Solok Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,6

News | Kamis, 28 Februari 2019 11:36
Solok Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,6

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Dream - Warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dikejutkan gempa bumi berkekuatan 5,6 Magnitudo. Gempa terjadi pada pukul 06.27 WIB, Kamis 28 Februari 2019.

" Gempa berada di kedalaman 10 kilometer," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan resminya.

Guncangan gempa juga dirasakan sedang di Kabupaten Pasaman selama tiga detik, Kabupaten Bungo selama tiga detik, Kota Padang gempa dirasakan tiga menit.

" Kalau kabupaten Solok Selatan gempa dirasakan selama tiga detik," ucap dia.

Sutopo memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. " Belum ada laporan dampak akibat gempa tersebut," kata Sutopo.

2 dari 6 halaman

Ikan Aneh Muncul, Warga Jepang Waspada Gempa dan Tsunami

Dream - Warga Jepang memercayai keberadaan mitos hewan laut yang menyebabkan tsunami. Kuatnya kepercayaan itu dikaitkan dengan tertangkapnya dua ikan raksasa baru-baru ini.

Ikan yang dikaitkan dengan kemunculan tsunami dan gempa bumi tersebut yaitu ikan herring. Ikan itu yang masing-masing memiliki panjang sekitar 11 meter.

Asosiasi Nelayan Yomitan, Satomi Higa mengonfirmasi ditangkapnya dua mahluk tersebut.

" Dua ikan herring itu berenang dan terjaring. Mereka tampak misterius dan cantik," kata juru asosiasi itu, dilaporkan Mirror, Jumat, 22 Februari 2019.

Selain tangkapan itu, sejumlah ikan herring ditemukan mati mengambang di sepanjang pantai Jepang selama beberapa bulan terakhir.

Sejak itu, kekhawatiran akan gempa bumi telah meningkat.

Ikan herring dalam bahasa Jepang dikenal sebagai " Ryugu no tsukai" atau " Utusan dari Istana Dewa Laut" .

 

3 dari 6 halaman

Tidak Ada Korelasi?

Banyak orang percaya, lusinan ikan herring tersapu ke garis pantai Jepang sebelum terjadinya gempa dan tsunami di Fukushima pada 2011, yang menewaskan lebih dari 20.000 orang.

Gempa itu berkekuatan 9 magnitudo itu tercatat sebagai yang terbesar selama satu abad.

Tetapi para ilmuwan membantah mitos tersebut. Penjaga akuarium di Jepang, Kazusa Saiba, menyebut penyebab ikan itu muncul di perairan, yaitu pemanasan global atau perubahan halus pada kerak bumi.

" Kondisi itu menyebabkan arus bergerak dan mendorong binatang air di bagian bawah ke permukaan," ujar Saiba.

" Tidak ada bukti ilmiah yang menyebut ikan herring menjadi petanda gempa dan tsunami," ucap dia menambahkan. 

4 dari 6 halaman

Fakta Mengejutkan Gempa Palu 2018, Ilmuwan Dunia Sampai Merinding

Dream - Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tenggara membuat ilmuwan dari UCLA tercengang. Hasil studi menemukan getaran gempa menjalar dengan kecepatan yang mengerikan.

NASA's Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, Amerika Serikat, tempat ilmuwan UCLA melakukan penelitiannya menyatakan gempa Palu menunjukan peristiwa supershear yang sangat langka.

Dalam studinya, para peneliti di UCLA dan institusi lain menganalisa pengamatan resolusi tinggi spasial dari gelombang seismik yang disebabkan gempa dahsyat menggunakan radar satelit dan gambar optik.

Para ilmuwan menganalisis data radar bukaan sintetis dari satelit ALOS-2 dari Japan Aerospace Exploration Agency, data gambar optik dari satelit Copernicus Sentinel-2A dan -2B, yang dioperasikan European Space Agency, dan gambar optik dari konstelasi satelit Planet Labs Planet, dikelola oleh Planet Labs di San Francisco.

Serangkaian data tersebut dipakai untuk mengukur kecepatan, waktu, dan tingkat magnitudo gempa 7,5 yang mengguncang Palu pada 2018 lalu.

Hasilnya mengejutkan. Patahan gempa dalam bumi bergerak dengan kecepatan stabil 9.171 mile per jam atau 14.760 kilometer per jam (Km/jam) dengan gempa utama berlangsung selama hampir satu menit.

5 dari 6 halaman

Kecepatannya di Atas Rata-rata Gempa Bumi

Dibandingkan gempa bumi lainnya, kecepatan patahan ini cukup mengerikan. Rata-rata patahan akibat gempa bergerak dengan kecepatan berkisar 9000-10.800 Km/jam.

Saat menganalisasi gambar satelit, tim juga menemukan kedua sisi sesar sepanjang 150 kilometer tergelincir sampai 5 meter. Ilmuwan menilai luas areal yang bergeser itu sangat besar.

" Memahami bagaimana patahan dalam gempa bumi besar akan membantu meningkatkan model bahaya seismik dan membantu insinyur gempa merancang bangunan dan infrastruktur lainnya untuk lebih tahan terhadap kemungkinan goncangan gempa di masa depan," kata Eric Fielding dari JPL, salah satu penulis dari studi terbaru yang diterbitkan Nature Geoscience dikutip Dream dari jpl.nasa.gov.

Sesar yang patah menimbulkan berbagai jenis gelombang di permukaan salah satunya gelombang geser yang menyebar dengan kecepatan 12.700 km/jam.

 

 

6 dari 6 halaman

Setara Kecepatan Jet Supersonic

Dalam gempa supershear, patahan yang bergerak sangat cepat menyalip gelombang geser yang lebih lambat yang merambat di depannya sehingga menciptakan gelombang yang lebih besar dan lebih kuat.

" Guncangan hebat (yang dihasilkan) mirip dengan ledakan sonik yang terkait dengan jet supersonik," kata Lingsen Meng, seorang profesor di UCLA, salah satu penulis laporan tersebut.

Para ilmuwa sepakat jika kecepatan dari patahan akibat gempa Palu sangat mengejutkan. Pada studi gempa supershear sebelumnya, fenomena ini biasanya terjadi pada sesar yang sangat lurus, yang memicu beberapa hambatan untuk gerakan gempa tersebut.

Namun, citra satelit dari patahan Palu menunjkan setidaknya ada dua lengkungan besar. Patahan ini bergerak dengan kecepatan stabil di sekitar lengkungan tersebut.

(Sah, Sumber: jpl.nasa.gov)

Terkait
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim
Join Dream.co.id