Selain AA, Siapa Artis yang Terlibat Prositusi?

News | Senin, 11 Mei 2015 12:28
Selain AA, Siapa Artis yang Terlibat Prositusi?

Reporter : Sandy Mahaputra

Meski mematok tarif cukup tinggi, yaitu Rp 80 Juta hingga Rp200 juta, peminatnya tetap banyak yang hampir semuanya dari kalangan atas.

Dream - Penyidik Polres Jakarta Selatan  segera memanggil artis dan anak buah RA, mucikari kelas tinggi yang biasa menjajakan jasa prostitusi dari kalangan artis dan model.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi, Audie Latuheru mengatakan, penyidik segera melakukan pemanggilan dari beberapa artis yang diduga 'dijual' oleh RA.

" Akan kita mintai keterangannya sebagai saksi, karena dari beberapa percakapan di BBM (Blackberry Messenger) yang ditemukan penyidik menyebutkan ke arah sana," kata Audie, Senin 11 Mei 2015.

Penyidik juga menemukan kalau RA menyebutkan kata booking dengan sebutan 'arisan'. " Kebanyakan model dan artis, kalau di luar artis kami masih lakukan penyidikan kembali," ujarnya.

Meski mematok tarif cukup tinggi, yaitu Rp 80 Juta hingga Rp200 juta, peminatnya tetap banyak yang hampir semuanya dari kalangan atas.

Kepada polisi, RA mengaku bukan hanya dia yang 'menjual' artis ke pria hidung belang. " Dia memang menyebut nama mucikari yang menawarkan artis selain dirinya. Kami akan dalami itu," kata Audie.

Ra dalam pengakuannya beberapa artis kerap menitip ke dia untuk dicarikan 'job'. Tapi artis itu juga menitip ke mucikari lain hal yang sama, yakni minta dicarikan 'job'.

Dari praktik prositusi ini, penghasilan RA diperkirakan mencapai Rp 120 juta per Hari. Ia mengaku mengambil jatah 30 persen dari setiap artis yang dia jual.

Saban hari, RA mengaku bisa mencarikan pelanggan untuk lima artis. Tarifnya antara Rp 80 juta hingga Rp 200 juta sekali kencan.

Diketahui, RA ditangkap bersama seorang artis AA di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan, Jumat malam 8 Mei 2015.

2 dari 6 halaman

Siapa Pelanggan Artis AA?

Siapa Pelanggan Artis AA?

Dream - Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan RA yang diduga sebagai mucikari memiliki modus meminta uang muka atau down paymentkepada pelanggan.

" Ketika memesan harus membayar DP 30 persen dari nilai keseluruhan. Setelah hari H dilunasi, baru masuk kamar," ujar Kapolres dikutip Dream darihumaspoldametrojaya.blogspot.com, Senin 11 Mei 2015.

Praktek prostitusi yang dilakukan RA, menurut Wahyu, tergolong sangat privat. Sebab, RA tidak memiliki situs ataupun akun media sosial untuk menawarkan PSK-nya.

" Tersangka menggunakan sarana BBM dan Whatsapp untuk praktek prostitusinya. Dia tidak bikin situs. Ini sangat privat," kata Wahyu.

Praktek prostitusi yang dilakukan RA tergolong elite dengan tarif berkisar antara Rp 80 juta hingga Rp 200 juta sekali kencan.

" Dari harga segitu, tersangka (RA) mendapat 30 persen. Biasanya pelanggannya dari kalangan atas," imbuhnya.

Diketahui, RA ditangkap bersama seorang artis AA di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan, Jumat malam 8 Mei 2015.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Pol Audie Latuheru, AA saat ini masih berstatus sebagai saksi dan sudah dibebaskan.

" Terkait profesi dan usia tersangka harus kami jaga untuk proses penyelidikan," kata Audie. RA diduga memiliki wanita penjaja cinta lebih dari 200 orang. (Ism) 

3 dari 6 halaman

Ada Dugaan 200 Wanita Lain Selain Artis `AA`

Ada Dugaan 200 Wanita Lain Selain Artis `AA`

Dream - Polres Jakarta Selatan terus mendalami dugaan keterlibatan wanita lain dalam jaringan prostitusi yang melibatkan artis AA.

Dalam penyelidikan sementara, kata Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Pol Wahyu Hadiningrat, diketahui jika RA tak hanya menjadi mucikari untuk artis AA. RA juga diketahui memiliki wanita penjaja cinta lebih dari 200 orang.

" Ada 200 orang yang dipasarkan RA. Kami masih menyelidiki dari mana saja dia mendapatkan perempuan sebanyak itu. Nanti kami selidiki," ujar Kapolres dikutip Dream darihumaspoldametrojaya.blogspot.com, Senin 11 Mei 2015.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Pol Audie Latuheru menambahkan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap RA.

" Kami masih lakukan pemeriksaan intensif, kami menduga mereka memiliki jaringan," katanya. Dia menegaskan, untuk AA sudah dibebaskan dan statusnya adalah saksi.

Artis AA disebut-sebut adalah Amel Alvi. Namun dia telah membantahnya. " Semuanya, insial AA itu bukan aku mungkin artis lain kan banyak yang namanya inisial AA. Aku baik-baik saja," tulis Amel Alvi dalam akun Twitternya @amelalvi28.

AA ditangkap bersama mucikarinya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan, Jumat malam 8 Mei 2015.

" Kalau AA saat ini masih berstatus sebagai saksi dan tidak bisa kita rilis dan hadirkan saat ini. Terkait profesi dan usia tersangka harus kami jaga untuk proses penyelidikan," kata Audie. (Ism) 

4 dari 6 halaman

Misteri Kunci Kos Deudeuh `Tata Chubby` Terungkap

Misteri Kunci Kos Deudeuh `Tata Chubby` Terungkap

 

Dream - Pelaku pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26), M Prio Santoso (24) ternyata membuang kunci kamar kos korban di sebuah selokan, samping Stasiun Cawang.

Hal itu terungkap saat pelaku menjalai Pra-Rekonstruksi di rumah kos Deudeuh di Jalan Tebet Utara 15 C, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 17 April 2015.

Pelaku lalu membuang kunci yang memiliki gantungan plastik berwarna kuning bernomor 2B di sebuah selokan kering, samping Stasiun Cawang di Jalan Tebet Timur Dalam XI, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Usai membuang kunci, pelaku langsung masuk ke stasiun. Selama di kereta menuju Bogor ia terus merenung, bingung dan takut aksinya ketahuan.

Menurut Kepala Unit Direskrim Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Budi Towoliu, kunci kos Deudeuh berhasil ditemukan. Ada dua kunci, satu kunci utama, satu kunci duplikat pintu kamar kosan korban. " Ini menjadi bukti utama untuk memenuhi berkas perkara," ujar Budi.

Diteriaki Warga

Prio sempat diteriaki warga ketika dibawa polisi ke lokasi pembunuhan untuk pra rekonstruksi.

Begitu pelaku diturunkan dari mobil dengan kawalan petugas bersenjata lengkap, warga yang sudah berkerumun langsung menyorakinya. " Ini toh yang bunuh. Buka saja pak polisi mukanya. Kasih liat saja," teriak seorang warga di lokasi.

Prio harus menembus kerumunan warga, lalu masuk ke dalam kos. Dua polisi bersenjata laras panjang berjaga di depan pintu kos. Sementara warga tetap ramai berkerumun di depan kos korban. (Ism) 

5 dari 6 halaman

Mengapa Barang Deudeuh Masih Disimpan Pembunuhnya

Mengapa Barang Deudeuh Masih Disimpan Pembunuhnya

Dream - Setelah membunuh Deudeuh Alfisahrin (26), pelaku M Prio Santoso (24) juga mengambil barang-barang berharga milik korban, yakni empat handphone, 1 unit MacBook, uang Rp 2,8 juta dan satu unit iPad.

Kepada polisi, pelaku mengaku mengambil barang-barang Deudeuh yang ada di atas meja kamar kos korban karena takut ketahuan. Ia kemudian memasukkannya ke tas ransel.

Awalnya pelaku sempat berniat menjual barang-barang itu untuk keperluan dia. Mengingat sang istri tengah hamil dan orangtuanya sedang sakit.

Tapi niat itu diurungkan lantaran takut ketahuan. Barang-barang itu pun disimpan di rumah pelaku. Si istri pun tidak mengetahuinya.

" Semua barang-barang korban yang diambil pelaku belum sempat digunakan, sehingga berhasil disita secara utuh oleh petugas," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi Albert Tedy Sianipar, Kamis 16 April 2015.

Kepolisian masih menaruh curiga jika ‎motif pembunuhan korban oleh tersangka tidak hanya karena masalah sakit hati. Sebab, tersangka mengambil barang-barang milik korban usai menghabisi nyawanya. " Kita masih dalami lagi," kata Albert.

Diketahui, keduanya berkenalan lewat Twitter. Pelaku dengan akun @santo06yoyomenghubungi Deudeuh yang memiliki akun @tata_chuby. Setelah bertukar nomor telepon, akhirnya mereka bertemu di kos-kosan korban.

Lewat twitter akun @santo06yoyo, pelaku sempat me-mention akun korban, @tata_chuby, menanyakan kapan bisa menggunakan jasanya, sebelum akhirnya bertemu dan nyawa Deudeuh dihabisi.

Pelaku diketahui bekerja sebagai guru privat di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

Dia ditangkap tanpa perlawanan pada Rabu dini hari tadi sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Batu Tapak, Bojonggede, Bogor. Adapun motif pelaku membunuh lantaran kesal dibilang bau badan oleh korban saat sedang bercinta.

Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (Ism) 

6 dari 6 halaman

Ungkapan Perasaan Deudeuh Sebelum Dibunuh

Ungkapan Perasaan Deudeuh Sebelum Dibunuh

 

Dream - Sebelum dibunuh di kamar kosnya, Deudeuh Alfisahrin (26) sempat mengungkapnya perasaan dia lewat akun Twitter-nya, @Tataa_Chubby.

Deudeuh sudah mengisyaratkan akan libur. Ia sempat berkicau keinginan untuk libur selama beberapa hari dari pekerjaannya.

Ibu satu anak itu menargetkan menyelesaikan semua pekerjaannya pada Selasa 14 April 2015, lalu akan libur panjang hingga Senin 27 April 2015.

Satu hari sebelum peristiwa pembunuhan, Deudeuh sempat menulis permintaan maaf.

" Cuma bisa berdoa, maaf belom bs bikin bangga,"  cuit Deudeuh 10 April 2015. Tidak jelas kepada siapa permintaan maaf itu ditujukan.

" Minyak wanginya nempel binggoooo,"  tulis dia pada tweet selanjutnya di hari yang sama.

Deudeuh juga pernah memposting sebuah gambar yang bertuliskan; " Nerakaku bukan urusanmu. Apalagi surga belum tentu jadi tempatmu" .

Di lingkungan indekos Jalan Tebet Utara, 15-C, Nomor 28, RT 7/10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Deudeuh dikenal dikenal pendiam dan tertutup.

Selama ini diketahui jarang pergi, tapi kerap menerima tamu lelaki di kamar, terkadang juga ada perempuan. Namun Deudeh dikenal cukup ramah.

Deudeuh tewas dibunuh M Prio Santoso, 24 tahun, yang tak lain adalah pelanggannya sendiri. Adapun motif pelaku membunuh lantaran kesal dibilang bau badan oleh korban saat sedang bercinta.

Prio ditangkap tanpa perlawanan pada Rabu dini hari kemarin sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Batu Tapak, Bojonggede, Bogor.

Pelaku yang bekerja sebagai guru privat di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Selengkapnya.. Curhat Tata Chubby Sebelum Dibunuh. (Ism)

Join Dream.co.id