Seperti Apa Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal?

News | Kamis, 25 Juni 2020 18:04
Seperti Apa Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Metode belajar jarak jauh ini dilakukan agar, seluruh siswa tidak kehilangan haknya untuk belajar di tengah wabah virus corona dan tetap dibimbing guru dari sekolah masing-masing.

Dream - Dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tahun ajaran baru, di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum juga berlalu.

Semua kegiatan belajar-mengajar tata muka dihentikan dan memaksa seluruh stakeholder di dunia pendidikan, baik guru, murid, ataupun orang tua melakukan penyesuaian diri, bertransformasi dengan pendidikan berbasis teknologi, belajar secara online.

Karena pandemi seperti ini masih hal baru bagi semuanya, tentu harus dicari juga solusi agar pendidikan para siswa tetap berkualitas. Dan proses belajar mengajar secara online ini bisa berjalan lancar.

Proses pembelajaran jarak jauh sebenarnya bukan hal asing bagi sistem pendidikan. Seperti yang sudah dilakukan di Universitas Terbuka (UT).

" Metode ini bisa dituangkan dalam sistem pendidikan di Indonesia dalam waktu mendatang," kata kata Momon Sulaeman, Kepala Bidang SD dan PKLK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, saat menggelar online talkshow dengan tema " Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal" , Kamis 25 Maret 2020.

2 dari 5 halaman

Kendalanya

Dengan proses pembelajaran yang cukup berpengalaman di UT, tidak menutup kemungkinan (akan diterapkan) pada level SMA, SMK, atau SD.

Namun, Dinas Pendidikan tetap merekomendasikan pertemuan antara guru dengan siswa secara fisik. Hal ini dalam rangka pemenuhan pembinaan karakter, keteladanan, kedisiplinan, dan aktivitas praktik.

Sementara itu, Kota Bekasi telah memutuskan akan menggunakan sistem pembelajaran online di sepanjang tahun ini.

Kendala akses internet dan penguasaan teknologi yang belum maksimal di lingkup ekosistem sekolah bakal diantisipasi melalui rencana anggaran yang diusulkan oleh Wali Kota Bekasi.

" Kita menyusun rencana anggaran terkait pembelajaran daring di sekolah-sekolah," kata Dwi Andyarini, Staff Ahli Wali Kota Bekasi, dalam kesempatan yang sama.

Metode belajar jarak jauh ini dilakukan agar, seluruh siswa tidak kehilangan haknya untuk belajar di tengah wabah virus corona dan tetap dibimbing guru dari sekolah masing-masing.

3 dari 5 halaman

Sekolah Itu Ibarat Sebuah Orkestra

 Kepsek© Istimewa

Terkait sistem pembelajaran online, Kanya Muawanah, Kepala Sekolah SMPI AL Azhar 8 Kemang Pratama menyoroti isu ini. Menurutnya pihak sekolah memiliki keterkaitan langsung dalam sistem pembelajaran online.

" Sekolah itu ibarat sebuah orkestra, dimana banyak unsur-unsur di dalamnya. Kita tidak bisa memaksakan satu unsur sangat berperan, sementara unsur yang lain dihilangkan. Karenanya, semua harus saling mendukung," jelas Kanya.

Menurutnya target kurikulum yang biasa dilakukan di zaman normal tentu tidak bisa seideal seperti yang dialami sekarang. Tapi paling tidak, untuk melihat ketercapaian materi dari target, tetap melakukan dengan cara penilaian tengah semester, ulangan harian, dan penilaian akhir tahun. Di mana anak-anak tetap mengerjakan soal dan dipantau sekolah. Dengan begitu, integritas anak-anak bisa diperhitungkan.

4 dari 5 halaman

Curhat Orang Tua Murid

 Orang Tua Murid© Istimewa

Selain dukungan dari pihak sekolah, orang tua murid sebagai juga memiliki peran aktif sebagai penggiat kedisiplinan anak.

" Meski anak-anak familiar dengan gadget, tetapi penggunaan gadget selama ini berbeda antara di sekolah dan di rumah. Fungsi gadget berubah saat berada di rumah, lebih ke entertain, main game, nonton film, dan sebagainya. Jadi yang pertama adalah memastikan mereka menggunakan itu untuk belajar," jelas Febrianti Nadira Perwakilan orang tua murid.

Febri juga menututrkan di era pandemi ini, tantang terberat dalam dunia pendidikan yaitu menjaga kualitias pendidikan karena tidak semua orang tua memiliki perangkat dan pemahaman digital yang sama.

5 dari 5 halaman

Bisa Jadi Solusi Tepat

Kelas Pintar siap mendukung sekolah dan pemerintah untuk melaksanakan sistem belajar online di era 'New Normal'. Kelas Pintar memiliki fitur bernama Sekolah yang membuat belajar online terasa seperti belajar di sekolah.

" Pandemi Covid-19 bukan jadi halangan dalam melaksanakan pembelajaran. Justru, pembelajaran harus tetap dilaksanakan secara serius dan maksimal agar tercipta generasi muda yang cerdas di masa depan," kata Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie pada kesempatan yang sama.

Lewat Sekolah, kegiatan belajar online setidaknya akan mirip seperti belajar sungguhan di sekolah. Fitur Kelas Pintar ini dapat membantu guru maupun murid dalam melaksanakan sistem belajar dan mengajar. Guru juga dapat memberikan pelatihan dan memberikan tugas kepada murid.

Fitur Sekolah telah diluncurkan pada sejak Mei 2020 lalu dan memiliki 6 menu, yakni Kelas, Pekerjaan Rumah (PR), Project, Tugas, Ujian dan Monitoring. Melalui Sekolah, Kelas Pintar berusaha membawa kegiatan pembelajaran serasa seperti di kelas secara fisik sehingga pembelajaran bisa berjalan maksimal.

" Kita tidak bisa menghadirkan itu secara 100% tetapi kita mencoba mengakomodasi nuansa kelas di sekolah" .

 

Terkait
Join Dream.co.id