Sosok Viral Ustaz yang Berdialog di Parlemen Inggris dengan Logat Sunda

News | Kamis, 14 November 2019 16:01
Sosok Viral Ustaz yang Berdialog di Parlemen Inggris dengan Logat Sunda

Reporter : Maulana Kautsar

Sosok Ihya membagikan pengalaman menariknya saat berdakwah di Glasgow.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengunggah video seorang ustaz yang berdialog dengan bahasa Inggris di gedung parlemen Inggris. Sosok ustaz tersebut berbicara bahasa Inggris namun dengan logat Sunda yang kental.

Sosok ustaz tersebut diketahui bernama Ihya Ullumuddin. Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan, Ihya merupakan satu dari lima ulama muda yang dikirim ke Inggris untuk bersafari dialog dan pesan-pesan perdamaian dari Jawa Barat ke dunia.

"Beliau adalah lulusan dari program English for Ulama program Pemprov Jawa Barat bersama British Council," kata Emil, Kamis, 14 November 2019.

 
 
 
View this post on Instagram

Ini adalah Ustadz Ihya Ullumuddin, @el_ahya_ sedang cas cis cus berdialog dalam bahasa Inggris logat Sunda, dengan para pemuka agama lain di gedung Perlemen Inggris. Ustadz Ihya dari Purwakarta adalah 1 dari 5 ulama muda yang dikirim ke Inggris untuk safari dialog membawa pesan-pesan perdamaian dari Jawa Barat ke dunia. Beliau adalah lulusan dari program “English for Ulama” program Pemprov Jawa Barat bersama British Council. Di London, Bristol, Manchester, Birmingham dan Glasgow 4 ulama muda ini berdialog dengan komunitas agama lain, dengan anggota dewan juga Walikota. Sebagian ditunjuk menjadi khotib dan imam shalat Jumat dll. Tahun depan lanjut safari dialog di Amerika dan negara Eropa lainnya. Semoga dengan program ini tidak ada lagi misinformasi dan mispersepsi dari dunia Barat terhadap Islam di Indonesia. Dan semoga anak cucu kita kelak akan hidup di masa depan dunia yang penuh perdamaian. Amiin. Miskom? Mari kita ngobrol. Curiga? Mari kita dialog.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Emil menyebut, lima ulama muda tersebut akan berdialog dengan komunitas agama lain di empat kota di Inggris, diantaranya London, Bristol, Manchester, dan Birmingham.

Selain di Inggris, rombongan ustad itu akan berkunjung ke satu kota di Skotlandia yaitu, Glasgow.

3 dari 5 halaman

Dicium Tangannya

Saat ceramah di Masjid Minhaj, Ihya mendapatkan pengalaman menarik. Dia membagikan pengalamannya itu di Instagram.

Dia mengaku, ada seorang terhormat yang mendekati dan mencium tangannya.

      View this post on Instagram

Setelah ceramah di Mawlid Event di Rutherglen, ada syeikh yang mendekati saya dan dan mencium tangan saya???? mengatakan.. "Yaa syeikh Ihya.. I am The student of Habib Umar bin Hafidz Tareem-Yaman. Ana Khadimuka yaa syeikh..????????" Masyaa Allah.. banyak saudara baru, banyak kerabat baru.. ???????? semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat untuk semuanya... dan semoga ukhuwah kita akan tetap terjalin sampai SURGA-Nya nanti...???????????? Allahumma salli alaa sayyidinaa Muhammad wa aalihi wasahbihi wasallim ajmaiin...???????????? #englishforulama #englishforindonesia #jabarjuara #jabarjuaralahirbatin #ridwankamil #jokowi #gubernur #jawabarat #indonesia #purwakartaistimewa #purwakartahits #purwakarta #scotland #rutherglen #unitedkingdom

A post shared by El- Ahya (@el_ahya_) on

"Ada syeikh yang mendekati saya dan dan mencium tangan saya mengatakan, 'Yaa syeikh Ihya. I am the student of Habib Umar bin Hafidz Tareem-Yaman. Ana Khadimuka yaa syeikh' Masya Allah banyak saudara baru, banyak kerabat baru," tulis Ihya.

Ihya berharap, dakwah yang dia sampaikan bisa bermanfaat dan ukhuwah yang terjalin erat hingga di surga.

4 dari 5 halaman

Mengintip Syiar Para Dai Jabar di Inggris Raya

Dream - Program English for Ulama besutan Pemprov Jawa Barat telah meluluskan lima dai. Mereka saat ini telah berada di Inggris Raya untuk mensyiarkan ajaran Islam.

Salah satu ulama yang berangkat, Ihya Ulumuddin. Pada 8 November 2019, Ihya didapuk menjadi khotib Sholat Jumat di Heriot-Watt University, Edindburg, Skotlandia.

Setelah itu, Ihya juga mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada pukul 20.00 waktu setempat di Masjid Minhaj-ul-Quran, Rutherglen, Glasgow.

Peserta lain dalam program ini ada Hasan Al-Banna. Dalam kesempatan ini, Hasan sempat menjadi pembicara dalam dialog antaragama atau Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue. Acara tersebut berlangsung di Grays, Thurrock, sekitar 30 kilometer dari timur London.

Dialog tersebut juga diikuti oleh ulama dari berbagai negara seperti, majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St. Clements Church) dan Matt Drummond (St. Stephens Church) serta Gayani Richpal Singh (Grays Gurdawara).

Total, ada 21 pemuka agama pada acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Hasan juga memperkenalkan program English for Ulama kepada para peserta lain.

5 dari 5 halaman

Tujuan Program English for Ulama

" Kami dikirim oleh Gubernur Jawa Barat, provinsi terbesar di Indonesia, namanya Ridwan Kamil. Tujuannya adalah membawa kedamaian, salah satunya lewat dialog antaragama ini," ujar Hasan dikutip dari Merdeka.com, Minggu 10 November 2019.

Peserta yang berangkat dalam program English for Ulama itu bertujuan untuk menyerap nilai-nilai dan cara berperilaku penduduk lokal. Sehingga timbul rasa saling menghargai satu sama lain.

" Jadi, jembatan antara keyakinan-keyakinan (agama) tersebut adalah saling mendengarkan dan memahami sehingga muncul keharmonisan satu sama lain," kata dia.

(Sumber: )

Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie
Join Dream.co.id