Silaturahmi ke PBNU, Menteri Nadiem Minta Doa Restu

News | Kamis, 13 Agustus 2020 11:01
Silaturahmi ke PBNU, Menteri Nadiem Minta Doa Restu

Reporter : Ahmad Baiquni

Nadiem bertemu dengan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar.

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Berkunjung pada Rabu, 12 Agustus 2020 sore, Nadiem bersilaturahmi dengan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar pada Rabu, 12 Agustus 2020 sore.

" Saya bersilaturahmi dengan beliau untuk mohon doa restu dalam menghadapi tugas-tugas berat," ujar Nadiem, dikutip dari Merdeka.com.

Nadiem juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini telah diberikan PBNU dalam membantu pendidikan di Indonesia.

" Semoga Program Organisasi Penggerak (POP) dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang lebih baik lagi," kata Nadiem.

 

2 dari 3 halaman

Nadiem juga menjelaskan pihaknya akhirnya memutuskan untuk memulai POP pada Januari 2021. Ini agar program dapat leluasa dijalankan dan mendapatkan hasil maksimal.

Dalam pertemuan itu pula, Nadiem juga menjelaskan garis besar reformasi pendidikan yang sedang disiapkan institusinya. Seperti merdeka belajar dan seluruh penjabarannya.

 

3 dari 3 halaman

Pada kesempatan tersebut, Kiai Ahyar memberikan arahan NU harus terus bekerja sama dengan Kemendikbud. Ini karena menyangkut masa depan anak-anak dan Bangsa Indonesia.

" Maka NU wajib terus melibatkan diri dan menyertai program-program Kemendikbud, lebih-lebih lagi dalam upaya-upaya perbaikan dan pembaharuan, termasuk Program Organisasi Penggerak (POP)," kata dia.

Melalui kerja sama yang erat, NU dapat turut mengevaluasi dan mengkritisi kebijakan Kemendikbud demi kemaslahatan bersama. Kiai Akhyar juga menekankan pentingnya sikap objektif dan terbuka.

" Apa pun yang baik harus kita terima dan kita adopsi. Karena hikmah, yaitu ilmu dan gagasan-gagasan yang baik dan mulia, diibaratkan laksana barang yang tercecer bagi orang beriman. Dimana pun kita menemukannya, kita harus mengambilnya," kata Kiai Akhyar.

Sumber: Merdeka.com/Dedi Rahmadi.

Join Dream.co.id