Status Gunung Sinabung Berpotensi Turun dari Siaga ke Waspada

News | Sabtu, 18 Januari 2020 07:30
Status Gunung Sinabung Berpotensi Turun dari Siaga ke Waspada

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Statusnya kini sedang dikaji

Dream - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) tengah mengkaji kemungkinan untuk menurunkan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada). Ini meninggat Gunung Sinabung menunjukkan tanda-tanda menurunnya aktivitas.

" Mau diturunkan statusnya, tapi saat ini mau dikaji dulu, karena kita melihat situasi Gunung Sinabung sudah semakin tenang," ujar pengamat pada Pos Gunung Api Sinabung, Armen Putra dikutip dari Merdeka.com.

Armen mengatakan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk menentukan kapan waktunya status Gunung Sinabung turun.

" Kapan diturunkan bergantung keputusan Badan Geologi, tapi kalau melihat situasi dan kondisinya (aktivitas Gunung Sinabung) memang sudah agak menurun sejak sebulan yang lalu," ucap dia.

2 dari 5 halaman

Radius zona aman

Dalam pengamatan terbaru Badan Geologi, Gunung Sinabung sudah tidak lagi mengalami erupsi. Tetapi, masyarakat masih tidak boleh melewati zona berbahaya radius 3 kilometer untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 kilometer untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 kilometer untuk sektor Timur-Utara, dan radius 3 kilometer untuk sektor Utara-Barat dari puncak gunung.

Gunung Sinabung pertama kali erupsi pada 3 November 2013 dengan level II (waspada) dan langsung naik menjadi level III (siaga). Pada 24 November 2013, statusnya kembali naik menjadi level IV (awas).

Pada 2 Juni 2015 pukul 23.00 WIB, Gunung Sinabung turun dari level IV (awas) menjadi level III (siaga) hingga saat ini.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Aksi Delpiero untuk Sinabung

Dream - Legenda sepakbola dunia asal Italia, Alessandro Delpiero, menyempatkan diri terbang ke Medan, Sumatera Utara. Dia melibatkan diri dalam aksi kemanusiaan untuk korban bencana Gunung Sinabung.

Delpiero mengaku terpanggil untuk terjun dalam aksi kemanusiaan. Tidak hanya di Sinabung, mantan bintang Juventus tersebut juga giat melakukan aksi sosial di seluruh dunia.

" Gunung Sinabung yang meletus sejak 2010 ini menjadi perhatian saya. Setelah pensiun dari pemain, saya aktif dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan," ujar Delpiero, dikutip dari bola.com, Jumat 18 Mei 2018.

Dari sejumlah kegiatan untuk kemanusiaan yang dia ikuti, Delpiero memutuskan mendirikan yayasan ADP10. Yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan itu menggunakan singkatan nama Delpiero, sedangan angka 10 adalah nomor punggung pesepakbola itu ketika merumput di Juventus FC.

“ Bagi saya, sepak bola adalah soal kemanusiaan, Football is Humanity. Saya sangat senang bisa ikut membantu masyarakat korban Sinabung," kata dia.

Kehadiran Delpiero ke Medan merupakan inisiatif dari Presiden Klub Pro Duta FC, Sihar Sitorus. Sihar berharap Delpiero dapat memberikan motivasi kepada anak-anak agar mengembangkan bakat mereka masing-masing, terutama di bidang sepakbola.

Delpiero hadir ke Medan dalam rangka ajang pencarian bakat serta turnamen sepakbola U-17 from North Sumatera to Belgium. Ajang ini digelar pada Minggu nanti 27 Mei 2018.

Sumber: Bola.com/ Reza Efendi

[crosslink_1]

 

4 dari 5 halaman

Gunung Sinabung Meletus, Awan Panas Meluncur 4,5 Kilometer

Dream - Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, semakin meningkat. Sejak Rabu, 2 Agustus 2017, pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, Gunung Sinabung telah beberapa kali dan 17 kali awan panas berguguran.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan pengamatan pos pengamatan Gunung Sinabung PVMBG pada pukul 10.00 WIB, terjadi letusan dengan tinggi 4,2 kilometer disertai luncuran awan panas sejauh 4,5 kilometer ke arah tenggara-timur.

" Angin sedang (berhembus) ke arah selatan. Amplitudo 120 milimeter dan lama gempa selama 553 detik," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 Agustus 2017.

 Hujan abu akibat letusan Gunung SinabungHujan abu akibat letusan Gunung Sinabung © istimewa

Selama 31 menit setelah letusan, awan panas dengan jarak luncur empat kilometer meluncur ke arah tenggara-timur hingga ke arah selatan Gunung Sinabung.

Menurut Sutopo, tidak ada korban jiwa dari letusan ini. Sementara itu, tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 kepala keluarga mengungsi di delapan pos pengungsian. Tetapi, hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian. Adapun yang lain, banyak yang tinggal di tempat lain di luar pos pengungsian.

BNPB menyebut hujan abu menyebar di beberapa tempat seperti di Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung. (ism) 

[crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Jelang Festival Danau Toba, Menpar Pantau Kondisi Sinabung

Dream - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyempatkan diri memantau kondisi Gunung Sinabung sebelum membuka Festival Danau Toba 2015. Bersama Bupati Karo, Terkelin Brahmana melihat Gunung Sinabung dari puncak obyek wisata Gundaling.

Di sela-sela peninjauan, Terkelin mengungkapkan apresiasi pemerintah pusat dan provinsi Sumatera Utara, yang mempercayai mereka sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Danau Toba 2015.

Ia berharap geliat ekonomi Karo dapat bangkit kembali setelah diguncang bencana erupsi Sinabung yang tak kunjung usai.

Selanjutnya, Arief Yahya berjanji akan terus meningkatkan dunia kepariwisataan di Sumatera Utara. Tidak hanya berhenti di acara ini saja, tapi akan segera menyelenggarakan sport tourism.

" Direncanakan akan ada international sport tourism pada tri semester pertama. Dengan EO kelas internasional agar manjemennya bagus dan mampu membawa wisman yang juga bagus," ungkap Arief Yahya di Berastagi Sumatera Utara, Kamis, 19 November 2015.

Harapannya dengan cara-cara ini, Sumatera Utara dapat menarik satu juta kunjungan wisatawan. Sebelum Sinabung bergejolak, jumlah wisatawan berkisar di angka 250 ribu kunjungan. Kemudian angka itu terus menurun, bahkan target 200 ribu kunjungan pun sulit untuk diwujudkan.

Arief Yahya juga menekankan pentingnya strategi pemasaran, sehingga diputuskan Danau Toba sebagai single destination Sumatera Utara. Hal itu merupakan hasil kesepakatan tujuh bupati yang memimpin daerah di sekitar Danau Toba.

" Dalam memasarkan pariwisata harus diputuskan dengan satu ikon seperti mengenalkan Indonesia itu memakai Bali. Kemudian Sumatera Utara mereka putuskan untuk mengangkat Danau Toba," imbuh Arief.

Selanjutnya, pemerintah telah menyepakati untuk membangun jalan tol untuk mempermudah akses wisatawan dari Medan menuju Tebing Tinggi.

" Wisatawan itu nggak akan mau mengunjungi lokasi wisata kalau perjalanananya lebih dua jam," kata Arief. (Ism) 

[crosslink_1]

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id