Selamat! Menlu Retno Jadi Nenek

News | Rabu, 15 Januari 2020 10:02
Selamat! Menlu Retno Jadi Nenek

Reporter : Maulana Kautsar

Retno juga membagikan arti nama anak-anaknya.

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi sedang berbahagia. Dia kini resmi menyandang sebutan nenek. Di akun Istagramnya dia memamerkan foto sang bayi.

" Izinkan aku memperkenalkan cucu pertama kami. Manggala Astabrata Marsudi or Al Marsudi," tulis Retno, diakses Rabu, 15 Januari 2020.

Retno menyebut, nama Manggala berarti pemimpin, diberkati, atau beruntung. Sementara itu, kata dia, Astabrata artinya delapan sifat yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin.

Retno Marsudi membagikan foto cucu pertamanya© Instagram

Delapan sifat dari Astabrata atau Hastabrata adalah mengikuti sisi positif dari semesta. Seperti bulan yang membuat terang di kala kegelapan, matahari yang memberi kekuatan, air yang mengalir ke segala kalangan, dan bintang yang menjadi petunjuk arah.

" Bismillah, semoga menjadi anak saleh, sehat, baik dan cerdas. Welcome to the family Al," tulis dia.

Dilaporkan Liputan6.com, Al merupakan putra pertama dari pasangan Dyota Marsudi, putra Menlu Retno yang berada di Singapura, dan istrinya Natalia Rialucky Marsudi.

2 dari 7 halaman

Antisipasi Iran-AS Memanas, Kemenlu Sudah Siapkan Rencana Evakuasi WNI

Dream - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menyiapkan contigency plan atau rencana cadangan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Iran, Irak, dan wilayah sekitarnya.

Upaya itu dilakukan karena meningkatnya ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran pasca terbunuhnya Jenderal Qassem Soelaimani.

" Semua nomor hotline perwakilan terkait sudah aktif dan dimasukkan di dalam rilis Kementerian Luar Negeri. Dan Kementerian Luar Negeri sudah mengaktifkan crisis center untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi,” kata Retno, dalam keterangan resminya, Kamis, 9 Januari 2019.

Retno menyebut, pemerintah Indonesia telah mengirim pesan ke semua pihak untuk menahan diri agar ketegangan mereda. Retno juga telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“ Indonesia sudah mengirim pesan ke semua pihak terkait untuk menahan diri agar eskalasi yang sedang terjadi tidak memburuk,” kata dia.

Sebelumnya, Kemlu juga telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang tinggal Iran, Irak dan negara sekitar Timur Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan konflik AS-Iran semakin meningkat. 

Dalam imbauannya, Kemlu meminta WNI untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi dan imbauan otoritas setempat, terutama terkait situasi keamanan, serta terus menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Untuk WNI yang memerlukan bantuan atau informasi, Kemlu mengimbau untuk segera menghubungi Perwakilan RI setempat/terdekat jika memerlukan informasi dan bantuan.

" Kementerian Luar Negeri RI telah mengaktifkan kembali crisis centre dengan nomor +62 812-9007-0027," tulis Kemlu dalam surat himbauan tersebut.?

3 dari 7 halaman

Iran Vs AS Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

Dream - Iran tampaknya tidak main-main dengan ancaman serangan kepada Amerika Serikat. Garda Revolusi Iran menggempur pangkalan udara AS di Provinsi Anbar, Irak selatan, Selasa 7 Januari 2020.

Serangan itu dilakukan untuk membalas dendam atas kematian jenderal pasukan elite Quds, Qassem Soleimani.

Soleimani dan sejumlah pejabat Iran lainnya tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu.

Perseteruan Iran-Amerika Serikat semakin memanas. Perang terbuka sepertinya akan terjadi dalam minggu-minggu mendatang.

Lantas, bagaimana perbandingan kekuatan militer Iran dan Amerika Serikat? Siapakah yang lebih unggul?

Untuk mengetahuinya, berikut perbandingan kekuatan militer Iran dan AS dilansir dari laman Global Fire Power 2019.

4 dari 7 halaman

Anggaran Militer Iran dan AS

Seperti dilaporkan Global Fire Power 2019, militer AS berada di posisi 1, disusul Rusia di posisi 2, dan China di posisi 3. Sedangkan Iran berada di posisi 14.

Dari sini sudah bisa diprediksi bahwa anggaran militer AS pasti sangat besar. Untuk anggaran militernya, AS telah menggelontorkan dana sebanyak US$716 miliar.

Sedangkan anggaran militer Iran jauh lebih kecil, hanya sebesar US$6,3 miliar.

5 dari 7 halaman

Kekuatan Personel Militer Iran dan AS

Untuk jumlah personel militer Iran dan AS, terlihat bahwa Negeri Paman Sam lebih unggul. Personel militer AS berjumlah 2.141.900. Namun yang aktif berjumlah 1.281.900. Personel cadangan di militer AS berjumlah 860.000.

Sedangkan personel militer Iran berjumlah 873.000. Personel yang aktif berjumlah 523.000. Untuk cadangan, personel militer Iran berjumlah 350.000.

Menurut Global Fire Power 2019, Amerika Serikat menduduki peringkat satu sebagai negara terkuat di dunia. Sementara Iran berada di posisi 14.

6 dari 7 halaman

Kekuatan Udara Militer Iran dan AS

Kekuatan udara Iran berada di peringkat 24 dari 137 dengan alutsista berjumlah 509 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 142 jet tempur, 165 pesawat penghancur, 89 pesawat angkut. Selain itu, Iran juga punya 128 helikopter, dengan 12 di antaranya adalah helikopter tempur.

Sementara kekuatan udara AS terdiri dari 13.398 pesawat, yang terdiri dari 2.362 jet tempur, 2.831 pesawat penghancur, dan 1.153 pesawat angkut. Seperti Iran, AS juga memiiki helikopter sebanyak 5.760 dengan 971 di antaranya adalah helikopter tempur.

Untuk alutsista laut, AS memimpin dengan total sebanyak 415 unit. Yang terdiri dari kapal induk 24 unit, kapal perusak 68 unit, fregat 22 unit, korvet 15 unit, kapal selam 68 uni, kapal patroli 13 unit, dan kapal anti ranjau 11 unit.

Sedangkan alutsista laut Iran berjumlah 398 unit. Yang terdiri dari kapal perusak 6 unit, korvet 3 unit, kapal selam 35 unit, kapal patroli 88 unit, dan kapal anti ranjau 3 unit.

7 dari 7 halaman

Kekuatan Darat Militer Iran dan AS

Angkatan Darat AS memiliki 6.287 unit tank, kendaraan lapis baja 39.223 unit, artileri otomatis 992 unit, artileri tarik 864 unit, dan peluncur roket 1.056 unit.

Untuk Iran, alutsista daratnya terdiri dari 1.364 unit tank, kendaraan lapis baja 2.345 unit, artileri otomatis 570 unit, artileri tarik 2.128 unit, dan peluncur roket 1.900 unit.

Sumber: Global Fire Power 2019

Join Dream.co.id