Cerita Dokter Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

News | Senin, 27 Januari 2020 19:01
Cerita Dokter Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar

Kisah ini terjadi pada 2013.

Dream - Sekitar tujuh atau delapan tahun lalu, pertengahan Juni 2012, Ali Mohamed Zaki, virologis di Dr Soliman Fakeeh Hospital di Jeddah, Arab Saudi, menerima panggilan dari seorang dokter yang khawatir mengenai kondisi pasiennya.

Sang pasien berumur 60 tahun itu mengalami pneumonia dan dokter meminta Zaki mengidentifikasi virus itu.

Zaki kemudian mengirimkan contoh hasil laboratorium pasien itu ke Erasmus Medical Centre di Rotterdam, Belanda. Ketika dia menunggu hasil tes dari laboratorium itu, Zaki menguji coba sample virus dari si pasien.

Hasilnya begitu mengejutkan. Tes menunjukkan hasil positif. Dia menemukan infeksi virus patogen dari virus Corona.

Tapi, Zaki menemukan keanehan karena adanya infeksi yang lebih berbahaya dari SARS (severe acute respiratory syndrome). Zaki segera mengirim pesan ke laboratorium di Belanda untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tes dari laboratorium pun mengonfirmasi pesan, virus itu berbeda dari Corona yang sebelumnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan, Zaki mengunggah pesan ke proMED, sistem internet untuk melaporkan penyakit berinfeksi dan penyebarannya ke ilmuwan dan dokter.

 Ali Mohammed Zaki

Ali Mohammed Zaki

 

2 dari 7 halaman

Malah Dipecat

Sepekan kemudian, Zaki kembali ke Mesir, kampung halamannya. Dia mendapati kontraknya terhenti karena desakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

" Mereka tidak suka ini (virus) muncul di proMED. Mereka memaksa rumah sakit untuk mengakhiri kontrak saya," kata Zaki kepada The Guardian, pada 2013.

" Saya terpaksa meninggalkan pekerjaan saya karena ini, tetapi itu adalah tugas saya. Ini adalah virus yang serius," ujar dia.

Betapa seriusnya masalah itu saat itu. Sementara Zaki telah bekerja untuk mengidentifikasi virus, kesehatan pasien telah menurun.

Pneumonianya memburuk; napasnya semakin pendek. Ginjal dan organ lainnya mulai goyah dan gagal. Terlepas dari semua obat-obatan dan dialisis, dan ventilasi mekanis untuk membantunya bernafas, pria itu meninggal 11 hari setelah ia tiba di rumah sakit.

Sejak virus itu terungkap pada September tahun lalu, jumlah kasus telah meningkat menjadi 15. Lebih dari setengahnya telah meninggal. Kematian terakhir yaitu seorang pria berusia 39 tahun, yang dilaporkan oleh Arab Saudi pekan ini.

 

3 dari 7 halaman

Sempat Meneliti Ulang

Jumlahnya belum mengkhawatirkan, tetapi kemunculan kasus baru yang stabil, dan fakta bahwa infeksi kini telah menyebar dari orang ke orang, telah memicu upaya intensif untuk memahami virus, dan secara diam-diam bersiap untuk yang terburuk.

" Kami tidak tahu apakah virus ini memiliki kemampuan untuk memicu epidemi penuh. Kami benar-benar tak tahu tentang hal itu," kata Ron Fouchier, seorang ahli virologi molekuler di Erasmus Medical Center.

" Kami pikir apa yang kami lihat hanyalah puncak gunung es, tetapi kami tidak tahu seberapa besar gunung es itu, atau di mana letak gunung es itu," ucap dia.

Tidak ada yang tahu dari mana virus itu berasal, namun para ilmuwan punya ide. Ketika para peneliti menjalankan urutan genetik melalui perpustakaan virus Corona yang mirip jaringan yang berada di kelelawar pipistrelle.

Kecurigaan terhadap virus terbaru mendorong pemerintah Arab Saudi untuk memanggil tim Universitas Columbia untuk mensurvei kelelawar di sekitar kota Bisha, Arab Saudi, rumah pasien pertama yang diidentifikasi dengan virus Zaki.

Zaki sekarang bekerja di Universitas Ain Shams di Kairo. Selama bekerja, dia memeriksa sampel darah dari pasien di salah satu rumah sakit kota untuk melihat apakah ada infeksi yang tidak diketahui atau tidak dilaporkan.

4 dari 7 halaman

RSHS Tunggu Hasil Tes Sample 2 Pasien Terduga Terinfeksi Virus Corona

Dream - Pengelola Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menyebut dua pasien yang diisolasi belum bisa dipastikan terjangkit virus corona. Dokter spesialis infeksi khusus menunggu hasil sampel yang telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

" Masih kami observasi karena dicurigai gejalanya (virus corona). Kami juga akan mengirimkan sampel dahak (tenggorokan dan hidung) ke Litbangkes untuk mengetahui positif atau tidaknya," ujar Dirut RSHS Bandung Nina Susana Dewi, Senin, 27 Januari 2020.

Nina mengatakan, dua pasien itu berjenis kelamin laki-laki. Satu warga negara China berinisial HG, 35 tahun. Dia dirujuk dari RS Cahaya Kawaluyaan, Kabupaten Bandung Barat pada 26 Januari 2020.

Berdasarkan diagnosa, dia mengalami infeksi pernafasan atas akut dengan keluhan panas badan disertai nyeri tenggorokan.

Sedangkan satu WNI berinisial HA, 24 tahun, warga Kota Bandung yang dirujuk dari RS Boromeus Bandung pada 22 Januari 2020. Saat datang, kondisinya tak sadarkan diri setelah mengeluhkan gejala batuk pilek dan demam.

" Pasien (asal China) diisolasi. Kami sudah observasi, gejala inspeksi saluran pernafasan atas," kata dia.

" Pasien (asal Bandung) mengalami sesak nafas hebat dan kejang-kejang hingga tak sadarkan diri. Pasien didiagnosa mengalami inspeksi saluran pernafasan bawah, sudah diisolasi juga," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Aksara Bebey)

5 dari 7 halaman

Diduga Terjangkit Virus Corona, Penyanyi Ini Diisolasi di RS

Dream - Artis baru yang bersinar di belantika musik Malaysia, Ika Mustafa, saat ini sedang dikarantina di Rumah Sakit Sungai Buloh karena diduga terinfeksi virus Corona atau dikenal sebagai 2019-nCoV.

Kabar itu diketahui setelah Ika mengunggah video Instagram Story mengenai kondisinya di rumah sakit. Pelantun lagu Damaikanlah yang jadi soundtrack drama Setelah Ku Dimiliki itu meminta penggemarnya untuk mendoakan kondisi terbaik yang dialaminya.

Menurut laman Siakapkeli, Ika telah dikarantina sejak Minggu 26 Januari 2020. Dia mengaku terbang ke Haikou, China, pada Sabtu, 25 Januari 2020.

Menurut Ika, saat terbang ke Haikou dari Malaysia, seorang penumpang tua dalam kondisi sakit.

" Dua hari yang lalu, ketika saya meninggalkan Malaysia menuju Haikou dengan seorang penumpang pria berusia 60 tahun menderita batuk parah dan kedinginan," kata Ika.

 Ika MustafaIka Mustafa © Istimewa

6 dari 7 halaman

Kembali ke Malaysia

Setelah diperiksa oleh kru yang bertugas, menurut paspor, penumpangnya yaitu warga negara China dari Wuhan.

Setelah pendaratan, kru pesawat membuat pengumuman kepada semua penumpang bahwa ada penumpang dari Wuhan.

" Setibanya di Haikou, para dokter dan perawat menjemput penumpang (dari Wuhan) tersebut," kata dia.

Begitu urusannya di Haikou selesai, dia bergegas pulang dan tiba di Malaysia pada hari yang sama.

7 dari 7 halaman

Tes Baru Diketahui Malam Ini

Tetapi, dia mulai menunjukkan gejala tidak sehat pada hari berikutnya. " Ketika saya bangun pada hari Minggu pagi, saya kehilangan suara, batuk, sakit tenggorokan, demam dan muntah," kata dia.

Dia segera mencari perawatan ke klinik terdekat dan dirujuk ke rumah sakit. Dia kemudian dibawa ke bangsal isolasi Rumah Sakit Sungai Buloh dan dikarantina.

Ika mengatakan, hasil tes darah baru akan diketahui malam ini.

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id