Terungkap! Dentuman Misterius Berasal dari Anak Krakatau

News | Kamis, 27 Desember 2018 17:02
Terungkap! Dentuman Misterius Berasal dari Anak Krakatau

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Contoh yang pernah terjadi yaitu erupsi Gunung Kelud.

Dream - Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika mengatakan, suara dentuman Gunung Anak Krakatau terdengar sampai Sumatera Selatan.

" Sumatera Selatan, Lampung lah ya, bisa aja kan berdekatan," ujar Gede saat dihubungi Dream, Kamis, 27 Desember 2018.

Gede menjelaskan, dentuman itu terdengar hingga radius sejauh itu karena terbawa angin.

Gede mengatakan, peristiwa serupa juga pernah dialami ketika eruspsi Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Ketika itu suara dentuman terdengar hingga Yogyakarta.

" Dulu Gunung Kelud, di Kediri paling deket tidak terdengar tapi terdengarnya di Jogja," ucap dia.

Secara terpisah, Sekretaris Badan Geologi, Antonius Ratdomopurbo mengatakan, suara tersebut berkaitan dengan belasan letusan yang terjadi tiap menit.

" Aktivitas Anak Krakatau itu kan ada dua, gelegarnya (letusan) dan tremornya itu proses magma keluar dari kawahnya. Jadi kalau ada gelegar itu sekarang 14 kali permenit. Itu berarti tiap lima detik," ujar Purbo di Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Jakarta.

Saat ini, abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Anak Krakatau terlihat hingga 2,5 ribu sampai 3 ribu meter.

Gunung Anak Krakatau terus mengalami peningkatan aktivitas. Gunung tersebut mengeluarkan lava pijar dan hujan abu vulkanik. Peningkatan itu juga ditandai dengan penaikkan status dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III).

 

2 dari 4 halaman

Sumber Dentuman di Cianjur dan Sumsel Masih Misterius

Dream - Warga di wilayah Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya mengklaim mendengar suara dentuman. Beberapa diantara warga yang mendengar menuliskan kabar itu di media sosial miliknya.

Basyarul Hanifan, pemilik akun Twitter @aentaryz mengaku mendengar suara dentuman. " Temen-temen di Bandung ada yang denger suara dentuman barusan?" tulisnya.

Dikutip dari Pojoksatu.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mengaku mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk memastikan dentuman tersebut.

" Kami pun sama tidak tahu, tapi saat ini sedang kami cari asal suara tersebut, dan memang dari beberapa masyarakat mengatakan, dari arah laut namun kami belum bisa memeastikan suara tersebut berasal," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, meski mendengar kabar dentuman itu, BMKG belum dapat menjelaskan mengenai fenomena apa yang terjadi. Kondisi itu lantaran sensor BMKG tak mendeteksi fenomena yang didengar warganet tersebut.

" Saya juga dengar informasi di Cianjur sama Sumatera Selatan. Kalau dari logika begitu itu mendengar semua. Pasti sensor kami mencatat semua. Tapi, sensor kami nggak mendeteksi," kata Rahmat kepada Liputan6.com.

Rahmat menyebut, suara dentuman itu bukan berasal dari gempa.

Rahmat meminta masyarakat, memastikan terlebih dahulu validitas suara yang didengar. Sebab, penyebaran kabar sesat kerap muncul setelah bencana terjadi.

" Ini biasa begini, selalu dan selalu. Kalau ada bencana begini, ada hoaks. Orang mau menghubungkan supaya viral, menimbulkan panik, orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi supaya panik nanti penjarahan," kata dia. (ism)

3 dari 4 halaman

Sorot Lampu Ponsel Selamatkan Bocah Korban Tsunami Banten

Dream - Kawasan Anyer, Serang, Banten, porak-poranda usai diterjang tsunami pada Sabtu pekan lalu 22 Desember 2018. Sebanyak 430 orang meninggal akibat bencana yang datang tiba-tiba itu.

Ada kisah dramatis ketika proses evakuasi bocah 12 tahun yang selamat. Bocah ini ditemukan tersangkut di karang yang letaknya 500 meter dari bibir pantai.

Kisah tersebut diunggah pada akun Facebook Yanti Wij. Bocah perempuan itu ditemukan beberapa saat usai tsunami menyapu Tanjung Lesung.

" Dia berusaha bertahan hidup dengan mengangkat dan melambai-lambaikan tangannya yang memegang HP (ponsel)," tulis Yanti, diakses pada Kamis 27 Desember 2018.

Sorotan lampu senter ponsel dan teriakan si bocah menarik perhatian kru kontraktor pelaksana lapangan Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Cipta Karya.

Mereka kemudian terjun ke laut untuk menyelamatkan bocah itu. " Dengan berenang bolak-balik sejauh hampir 500 meter anak ini bisa diselamatkan," kata dia.

4 dari 4 halaman

`Masih Banyak yang Mustinya Bisa Diselamatkan`

Ratusan korban berhasil dievakuasi beberapa saat usai tsunami oleh tim PUPR bersama warga. Mereka menceburkan diri ke laut untuk penyelamatan korban.

" Menurut mereka, masih banyak yang mustinya masih bisa diselamatkan, jika bantuan segera datang," tulis dia.

Kru yang terdiri dari 10 orang itu menjalankan evakuasi pada malam hari usai tsunami dengan peralatan seadanya. Mereka membawa para korban ke tempat yang lebih aman.

" Dengan 2 mobil proyek mereka bulak balik memindahkan korban ke tempat yang lebih aman," tulis Yanti.

Data terakhir BNPB menyatakan ada sekitar 430 orang meninggal akibat bencana ini. Sementara ribuan orang mengalami luka dan ratusan hilang.

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id