Setahun Pandemi Covid 'Jajah' Indonesia, Ridwan Kamil: Semoga Corona Pendek Umur

News | Rabu, 3 Maret 2021 15:00
Setahun Pandemi Covid 'Jajah' Indonesia, Ridwan Kamil: Semoga Corona Pendek Umur

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ridwan Kamil meminta kepada masyarakat agar tetap bersabar dan menjaga kepercayaan kepada pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Dream - Tepat satu tahun Covid-19 di Indonesia, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta masyarakat tetap bersabar dan menjaga kepercayaan kepada pemerintah dalam penanganan virus corona. Menurutnya, pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan Covid-19 melalui banyak kebijakan.

" Pertama, saya menghaturkan sudah semua dilakukan lahir dan batin dan semua jurus dikeluarkan walau hasilnya belum memuaskan masyarakat," kata Emil, sapaan akrabnya dikutip dari Liputan6.com, Kota Bandung, Selasa 2 Maret 2021.

Adapun momen setahun pandemi jatuh pada 2 Maret 2021 atau sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia ditemukan di Depok, Jawa Barat, pada 2 Maret 2020 lalu.

" Pesan di satu tahun 'HUT Covid-19', saya doakan Covid pendek umur, semoga binasa selamanya," ucap mantan Wali Kota Bandung itu.

Emil mengatakan, Covid-19 sudah lebih dulu masuk ke Indonesia sebelum pasien 01 dan 02 diumumkan pada 2 Maret 2020. Pemprov Jabar sudah melakukan rapat terlebih dulu untuk membuat antisipasi pada 12 Februari 2020.

" 12 Februari, kita rapat duluan atau sebulan sebelumnya. Kita membaca fenomena global dengan membuat siaga satu Jabar. Banyak orang yang tidak menyukai padahal infrastruktur harus siap," tuturnya.

2 dari 5 halaman

Pandemi Beri Pelajaran Luar Biasa

Emil mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran yang sangat luar biasa. Sebelumnya, banyak orang tak paham apa itu virus corona yang menyebabkan kasus terus meningkat.

Dengan adanya Covid-19, banyak kebijakan yang mesti berubah mulai dari tingkat global. Jika semula hanya orang sakit yang wajib memakai masker, tetapi kemudian kebijakan itu berubah dengan mewajibkan semua orang baik yang sehat atau pun yang sakit untuk memakai masker.

" Orang sehat tidak pakai masker ternyata berubah aturannya. Lalu, PPKM berubah menjadi PSBB. Kasus aktif masih ada tapi trennya sekarang menurun," ujarnya.

Emil mengakui masih banyak masalah yang masih perlu mendapat perhatian besar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya terkait data kasus harian yang masih tumpang tindih.

" Kasus di Jabar datanya masih belum clear. Kami berharap yang diumumkan kasus baru, yang sembuh diumumkan. Masalah data ini harus terus disempurnakan, bansos yang datanya masih berantakan juga masih harus diselesaikan," ujarnya.

 

3 dari 5 halaman

Vaksinasi Beri Harapan

Terkait vaksinasi Covid-19, Emil berharap dengan vaksinasi berjalan, perekonomian segera pulih.

" Vaksinasi menjadi kunci di 2021 karena kita mau beres pakai apa kalau enggak pakai vaksin? Sejarah membuktikan semua pandemi di dunia beres oleh vaksin. Mudah-mudahan dengan kehadiran vaksinasi yang sukses bisa memulihkan pandemi dan ekonomi," kata dia.

Selain itu, Emil pun mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19. Serta meminta masyarakat agar tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

(Sumber: humas.jabarprov.go.id)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

4 dari 5 halaman

Jabar Punya Mobil Vaksin Jangkau Lansia Kesulitan Datangi Faskes

Dream - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengatakan masyarakat lanjut usia menjadi kelompok prioritas menerima vaksinasi Covid-19. Karena keterbatasan fisik pada kelompok usia ini, Pemerintah Provinsi Jabar telah membuat inovasi dengan mobil vaksin.

Kendaraan khusus tersebut akan mendatangi para Lansia yang menjadi target vaksinasi, khususnya di daerah terpencil.

" Jadi nanti jangan kaget kalau orang divaksin ada mobil vaksin Jabar muter-muter di daerah yang sulit atau menjemput Lansia yang mungkin secara fisik kerepotan menunggu antrean," ujar Ridwan, dikutip dari Humas Jabar.

Ridwan mengatakan inovasi mobil vaksin yang digagas Jabar telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo.

" Alhamdulillah kami diizinkan oleh Bapak Presiden untuk menggunakan inovasi mobil vaksin," kata Ridwan.

5 dari 5 halaman

Pada tahap kedua vaksinasi, Jabar menargetkan 6,6 juta penerima. Rinciannya, 4.403.983 penerima adalah lansia dan 2.195.215 merupakan petugas pelayanan publik.

Lebih lanjut, Ridwan mengingatkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para lansia sebelum menjalani vaksinasi Covid-19. Tidak semua lansia dapat divaksin.

" Tidak semua lansia disuntik, yaitu yang memenuhi syarat, yang tentunya kita harapkan proporsional," kata Ridwan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id