Sekolah di Amerika Serikat Bakal Dibuka Seluruhnya Pada September 2021

News | Minggu, 11 April 2021 10:46

Reporter : Mutia Nugraheni

Vaksin Covid-19 untuk anak usia 12 hingga 15 diperkirakan siap Mei 2021 mendatang.

Dream - Sejumlah negara mulai uji coba membuka kembali sekolah setelah tutup selama 1 tahun karena pandemi Covid-19. Amerika Serikat, berencana bakal membuka seluruh sekolah pada musim gugur mendatang atau September 2021.

Hal tersebut diungkapkan Rochelle Walensky, MD, direktur CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat. Menurut analisis CDC, semua sekolah sudah bisa dibuka untuk pembelajaran tatap muka pada musim gugur, bahkan jika tidak semua anak divaksinasi.

" Kita harus mengantisipasi, pada September 2021, bahwa sekolah harus lengkap dan semua anak kita kembali ke kelas,” kata Walensky, kepada ABC News, dikuti dari WebMD.

Ia juga memperkirakan pertengahan Mei, vaksin Covid-19 untuk anak usia 12 hingga 15 tahun sudah siap. Pfizer merilis data baru minggu lalu yang menunjukkan vaksin Covid-19 aman dan efektif untuk berusia 12-15 tahun.

 

Sekolah di Amerika Serikat Bakal Dibuka Seluruhnya Pada September 2021
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Saat ini FDA (Badan Pengawas Obat AS) sedang dalam tahap memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19 untuk anak tersebut. Moderna juga melakukan uji klinik vaksin Covid-19 pada remaja dan pra-remaja. Walensky berharap vaksin Pfizer dan Moderna akan tersedia untuk usia 12 tahun ke atas pada Mei 2021.

Johnson & Johnson juga akan memulai uji klinis pediatrik dalam beberapa bulan mendatang. Pada 2 Maret, Presiden Joe Biden memerintahkan tiap negara bagian untuk menjadikan guru, staf sekolah dan pekerja pengasuhan anak sebagai kelompok prioritas vaksinasi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Kekhawatiran Embargo Vaksin Covid-19 Terjadi, Vaksinasi Indonesia Terimbas

Dream - Beberapa negara telah memberlakukan embargo vaksin lantaran terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Kondisi ini berdampak pada cadangan vaksin yang diperoleh Indonesia dari negara-negara prodosen.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Indonesia hanya mendapatkan 20 juta dosis vaksin untuk bulan Maret dan April melalui skema kerja sama multilateral. Padahal seharusnya jatah Indonesia sebanyak 30 juta dosis.

 Kekhawatiran Embargo Vaksin Covid-19 Terjadi, Vaksinasi Indonesia Terimbas© Dream

" Jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis, atau totalnya 2 bulan adalah 30 juta dosis, kita hanya bisa dapat 20 juta dosis, atau dua pertiganya," ujar Budi dalam konferensi pers disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan banyak negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 baik di Eropa, Amerika, maupun Asia sendiri. Seperti India, Filipina, Papua Nugini, maupun Brasil yang malah mengalami lonjakan gelombang ketiga (third wave).

" Akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi-lokasi tersebut yang terjadi lonjakan ketiga atau third wave mengarahkan agar vaksinnya tidak boleh keluar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing," kata Budi.

4 dari 4 halaman

Vaksinasi Tak Bisa 'Ngebut'

Hal ini berdampak pada laju vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Budi menjelaskan kecepatan vaksinasi terpaksa melambat lantaran suplai vaksin Covid-19 berkurang.

" Laju vaksinasinya, mohon maaf, agak kita atur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya," kata Budi.

Agar kondisi ini tidak berlangsung lama, kata Budi, Pemerintah tengah mengupayakan negosiasi dengan produsen vaksin. Ini agar kebutuhan vaksin dalam negeri dapat segera terpenuhi.

" Mudah-mudahan di bulan Mei bisa kembali normal sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya, terus meningkat," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Terkait
Join Dream.co.id