Setelah Lafaz Allah, Muncul Penampakan Wajah Bayi di Langit Blora, Petanda Apa?

News | Senin, 11 Mei 2020 14:24
Setelah Lafaz Allah, Muncul Penampakan Wajah Bayi di Langit Blora, Petanda Apa?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Perhatikan seksama.

Dream - Di tengah badai Covid-19 yang sedang terjadi, Allah SWT tidak pernah berhenti menunjukan kebesaran-Nya. Seperti lewat kemunculan awan membentuk lafaz Allah dan penampakan wajah bayi menggemaskan di langit Blora, Jawa Tengah.

Beberapa hari lalu Blora sempat heboh dengan penampakan awan berbentuk lafaz Allah. Awan itu muncul di pertengahan bulan Ramadhan 1441 Hijriyah.

Kini, fenomena unik kembali muncul di langit kota ujung timur Jawa Tengah ini. Kali ini, kemunculan awan membentuk wajah bayi.

Kejadian itu didokumentasikan oleh Eko Arifianto, 43 tahun, warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Kota Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu, 9 Mei 2020, tengah malam.

" Semalam awalnya saya ingin melihat dan memotret bulan. Tapi saya terkejut ternyata di dekat bulan yang bersinar terang itu, tampak sesosok wajah anak-anak. Ya, tepatnya wajah balita," kata Eko, dikutip dari Liputan6.com.

 

2 dari 7 halaman

Fenomena Alam

Dia menduga penampakan wajah balita menggemaskan itu merupakan fenomena meteorologi yang sebenarnya dikenal sebagai awan gulung, awan lengkung, awan vertikal maupun horisontal. Fenomena ini terjadi akibat adanya kondensasi, perubahan wujud air dari uap air menjadi titik air.

Eko melihat penampakan tersebut saat cuaca malam relatif cerah. Tetapi sebelumnya langit Blora sempat mendung dengan awan hitam beberapa kali menghalangi sinar rembulan.

" Mengagetkan menurut saya, ada penampakan awan seperti kepala bocah kok persis muncul di atas bulan yang bersinar terang, lengkap dengan dahi, mata, hidung, mulut, dadu serta pipinya yang gembul,” ucap ayah dua anak itu.

Liputan6.com mencoba mencari tahu kebenaran penampakan wajah balita tersebut. Terungkap check metadata gambar itu terlihat fotonya memang asli diambil pada 9 Mei 2020 pukul 00:26:06 WIB menggunakan Camera Canon EOS 600D Zoom:4.5x dengan Shutter 1/10 s, No flash, Lens: EF-S55-250mm f/4-5.6 IS I, Apperture 1:5.6, ISO: 6400, Focal Length: 250 mm.

 

 

3 dari 7 halaman

Pertanda Apa?

" Ya, setelah mengabadikan fenomena misterius tersebut dalam foto, untuk berbagi infomasi dan pengetahuan, semalam saya mempostingnya ke media sosial dan grup WhatsApp," kata pemerhati sejarah Blora itu.

Di sisi lain, dia mengaku baru pertama kali melihat penampakan tersebut dengan dengan mata kepalanya sendiri secara jelas.

" Biasanya hanya seperti ombak atau sisik ikan," ucap Eko.

Munculnya awan mirip kepala dan wajah balita itu dinilai bisa jadi pertanda baik dan sebaliknya bisa pula jadi pertanda buruk. Di mana saat ini dunia, termasuk Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19.

Sumber: Liputan6.com/Ahmad Adirin

4 dari 7 halaman

Ilmuwan Temukan Keanehan di Matahari, Pertanda Apa?

Dream - Para ilmuwan menemukan keanehan pada Matahari yang dalam seratus tahun lebih belakangan ini bertingkah tidak seperti biasanya.

Menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa Kepler, para ilmuwan membandingkan kecerahan Matahari dengan bintang serupa lainnya di alam semesta.

Menurut para ilmuwan, bintang Bumi itu tampak kurang aktif dibandingkan dengan ratusan bintang serupa berdasarkan variasi kecerahannya.

Ketika dibandingkan dengan 369 bintang lainnya, fluktuasi aktivitas Matahari lima kali lebih rendah selama 140 tahun terakhir.

" Kami sangat terkejut bahwa sebagian besar bintang ini jauh lebih aktif daripada Matahari," kata Dr Alexander Shapiro, dari Max Planck Institute for Solar System Research (MPS).

5 dari 7 halaman

Mempelajari Ratusan Bintang Sebagai Pembanding

Untuk mendapatkan temuannya, para ilmuwan mempersempit kelompok bintang mirip Matahari dari katalog data pengukuran yang direkam oleh Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA.

Tujuannya untuk mendapatkan bintang-bintang dengan data pengukuran yang sama dengan Matahari dari segi suhu permukaan, umur, dan periode rotasi.

Mereka kemudian mengamati bintang-bintang yang berputar sekali di sekitar porosnya sendiri dalam waktu 20 hingga 30 hari.

6 dari 7 halaman

Usia Matahari 4,6 Miliar Tahun

Sebelumnya, para ilmuwan mengandalkan sejarah terbaru dari Matahari untuk memahami kecerahannya.

Namun, melalui berbagai teknik, sekarang kita dapat memahami lebih banyak tentang sejarah Matahari dalam rentang waktu 9.000 tahun terakhir.

Sayangnya, itu adalah periode yang relatif kecil jika dibandingkan dengan usia Matahari yang diperkirakan hampir 4,6 miliar tahun.

7 dari 7 halaman

Perilaku Matahari Masih Jadi Misteri

Penelitian baru ini memungkinkan para ilmuwan untuk membandingkan bintang kita dengan yang sejenis, sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih baik tentang seberapa normal perilakunya.

Tetapi para ilmuwan masih belum mengerti mengapa Matahari bertingkah sangat tidak biasa.

" Bisa dibayangkan bahwa Matahari mungkin telah melalui fase tenang selama ribuan tahun, dan karena itu kita memiliki gambaran yang keliru tentang bintang kita ini," kata Dr Timo Reinhold, penulis utama penelitian, yang menerbitkan temuannya dalam jurnal Science.

Para ilmuwan mencatat ada kemungkinan Matahari dapat memiliki variabilitas yang lebih tinggi dalam rentang waktu yang lama, atau berbeda dari bintang serupa dengan cara yang belum dikenali.

Sumber: The Independent

Terkait
Join Dream.co.id