SD Dibuka Lagi Saat Masa New Normal, Siswa Satu Kelas Positif Corona

News | Sabtu, 1 Agustus 2020 12:01
SD Dibuka Lagi Saat Masa New Normal, Siswa Satu Kelas Positif Corona

Reporter : Sugiono

Para siswa SD yang terjangkit Covid-19 diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Dream - Dengan pelonggaran kebijakan Lockdown yang mulai diterapkan berbagai negara, masyarakat bisa kembali beraktivitas di luar rumah. Tak seperti di Indonesia yang masih menjalani pembelajaran jarak jarak, Malaysia sudah mulai membuka kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Namun keputusan tersebut membuat petaka bagi sebuah sekolah di Inanam, Kinabalu, Malaysia, Dilaporkan siswa satu kelas dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di klinik setempat.

Menurut laporan Astro AWANI, kabar yang cukup mengejutkan ini disampaikan oleh Datuk Christina Rundi, Direktur Departemen Kesehatan Negara Sabah.

Christina menambahkan bahwa para siswa SD yang terjangkit Covid-19 diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

2 dari 5 halaman

Yang Melakukan Kontak Dekat Diminta Isolasi Mandiri

Menurut Christina, bukan hanya para siswa yang diminta melakukan isolasi, tetapi siapa saja yang melakukan kontak dekat dengan mereka.

" Orangtua, teman sekelas, dan 8 guru mereka diketahui telah melakukan kontak dekat dengan 37 siswa itu," tambah Christina.

Departemen Kesehatan Sabah sebelumnya sudah menghimbau para orangtua untuk tidak mengizinkan anak-anak mereka ke sekolah.

Terutama bagi para siswa yang menunjukkan gejala seperti demam, batuk atau flu untuk menghindari pembentukan klaster baru.

Christina mengatakan pengelola sekolah ikut berperan dalam menegakkan aturan social distancing di antara para siswa sambil memastikan mereka rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, serta mengenakan masker.

Sumber: World of Buzz

3 dari 5 halaman

Baru Buka Dua Hari, Tukang Cukur Langsung Positif Covid-19

Dream - Baru dua hari membuka salon dan memangkas rambut sesuai protokol ketat dari pemerintah, seorang tukang cukur diduga tertular dan positif Covid-19.

Kasus di KL Trader’s Square di Setapak, Malaysia, ini terjadi ketika pengelola pusat perdagangan itu diberitahu tentang ambulans yang tiba di lokasi.

Ambulans dipanggil setelah rumah sakit swasta yang melakukan tes Covid-19 pada tukang cukur menemukan bahwa hasilnya kembali positif.

Tukang cukur itu kemudian dibawa ke rumah sakit pemerintah untuk menjalani tes swab kedua untuk mengonfirmasi status positifnya.

4 dari 5 halaman

Orang Asing yang Bekerja Jadi Tukang Cukur

Wakil Ketua Wilayah Federal untuk Parti Keadilan Rakyat, Andre CH Lai, juga menyebutkan masalah ini di media sosialnya.

Dalam postingannya, Andre mengatakan warga yang positif Covid-19 itu dilaporkan adalah seorang warga asing yang bekerja sebagai tukang cukur.

" Pengelola juga sudah melakukan sanitasi di semua area yang diakses oleh publik," tulis Andre di Facebooknya.

5 dari 5 halaman

Pemilik Pangkas Rambut Wajib Tes Covid-19

Buku tamu yang digunakan untuk mencatat pengunjung oleh tukang cukur itu juga dibawa untuk tujuan pelacakan kontak.

Sementara itu, Pusat Kesehatan Titiwangsa telah menginstruksikan kantor manajemen setempat untuk melakukan sanitasi, terutama semua lift di Blok B, menurut laporan Sin Chew Daily dan Oriental Daily.

Pemilik pangkas rambut, yang menurut laporan adalah penduduk setempat dan tinggal di Blok A, telah diinstruksikan untuk melakukan tes Covid-19 juga.

Dia diduga sebagai individu yang memiliki 'kontak dekat' dengan tukang cukur itu.

Sementara itu, dalam rilisnya, Direktur Jenderal Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah menyebutkan bahwa diagnosis terhadap tukang cukur belum dikonfirmasi secara resmi oleh Departemen Kesehatan Malaysia.

Sumber: World of Buzz

Join Dream.co.id