Sempat Muncul di 2002, Ini Penyebab Wabah Covid-19 Saat Ini Lebih Ganas

News | Sabtu, 24 Oktober 2020 19:01
Sempat Muncul di 2002, Ini Penyebab Wabah Covid-19 Saat Ini Lebih Ganas

Reporter : Cynthia Amanda Male

Penyebarannya tidak semudah sekarang.

Dream - Penyebaran virus Covid-19 ternyata sudah pernah dideteksi sekitar 18 tahun yang lalu atau pada 2002-2003. Kala itu virus SARS COVID-19 pernah muncul di Hong Kong namun dengan vatality rate mencapai 20 persen.

Delapan tahun berselang, penyakit tersebut kembali muncul di China dengan efek yang lebih mengerikan. Penyebarannya berlangsung cepat dan hampir terjadi di seluruh dunia. Diduga hal ini terjadi karena penyebaran virus dibantu dengan interaksi masyarakat dunia yang semakin mudah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Dwi Agustian, yang menilai pola perjalanan global menjadi dalang dari cepatnya penyebaran virus Covid-19.

" Virus ini hanya bisa menimbulkan sebaran yang sangat cepat seperti ini di dunia modern pada saat teknologi bisa membuat orang berinteraksi dengan cepat," katanya dalam talkshow Titik Balik Penyintas Covid-19 di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat kemarin dilansir dari Covid19.go.id.

2 dari 3 halaman

Efek biologisnya lebih cepat saat ini

Menurut Dwi, virus ini tidak menimbulkan efek biologis secara cepat pada 20 tahun lalu. Maka dari itu, virus ini tergolong baru dan pengetahuannya masih perlu diakumulasi agar lebih konkrit.

Menurut data statistik, pengembangan terakhir dari populasi umum paling tinggi mencapai 5 persen. Masih ada beberapa pasien yang terjangkit Covid-19 tanpa gejala seperti di Bandung, Jawa Barat.

Sehingga, penelitian dan pemeriksaan masih harus dilakukan untuk bisa mengidentifikasi karakteristik virus Covid-19. Salah satu orang yang terjangkit Covid-19 akibat perjalanan global adalah motivator Tung Desem Waringin.

3 dari 3 halaman

Cerita penyintas

Ia tertular saat berada di pesawat terbang 15 Maret lalu. Kebetulan, ia menumpang pesawat penuh dan hanya penumpang sakit yang memakai masker.

Tiga hari kemudian, ia terkena demam dan suhu tubuhnya naik turun. Lalu, ia divonis positif Covid-19. Namun tak lama kemudian, ia sembuh karena setelah menjalani kebiasaan minum air putih selama perawatan.

Ada juga cerita dari penyintas Covid-19 Susi Rudiati yang telah hidup dengan satu ginjal selama 23 tahun dan mengalami demam tinggi serta kenaikan tensi drastis.

Sempat putus asa, ia pun berhasil sembuh setelah berbagi rezeki dengan petugas cleaning service.

(Sumber: Covid19.go.id)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id