Saudi, Turki, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Swiss, dan berbicara tentang halal di hadapan non-Muslim.

Sehingga tak heran dengan prestasi mencorong itu dia diganjar penghargaan oleh Kerajaan Saudi. Dia bahkan juga sempat ditawari status kewarganegaraan oleh negeri tetangga.

Seperti apa perjalanan Irwandi? Simak obrolan Dream, dengan Profesor Irwandi.

2 dari 6 halaman

Meraih Penghargaan Kehormatan dari Arab Saudi

Profesor Irwandi, bisa diceritakan mengenai penghargaan tersebut?

King Faisal International Prize sudah 40 tahun. Ini merupakan penghargaan tingkat dunia, di bawah Nobel.

Mengapa dikatakan seperti itu? Karena ada 18 orang penerima penghargaan ini, yang di tahun-tahun berikutnya mendapat Nobel.

Capaian ini cukup luar biasa. Saya mendapatkan apa yang Mohammad Nasir 38 lalu dapat. Menurut teman-teman saya di Arab Saudi, saya ilmuwan pertama yang mendapat penghargaan Service to Islam.

Sebelumnya ada ulama dan kepala negara.

Mengapa Anda bisa mendapat penghargaan tersebut?

Mereka melihat kontribusi di halal sains. Saya dianggap sebagai pionir ilmu halal. Apakah ini terkait satu dengan satu dua penelitian, tidak. Saya dianggap sebagai perintis ilmu halal, melihat halal bukan hanya syariah tapi dari ilmiahnya juga.

Sekadar angka saja, saya sudah menghasilkan sekitar 120 paper terkait halal atau pangan, di jurnal internasional berindeks.

Selain itu, ada 5 hak paten di bidang halal. Tiga diantaranya sudah dibeli industri.

Saya juga sudah 250 kali diundang sebagai pembicara undangan di konferensi internasional, di Arab Saudi, Turki, India, Korea (Selatan), Amerika Serikat, Inggris, dan Swiss, dan berbicara tentang halal dihadapan non-muslim.

Berbicara mengenai pendidikan, sebetulnya apa latar belakang pendidikan keluarga Anda?

Saya anak ke enam dari tujuh bersaudara. Orang tua saya, almarhum Bapak, wiraswasta. Kerja bisnis dulu. Dan ibu, ibu rumah tangga dengan pendidikan guru agama.

Dari pemahaman halal, saya sama dengan banyak anak-anak Minang lain. Sewaktu kecil mengaji, sekolah. Tidak ada yang istimewa.

3 dari 6 halaman

Pandangan tentang Halal Industri Indonesia

Kapan mulai mendalami ilmu halal?

Sejak S-3 saya berkuliah dan meneliti kelapa sawit, teknologi minyak dan lemak. Sebab, kelapa sawit merupakan industri utama di Malaysia dan Indonesia. Selain itu, punya andil terhadap perekonomian.

Kita banyak meneliti kualitas minyak yang dipakai terhadap kesehatan. Saya waktu itu menemukan metode analisa minyak (kelapa sawit) tanpa bahan kimia. Artinya menggunakan instrumen. Analisa menggunakan mesin, kan konsisten datanya.

Dari beberapa metode analisa minyak sawit itu mendapat pujian dari Amerika Serikat. Bahkan mereka meminta metode itu dijadikan standar pengujian minyak di Amerika Serikat.

Pada 1995-1996 ramai isu lemak babi. Muncul pertanyaan `kenapa kita tidak menggunakan itu (metode) untuk menganalisa minyak babi?`.

Bertepatan dengan itu, Malaysia sedang mengembangkan industri halal. Kami mendapat dana penelitian yang banyak untuk mengembangkan industrinya. Kami mendapat lingkungan yang mendukung.

Kami akhirnya menemukan analisa minyak babi menggunakan infra red. Ini bisa memotong waktu. Dalam hitungan detik, kurang satu menit, hasilnya sudah dapat diterima. Ya, itu bersyukur sekali.

Akhirnya dikembangkan device untuk menemukan lemak babi dalam gelatin dan alkohol.

Tapi, saya juga kepikiran hal lain. Seharusnya kita memikirkan material alternatif untuk pembuatan gelatin. Sebab, 90 persen gelatin nggak halal untuk kosmetik dan lain-lain.

Akhirnya, kami mengerjakan gelatin dari ikan, kambing, dan sapi. Yang terbaru menggunakan unta. Penelitian ini didanai 2 juta ringgit Malaysia (setara Rp6 miliar).

Saya dua tahun bolak-balik ke Saudi untuk membuat gelatin dari kulit dan tulang unta.

Industri halal Indonesia bagaimana?

Aduh gimana ya ngomongnya (tertawa). Responsnya agak kurang. Kesannya, bukan untuk saya pribadi, karena kontribusi di halal sains.

Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia bukan menjadi pemain inti industri halal. Dari pasar halal senilai US$ 3 triliun, Indonesia hanya dapat sedikit. Yang mendapat keuntungan industri halal, malah negara-negara lain.

Kebijakannya barangkali. Kita masih fokus sertifikasi. Padahal negara-negara lain sudah mulai membangun industri halal, bangun pabrik, pariwisata syariah, halal semua.

4 dari 6 halaman

Alat Pendeteksi Halal

Jika pemerintah minta bantuan Anda?

Saya terus terang bersedia jika pemerintah ingin masuk ke sini (industri halal).

Di Jepang, saya pernah melatih 500 orang pengusaha yang sedang mempersiapkan Olimpiade (2020) untuk moslem friendly hotel. Hotel yang ramah terhadap konsumen Muslim karena mereka yakin sepertiga atlet yang datang Muslim. Ini menunjukkan bagaimana mereka serius memandang industri halal.

Di Malaysia ada Moslem Friendly Hospitality. Pemerintah Malaysia sering memberi dana penelitian untuk menjadi pijakan membuat undang-undang dan peraturan.

Di Indonesia, meskipun kemarin meraih penghargaan wisata halal, ketika ditanya konsep halal, `ada standar halal enggak?` belum.

Standar itu berupa apa?

Undang-undangnya. Moslem Friendly Hospitality Tourism. Misal agen travel ada syarat-syaratnya. Operator halal, misalnya harus ikut pelatihan.

Prof boleh tahu mengenai device pendeteksi halal yang dikembangkan? Penelitian ini sudah selesai 23 tahun lalu. Device bernama electronic nose ini untuk mendeteksi alkohol dan lemak babi.

Jadi intinya, kami ingin membawa pengujian `laboratorium` dalam bentuk kecil, sebesar pulpen. Ada sensor yang mendeteksi alkohol. Nanti hasilnya keluar dalam bentuk angka digital. Misal kandungan oktannya berapa persen.

Alat ini bekerja berdasarkan bau. Karena lemak babi, baunya beda dengan yang lain. Kami mengembangkan sensor untuk mendeteksi bau babi.

Akhir 2016 patennya dibeli oleh perusahaan yang dapat dana dari pemerintah Malaysia.

Dipasarkan kapan Prof?

Targetnya tahun ini sudah. Penelitian laboratorium ke industri sudah. Tapi, kan tidka semudah membalik telapak tangan prosesnya. Insyaallah titik terang sudah ada. Tinggal mengemas device-nya.

Kemampuan device ini apa?

Untuk alkohol dapat mendeteksi kandungan alkohol 0.01 persen. Untuk lemak babi tak ingat persis, tapi penelitian di 2016 dapat mendeteksi kandungan lemak babi hingga di bawah 1 persen.

5 dari 6 halaman

Digoda Pindah Kewarganegaraan

Apa suka dan duka penelitian halal?

Yang namanya penelitian membutuhkan kesabaran. Untuk dana, alhamdulillah sejauh ini saya didukung dana yang cukup serta lingkungan yang mendukung.

Dukanya, mungkin, kadang perjalanan tidak semudah yang kita harapkan. Namun kadang saya tak melihat ini sebagai hal negatif. Pasti ada hikmahnya juga. Hikmahnya seperti untuk pembelajaran.

Kalau sukanya, ya, diapresiasi orang itu sudah luar biasa rasanya.

Alhamdulillah, sangat dihargai nikmatnya luar biasa. Ilmunya dapat digunakan dan kalau berbincang dengan orang awam dapat nyambung.

Jika ada upaya pemerintah memulangkan seluruh ilmuwan Indonesia, tanggapanya Prof?

Kemenristekdikti kerap memangil pulang saintis-saintis Indonesia di luar negeri, misalnya untuk program ke Perguruan Tinggi ke daerah-daerah. Sejauh ini saya selalu menyempatkan diri setiap dipanggil pulang. Saya tetap WNI dan mencintai Indonesia. Anak-anak saya juga masih WNI.

Jadi, sempat ditawari pindah kewarganegaraan lain?

Sempat ada negara lain yang mengiming-imingi kewarganegaraan. Namun saya tidak tertarik.

6 dari 6 halaman

Profil Irwandi Jaswir

Prof. DR. Irwandi Jaswir

Tempat, tanggal lahir: Medan, 20 Desember 1970

Jabatan:

- Profesor Biokimia dan Bahan Kimia Makanan

- Direksi Korea-Inhart Halal Certification Authority

- Konsultan Senio Keamanan Pangan, Pure and Good Ltd, Singapura.

- Dekan, pengajar, peneliti dan mantan Direktur International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University, Malaysia.

Pendidikan:

- Jurusan Teknologi Pangan dan Nutrisi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) 1989-1993

- M.Sc di Ilmu Pangan dan Bioteknologi Universiti Pertanian Malaysia (UPM), 1994-1996

- Ph.D di Kimia Pangan dan Biokimia di Universiti Putra Malaysia (UPM) 1997-2000

- Program pertukaran Ph.D di Jurusan Pangan, Nutrisi, dan Kesehatan di Unisity of British Columbia (UBC) Kanada, 1999

Penghargaan yang diterima antara lain:

- King Faisal International Prize Laureate 2018 in Service to Islam (2018)

- Habibie Award 2013 Recipient in Medicine and Biotechnology

- Asia Pasific Young Scientist Award by Scopus in 2010

- World Class Scientist (H-index 21 dengan 1349 sitasi)

Join Dream.co.id