Lagi Bermain di Taman, Anak-Anak di Cibubur Temukan Granat

News | Sabtu, 17 Agustus 2019 08:29
Lagi Bermain di Taman, Anak-Anak di Cibubur Temukan Granat

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Belum diketahui granat tersebut masih aktif atau tidak

Dream - Warga yang berada di sebuah perumahan di Cibubur, Jakarta dibuat heboh dengan barang yang ditemukan anak-anak mereka. Bocah kecil yang tengah asyik bermain itu menemukan granat di Taman Kumis.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Heri Purnomo mengatakan, para orang tua yang mendengar pengakuan anaknya itu langsung melaporkan temuan itu ke polisi.

" Iya granat. Jadi anak-anak sedang main, ketemu benda itu," ujar Heri dikutip dari laman Liputan6.com,Jumat 16 Agustus 2019.

Heri mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 3 sore. Aparat kepolisian yang mendengar laporan warga langsung meluncur dan mengamankan benda tempur tersebut dari lokasi.

Hingga kemarin, polisi belum dapat menjelaskan granat tersebut aktif atau tidak.

" Nanti untuk pemusnahan dilakukan oleh tim penjinak bom atau Gegana, tim yang ahli. Kalau polisi umum kan nggak ada keahlian itu," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

2 dari 4 halaman

Granat Meledak di Bogor, 2 Bocah Tewas

Dream - Muhammad Ibnu Mubarok, 11 tahun; Khoirul Islami, 11 tahun; dan Muhammad Doni, 10 tahun, mengalami peristiwa nahas. Tiga bocah asal Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu terkena ledakan granat aktif.

Peristiwa itu bermula ketika Siti Nurhasanah, ibunda Mubarok, membuang kaleng susu berisi granat di kebun dekat rumah korban, pada Selasa, 12 Februari 2019.

" Kaleng susu berisi granat itu dapat nemu pada hari Minggu tanggal 10 kemarin, kemudian oleh Mubarok dibawa pulang ke rumah," kata Kapolsek Cobungbulang, Kompol Agus Syuadi, kepada Liputan6.com, Jumat, 15 Februari 2019.

Setelah dibuang, kata Agus, kaleng berisi granat itu kembali diambil Mubarok pada Kamis, 14 Februari 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. " Korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu. Kemudian oleh ketiganya dipukul-pukul pakai batu lalu meledak," ujar dia.

Akibat ledakan itu, dua bocah meninggal dunia. Mubarok meninggal di lokasi karena luka parah di kepala, tangan, dan kaki. Sementara itu, Doni, yang mengalami luka di kaki, tangan, dan dada meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang.

Sedangkan satu anak lain, atas nama Khoirul masih menjalani perawatan di rumah sakit. Khoirul mengalami luka-luka di kedua kakinya.

" Korban ada tiga orang, jadi yang meninggal dua orang, satu lainnya menjalani perawatan," ujar Agus.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)

3 dari 4 halaman

Digosok Dikira Batu Mulia, Si Sekuriti Kaget Pegang Granat

Dream - Petugas sekuriti sebuah perusahaan tambang di Riau ini ini masih dilindungi Sang Pencipta. Petugas itu tak sadar jika benda yang dikirany batu mulia ternyata sebuah granat.

Makin mengejutkan karena granat yang dipegangnya itu ternyata masih aktif.

Dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa, 24 April 2018, petugas sekuriti itu sebelumnya tengah menggosok-gosok sebuah benda yang baru ditemukannya di areal tambang.

Beruntung si sekuriti itu langsung sadar jika barang yang dipegangnya itu merupakan granat nanas. Tak mau ambil risiko, sekuriti itu langsung melaporkan temuannya ke TNI yang akhirnya diteruskan ke Polsek Ujung Batu, Rokan Hulu, untuk ditangani Brimob Polda Riau.

" Sudah disterilkan setelah dimasukkan ke benda khusus oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob," kata Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Hasyim Risahondua SIK.

Dari hasil pensterilan, polisi menemukan dua buah granat nanas. Satu granat ditemukan di lokasi penambangan berbeda dengan waktu berbeda.

Penemuan terjadi ketika karyawan PT Batu Inti Perkasa (BIP) menyaring batu hasil penambangan di Desa Ujung Batu Timur. Petugas yang menemukan diketahui bernama Dedi. " Dia yang menemukan keduanya di lokasi berbeda," kata Hasyim.

Dedi awalnya hanya melihat temuan itu sebagai barang unik. Dia lalu menyerahkannya ke sekuriti. Dikira benda ini punya nilai jual, sekuriti bernama Hendri membersihkan dan menggosoknya memakai kain.

Hendri langsung kaget karena benda yang tadi dielusnya ternyata menyerupai bentuk nanas. Seketika dia langsung menduga barang itu adalah granat lempar dan melaporkannya ke Babinsa Kopda Musriadi.

Mendapat laporan tersebut polisi datang ke lokasi dan mengambil dua buah granat tadi. Setelah dimasukkan ke ember berisi air, granat tadi dibawa ke Polsek Ujung Batu.

Setelah dipastikan itu granat dan membahayakan jika meledak, tim Jibom memasukkan ke alat khusus untuk disterilkan. Benda itu lalu dibawa memakai mobil untuk dibawa ke Pekanbaru.

(Sah,Sumber: Liputan6.com/M Syukur)

4 dari 4 halaman

Gugup Diminta Hakim, Polisi Apes Malah Tarik Pengunci Granat

Dream - Lima orang mengalami luka akibat ledakan granat di ruang pengadilan di Karachi, Pakistan. Ledakan terjadi akibat ulah seorang polisi kikuk.

Awalnya, Hakim Pengadilan Anti-Terorisme Karachi meminta seorang polisi menunjukkan cara meledakkan granat. Sang polisi menuruti permintaan sang hakim, namun dalam keadaan gugup.

Polisi tersebut berniat menjelaskan cara kerja granat. Alih berbicara, polisi gugup tersebut tanpa sadar malah membuka pin pengaman granat.

Alhasil, granat itu meledak di dalam ruang sidang. Kelima korban itu yaitu polisi penarik pin granat, hakim, dua polisi, dan seorang panitera pengadilan. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Akibatnya, proses persidangan terpaksa harus dihentikan untuk sementara waktu. Granat tersebut diketahui telah mengalami modifikasi dan digunakan sebagai barang bukti di pengadilan.

Rupanya, granat tersebut tidak dijinakkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bukti.

Polisi segera merangsek masuk ke ruang sidang begitu mendengar ledakan. Mereka khawatir ledakan itu merupakan serangan dari teroris.

Polisi yang bertanggung jawab atas ledakan ini akan mendapat hukuman setelah dia dinyatakan sembuh.

Sumber: mirror.co.uk

Terkait
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id