Sekolah Dibuka 2021, Nadiem Tekankan Tak Paksa Orangtua

News | Sabtu, 28 November 2020 20:01
Sekolah Dibuka 2021, Nadiem Tekankan Tak Paksa Orangtua

Reporter : Mutia Nugraheni

Efek psikososial bagi anak-anak selama sekolah ditutup karena pandemi jadi pertimbangan utama.

Dream - Empat Kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri memutuskan untuk kembali membuka sekolah pada Januari 2020, tepatnya di semester genap.

Keputusan untuk membuka sekolah meski masih pandemi ini diumumkan 20 November 2020 lalu. Tak dipungkiri hal ini memunculkan kekhawatiran orangtua terhadap kesehatan anak-anaknya. Mengingat risiko tertular Covid-19 akan meningkat jika anak keluar rumah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengungkap salah satu hal yang jadi pertimbangan dalam memutuskan pembukaan sekolah saat pandemi. Menurutnya risiko psikososial yang dihadapi anak-anak jika sekolah tak kunjung dibuka terlalu besar.

" Dampak psikososialnya luar biasa besar, bisa permanen, stres, isolation, merasa kesepian, gak ketemu temennya. Emosional sama pentingnya dengan kognitif. Tak bisa dipisah," ungkap Nadiem dalam Live Instagram bersama @maudyayunda, beberapa hari lalu.

 

2 dari 3 halaman

Kondisi ini terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia, di mana akses internet masih sulit. Guru dan murid sulit melakukan pembelajaran jarak jauh dan sangat dibutuhkan tatap muka untuk transfer ilmu.

" Mengembalikan keputusan itu kepada Pemda yang menentukan. Mana yang boleh dibuka atau tidak, tapi dengan izin, Pemda harus say yes, Kepala sekolah harus approval dan Komite Sekolah dalam hal ini perwakilan orangtua, ujung-ujungnya keputusan ada di orangtua," kata Nadiem.

Bagaimana jika orangtua tak mengizinkan anaknya ke sekolah saat pandemi? Menurut Nadiem hal itu adalah hak orangtua dan tak boleh dipaksa.

" Bahkan kalau Komite Sekolah, perwakilan orantuanya bilang boleh buka, dan sudah nyaman, kalau ada satu orangtua yang gak mau anaknya pergi ke sekolah dan melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh-red) saja, itu diperbolehkan. Tidak bisa dipaksa," ungkap Nadiem.

 

3 dari 3 halaman

Ayah dua anak kembali mengingatkan para orangtua untuk tidak stres. Buatlah keputusan yang bijak dan tanpa paksaan terkait pendidikan dan kesehatan anak-anak.

Nadiem Makarim Mundur dari Gojek© MEN

" Jangan stres, ini hak Anda, kalau Komite Sekolah ternyata keputusannya untuk membuka itu hak Anda. Gak perlu dari situ merasa terpaksa, tidak ada paksaan," kata Nadiem.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id