Kemenag Sudah Salurkan Dana Bidik Misi Rp482 M

News | Sabtu, 16 November 2019 18:02
Kemenag Sudah Salurkan Dana Bidik Misi Rp482 M

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Tiap tahun penyaluran beasiswa Bidik Misi Kemenah terus naik.

Dream - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kementerian Agama, Arskal Salim melaporkan penyaluran Beasiswa Bidik Misi selama empat tahun terakhir telah mencapai Rp482,5 miliar. 

Arskal mengatakan, pemberian Beasiswa Bidik Misi selama 2015 hingga 2019 itu tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) saja. Mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) juga mendapatkan alokasi beasiswa tersebut.

" Tidak kurang dari 37.650 mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah tapi mempunyai potensi akademik yang bagus telah mendapatkan manfaat Beasiswa Bidikmisi baik di PTKIN maupun PTKIS," ujar Arskal dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 November 2019.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, dana Bidik Misi untuk mahasiswa PTKI terus mengalami penambahan selama 4 tahun berjalan.

" Pada tahun anggaran 2015 ada 5.000 mahasiswa mendapat Bidikmisi, 2016 dan 2017 ada 7.000 mahasiswa, tahun 2018 meningkat menjadi 8.500 dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 10.000 mahasiswa," ucap dia.

Lebih lanjut, Arskal mengatakan, pada 2020, Beassiswa Bidik Misi akan bertransformasi menjadi Kartu Jakarta Pintar (KIP) Kuliah.

Dia mengatakan, rencana anggaran 2020, Kemenag menargetkan keikutsertaan KIP Kuliah sebanyak 3.000 mahasiswa PTKIS dan 14.565 untuk mahasiswa PTKIN.

" Jadi total anggaran yang dikeluarkan pada tahun anggaran 2020 mencapai 115,9 milyar," kata dia.(Sah)

2 dari 5 halaman

Qari Juara MTQ Dunia Dapat Beasiswa S2 Kemenag

Dream - Salman Amrillah mengharumkan nama bangsa di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Teheran, Iran. Qori asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu dinobatkan sebagai juara I kategori Tilawah tingkat dewasa, mengalahkan finalis lain dari Iran, Irak, Mesir, dan Malaysia.

Atas prestasi itu, Salman mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag). Pemuda 28 tahun yang berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam non-PNS itu berkesempatan menempuh pendidikan S2 dengan beasiswa penuh dari Kemenag.

" Ini tidak hanya membanggakan dan membahagiakan bagi kita, tetapi semua warga negara," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, saat bertemu dan menyerahkan secara simbolis beasiswa S2 kepada Salman, dikutip dari Kemenag.go.id.

" Bila Anda ingin melanjutkan S2, Kemenag melalui Bimas Islam akan menanggung biaya pendidikannya," lanjut Lukman.

Selain itu, Lukman juga bakal mengupayakan agar Salman diangkat menjadi PNS. Masa tugas Salman sebagai penyuluh serta prestasi yang telah diraih dapat menjadi pertimbangan untuk pengangkatan.

" Ini tentu kita upayakan, karena untuk pengangkatan sebagai PNS kita harus berkoordinasi juga dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara," ucap Lukman.

Masih ada lagi. Salman juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp20 juta dari Kemenag. Lukman juga berharap agar Salman terus menginspirasi generasi muda Muslim Indonesia.

" Diharapkan ini dapat digunakan untuk mempelajari Alquran, memelihara suara yang bagus, dan mempertahankan prestasi," tutur Lukman.

3 dari 5 halaman

Kalahkah Juara Bertahan

Pada kesempatan yang sama, Salman mengaku selama ini dia cukup aktif di media sosial. Dia kerap mengisi akunnnya dengan video saat pemuda itu membaca Alquran dengan merdu.

" Saya sering posting contoh bacaan Alquran. Saya ingin anak-anak muda untuk terus semangat belajar Alquran. Saya bisa seperti ini, karena berkah Al-Quran," ucap Salman.

Perjuangan Salman meraih gelar juara tidaklah mudah. Sebab, selama ini juara MTQ internasional tersebut selalu dikantongi oleh Iran.

" Hanya tiga kali tidak diraih orang Iran. Pertama oleh qari asal Medan pada tahun 2001, kemudian oleh qari asal Pakistan, terakhir di tahun ini saya," ucap Salman.

Lebih lanjut, Salman membagikan tips bagi para qari yang ingin mengikuti jejaknya berlaga di ajang dunia. Dia menekankan untuk memperhatikan betul dan mematuhi peraturan MTQ di tiap negara.

" Masing-masing negara memiliki aturan main yang berbeda," kata Salman.

4 dari 5 halaman

Qari Indonesia Juara MTQ Dunia

Dream - Qari asal Jawa Barat, Salman Amrillah, semakin mengharumkan nama Bangsa Indonesia di dunia. Salman dinobatkan sebagai juara dunia dalam Musabaqah Tilawatil Quran Internasional yang berlangsung di Teheran, Iran, pada 10-15 April 2019.

Dikutip dari Laduni.id, lantunan merdu ayat suci Alquran Salman di Mushola Agung Imam Khomaini membuat juri kagum. Alhasil, dia ditempatkan pada posisi teratas pada kategori Tilawah tingkat dewasa, mengalahkan Qari asal Republik Islam Iran, Mehdi Cholamnejad.

Urutan ke tiga ditempati Qari asal Irak, Mohammad Ridha Salman. Sedangkan urutan ke empat dan kelima diisi Qari asal Mesir, Ahmad Samir Abdul Aziz Abdul Ghani, dan Qari asal Malaysia, Wan Ainuddin Hilmi.

MTQ internasional yang merupakan agenda rutin Pemerintah Republik Islam Iran ini diikuti oleh peserta dari 37 negara. Mereka berkompetisi dalam berbagai kategori yang dilombakan.

Indonesia mengirimkan lima wakil untuk mengikuti perlombaan ini. Mereka adalah Ummu Habibah Rochim asal Jawa Timur, Salman Amrillah dari Jawa Barat, Muhammad Rifqi Hawari dari Kepulauan Riau, Muhammad Khaerurozzaq asal Nusa Tenggara Barat, dan Sidiq Mulyana dari Jawa Barat.

5 dari 5 halaman

Hampir Semua Delegasi Indonesia Juara

Salah satu perwakilan Indonesia, Muhammad Rifqi Hawari, mengatakan ini merupakan kali pertama baginya mengikuti kejuaraan tingkat internasional. Dia mengaku bangga menjadi delegasi Indonesia.

" Meskipun ini pengalaman pertama kali saya mengikuti MTQ internasional, tapi saja pribadi percaya diri mampu berkompetisi dengan qori dari berbagai negara," ujar Rifqi.

Rifqi sempat masuk final kategori hafiz dan tilawah cabang remaja bersama rekan satu timnya, Muhammad Khaerrurozzaq. Dua qori ini sebelumnya kerap meraih penghargaan MTQ di tingkat regional maupun nasional.

" Saya juga merasa nyaman dengan kompetisi ini karena penyelenggaranya sangat ramah dan menyambut kami dengan senang, yang mereka sebut peserta dari negara muslim terbesar di dunia," kata Rifqi.

Di ajang ini pula, Rifqi dinobatkan sebagai Juara III kategori Tilawah tingkat remaja. Dia bersaing ketat dengan finalis dari Suriah, Kenya, Iran, dan Chad.

Sementara untuk kategori Fahmil Qur'an tingkat santri, Sidiq Mulyana dinobatkan sebagai Juara III.

Sumber: Laduni.id

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting
Join Dream.co.id