Ingin Jadi Dokter, Nenek 98 Tahun Kembali Sekolah SD

News | Jumat, 11 Februari 2022 08:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Malah jadi asisten guru biar kelas tidak gaduh.

Dream - Belajar itu tidak mengenal masa. Kapanpun orang mau, maka pengetahuan akan bertambah dengan belajar.

Seperti dilakukan seorang warga Kenya, Priscilla Sitienei. Dia mencatat pelajaran yang didapat dari gurunya di ruang kelas di pedesaan Rift Valley.

Sitienei adalah siswa tertua di kelas itu karena usianya sudah hampir 99 tahun. Sementara teman-teman sekelasnya adalah anak-anak yang terpaut delapan dekade dari usianya.

Mengenakan seragam sekolah dengan gaun abu-abu dan sweter hijau, Sitienei mengaku kembali sekolah untuk memberikan contoh yang baik bagi cicitnya. Selain itu, tentu saja, untuk mengejar karir baru.

" Saya ingin menjadi dokter karena saya pernah menjadi bidan," kata Sitienei.

 

Ingin Jadi Dokter, Nenek 98 Tahun Kembali Sekolah SD
Priscilla Sitienei, Nenek Menginspirasi Dari Kenya (Indianexpress.com)
2 dari 4 halaman

Dia mengatakan keputusannya didukung anak-anaknya. Sehingga dia mantap kembali bersekolah.

Pemerintah Afrika Timur memberlakukan subsidi biaya Sekolah Dasar mulai 2003, memungkinkan beberapa anggota masyarakat yang lebih tua dan telah melewatkan pendidikan di masa mudanya untuk menghidupkan kembali impian mereka.

Ini melambungkan beberapa murid tua menjadi bintang, termasuk Sitienei, yang melakukan perjalanan ke Paris tahun lalu untuk peluncuran film tentang perjalanannya berjudul 'Gogo'. 'Gogo' berarti nenek dalam bahasa Kalenjin asalnya.

Dia juga akan segera menuju ke New York untuk peluncuran film tersebut. Kisah Sitienei memang sangat menginspirasi.

 

3 dari 4 halaman

Sitienei, yang duduk di kelas VI SD mengatakan tujuannya jauh lebih praktis daripada menjadi bintang film. Idenya muncul tatkala melihat cicitnya putus sekolah setelah hamil.

" Saya bercanda bertanya apakah dia memiliki sisa biaya di sekolah dan dia menjawab ya, saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan menggunakannya untuk mulai sekolah," kata dia.

Dia berharap cicit perempuannya mau melanjutkan studi dengan idenya itu. Tetapi ketika dia menolak, Sitienei memutuskan pergi ke sekolah dan belajar sendiri.

 

4 dari 4 halaman

Dia mengaku juga menikmati kegiatan sekolah bersama cucu-cucunya yang lain. Termasuk kelas pendidikan jasmani.

" Itu membuat saya tetap fit. Aku bisa melompat-lompat, meski tidak sebanyak yang mereka bisa, tapi setidaknya aku menggerakkan tubuhku. Itu adalah kebahagiaan saya," kata Sitienei.

Gurunya memanfaatkan pengalamannya yang luas untuk menjaga kedamaian selama pelajaran. Alhasil, nenek itu diminta jadi asisten untuk mengawasi kelas agar tidak gaduh.

“ Saya menjadikannya pengawas kelas untuk mencari pembuat kebisingan. Dia berhasil melakukan pekerjaan itu dan saat saya keluar, kelas tetap sepi," ujar wali kelas Sitienei, Leonida Talaam, dikutip dari Indianexpress.com.

Join Dream.co.id