Sosok Reynhard Sinaga, WNI Pemerkosa 48 Pria di Inggris

News | Selasa, 7 Januari 2020 11:30
Sosok Reynhard Sinaga, WNI Pemerkosa 48 Pria di Inggris

Reporter : Maulana Kautsar

Punya latar belakang keluarga kaya.

Dream - Nama warga negara Indonesia (WNI) Reynhard Sinaga menjadi pembicaraan dunia internasional. Pria berwajah kalem ini ternyata menyimpan sifat mengejutkan. Dia ditetapkan sebagai pelaku pemerkosaan terhadap puluhan orang pria yang dilakukannya sejak 2017.

Laman berita Manchester Evening News menyebut sosok Reynhard sebagai sosok yang mahasiswa yang punya latar belakang istimewa.

Seorang detektif menyebut Reynhard sebagai sosipat, sosok yang menampilkan perilaku anti sosial dan tak bisa berempati kepada orang lain.

" Selama wawancara dia menyatakan ‘tidak ada komentar’," kata detektif tersebut.

" Dia tidak menunjukkan penyesalan, tidak ada penyesalan, tidak ada empati, tidak ada simpati," ucap dia menambahkan.

Penyidik senior dalam kasus ini, detektif Inspektur, Zed Ali mengatakan, sosok Reynhard berpenampilan baik dan rapi. " Tutur katanya lembut," kata Ali.

2 dari 7 halaman

Tumbuh Dalam Keluarga Konservatif

Ali mengatakan, sosok semacam Reynhard akan berbeda dengan stereotip pemerkosa berantai. Dia mampu mengecoh pandangan tersebut.

" Dia tidak cocok dengan profil itu, yang menurut saya, dia berhasil melakukan begitu banyak pelanggaran untuk jangka waktu yang lama dan berada di bawah radar semua orang," kata Ali.

Reynhard lahir di Jambi, pada 19 Februari 1983. Dia disebut tumbuh dalam keluarga konservatif yang kaya di Sumatera.

Dia merupakan satu dari tiga anak seorang bankir. Keluarganya disebut cukup kaya untuk mengirim putra mereka ke sekolah internasional dan kemudian ke Inggris untuk belajar.

Dia disebut pertama kali datang di Inggris pada 2007. Dia pindah ke Manchester sebagai mahasiswa Sosiologi di Universitas Manchester.

Dia kemudian memulai gelar PhD di bidang Geografi Manusia di Universitas Leeds. Dia pulang-pergi ke Leeds dari Manchester.

 

3 dari 7 halaman

Menghindari Kembali di Indonesia

Pada saat penangkapannya, Reynhard sedang mengerjakan tesisnya, berjudul, 'Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari pria gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester'.

Reynhard dikenal sebagai sosok yang kerap memberi tahu teman-teman bahwa dia ingin tinggal di Inggris selama mungkin untuk menghindari kembali ke Indonesia.

Tempat tinggalnya selama di Inggris dibayar orang tuanya, yang saat ini tinggal di Indonesia. Bagi lingkungan sosialnya, Reynhard dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan cerdas.

Dengan penampilannya, Reynhard terlihat tidak mengancam. Dengan begitu, dia membuat mudah memangsa pria muda yang mabuk.

" Anda mendekati masing-masing di jalan dan mulai berbicara tentang musik atau kehidupan universitas," kata hakim Suzanne Goddard, selama sidang pertama di Pengadilan Manchester.

" Ketika kamu menyarankan mereka (korban) bisa kembali ke flatmu, karena perawakanmu yang kecil dan pendekatan yang bersahabat, tidak satupun dari mereka yang merasa terintimidasi dan mereka tidak tahu tentang pertemuan seksual yang kamu pikirkan untuk mereka."

4 dari 7 halaman

Reynhard Sinaga, WNI Pemerkosa 48 Pria di Inggris Dibui Seumur Hidup

Dream - Warga negara Indonesia (WNI) Reynhard Sinaga didakwa bersalah karena terbukti memerkosa ratusan pria di Inggris. Polisi Inggris memiliki bukti penyuka sesama jenis itu menargetkan serangan kepada puluhan orang.

Di empat pengadilan yang digelar bertahap sejak Juni 2018 hingga Desember 2019, Reynhard mendapat 159 dakwaan atas pemerkosaan 48 korban pria. Sebagian korban diperkosa berkali-kali. Diduga, korban aksi bejat Reynhard lebih dari 190 orang. 

The Crown Prosecution Service (CPS), semacam institusi kejaksaan, menyebut Reynhard  " pemerkosa paling produktif dalam sejarah hukum Inggris" . Dilaporkan BBC, hakim memutuskan hukuman penjara minimal 30 tahun, atau hukuman seumur hidup.

Pada persidangan, hakim Suzanne Goddard mengatakan Reynhard sebagai seorang predator seksual berantai jahat yang memangsa para pria muda.

" Dalam penilaian saya, Anda adalah individu yang sangat berbahaya, lihai, dan licik yang tidak akan aman untuk dibebaskan," kata Suzanne.

5 dari 7 halaman

Menunggu `Mangsa`

Dalam persidangan terungkap, Reynhard akan menunggu pria yang meninggalkan klub malam dan bar, sebelum akhirnya membawa mereka ke flatnya di Montana House, Princess Street.

Para pria itu akan ditawari tempat untuk minum atau menelepon taksi.

Dia membius korbannya sebelum menyerang mereka, ketika tidak sadar. Ketika para korban tersadar, banyak dari mereka tidak ingat apa yang telah terjadi semalam.

Reynhard membantah tuduhan itu. Dia mengklaim semua aktivitas seksual itu berdasarkan suka sama suka. Tak cuma itu, menurut Reynhard setiap dari mereka setuju untuk difilmkan sambil berpura-pura tidur.

Pembelaan itu digambarkan hakim " menggelikan" .

Dalam pernyataannya, salah satu korban mengatakan Reynhard telah " menghancurkan sebagian hidup saya" .

Sementara korban lain mengatakan, " Saya harap dia tidak pernah keluar dari penjara dan dia membusuk di neraka."

" Saya memiliki periode di mana saya tidak bisa bangun dan menghadapi hari," tambah yang lain.

Reynhard, yang sedang belajar untuk gelar doktor di University of Leeds, melakukan aksi predator itu selama beberapa tahun. 

6 dari 7 halaman

Ditangkap 2017

Reynhard ditangkap pada Juni 2017 ketika seorang korban, yang sadar kembali ketika sedang diperkosa, melawan Sinaga dan memanggil polisi.

Ketika petugas menyita telepon Reynhard, mereka menemukan rekaman mengejutkan. Ada rekaman dari setiap aksi bejatnya itu di dalam ponsel. Terdapat ratusan jam rekaman pemerkosaan.

Asisten Kepala Polisi Constable, Mabbs Hussain mengatakan tingkat pelanggaran Reynhard mungkin tidak akan pernah diketahui.

7 dari 7 halaman

10 Tahun Beraksi

" Kami menduga dia melakukan ini selama 10 tahun," katanya. " Informasi dan bukti yang kita peroleh sebagian besar berasal dari rekaman yang dia kumpulkan dari para korban kejahatannya," ujar Mabbs Hussain. 

Penyelidik melacak lusinan korban dari video menggunakan petunjuk yang ditemukan di flat Reynhard di Manchester, seperti ponsel curian, kartu ID dan jam tangan.

Universitas Manchester, tempat Sinaga sebelumnya menjadi mahasiswa, mengatakan beberapa anggota komunitasnya telah " terkena dampak langsung" dari kasus ini dan telah membuat saluran telepon rahasia khusus untuk menawarkan dukungan.

Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair
Join Dream.co.id