Saudi Tetapkan Syarat Baru Umroh, Jemaah Harus Berusia 18-50 Tahun

News | Jumat, 30 Oktober 2020 18:01
Saudi Tetapkan Syarat Baru Umroh, Jemaah Harus Berusia 18-50 Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni

Kepastian berangkat masih menunggu izin dari Saudi.

Dream - Pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali penyelenggaraan umroh untuk jemaah luar negeri pada 1 November 2020. Sebelum pembukaan, Saudi menetapkan batas usia jemaah yang boleh berangkat umroh dalam rentang umur 18-50 tahun.

Direktur Bina Haji dan Umroh Kemenag, Arfi Hatim, mengatakan terdapat 59.757 calon jemaah yang terdampak penundaan umroh oleh Saudi akibat pandemi Covid-19. Para calon jemaah tersebut sudah terdaftar dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umroh dan Haji Khusus (Siskopatuh).

Dengan ketentuan baru tersebut, Kemenag mulai menyeleksi calon jemaah yang dianggap memenuhi syarat usia tersebut. Dari total calon jemaah umroh Indonesia yang terdaftar, sebanyak 2.601 atau 4 persen berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 atau 52 persen jemaah berusia di atas 50 tahun.

" Ada 26.328 jemaah atau 44 persen dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umroh di masa pandemi ini," ujar Arfi, melalui keterangan tertulis.

2 dari 5 halaman

21.418 Jemaah Sudah Dapat Porsi dan Visa

Dari jemaah yang sudah memenuhi kriteria, kata Arfi, sebanyak 21.418 orang sudah mendapatkan nomor porsi. Para jemaah tersebut juga sudah melakukan pembayaran.

" Dari 21.418 jemaah, sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, sudah mendapat visa dan tiket keberangkatan saat terbitnya kebijakan penutupan oleh Saudi pada 27 Februari 2020," kata Arfi.

Selanjutnya, Kemenag akan memprioritaskan keberangkatan jemaah umroh yang sudah memenuhi persyaratan tersebut. Tetapi, kepastian keberangkatan masih menunggu izin dari Saudi.

 

3 dari 5 halaman

Syarat Lain

Selain usia, ada syarat lain yang juga ditetapkan Saudi. Salah satunya penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Arfi melanjutkan saat ini pihaknya tengah memfinalkan rancangan Keputusan Menteri Agama Penyelenggaraan Umroh di Masa Pandemi. KMA tersebut mengatur persyaratan jemaah umroh.

" Tentu kami memperhatikan ketentuan Arab Saudi, termasuk juga ketentuan yang ditetapkan Kemenkes, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan Satgas Covid-19," kata dia.

4 dari 5 halaman

Saudi Keluarkan Aturan Karantina Untuk Jemaah Umroh dari Luar Negeri

Dream - Arab Saudi akan membuka Masjidil Haram untuk jemaah umroh dari dalam dan luar negeri pada 1 November. Jelang pembukaan, Saudi mengumumkan aturan karantina yang perlu diperhatikan para jemaah umroh dari luar negeri.

Kepala Departemen Perencanaan dan Strategi Kementerian Haji dan Umroh Saudi, Amr Al Maddah, mengatakan calon jemaah tidak disarankan mengenakan kain ihram ketika tiba di Saudi. Mereka diharuskan menjalani karantina lebih dulu selama tiga hari di hotel.

" Di hari terakhir mereka tinggal di hotel, perusahaan umroh yang bertanggung jawab atas mereka akan mengantarkan ke miqat terdekat untuk berihram dan melanjutkan ritual umroh," ujar Al Maddah.

Saat pembukaan umroh tahap ketiga pada 1 November, jemaah dari seluruh dunia diizinkan masuk ke kawasan Kerajaan. Ada sekitar 20 ribu jemaah, baik penduduk maupun pendatang, dapat melaksanakan ritual umroh dengan menerapkan aturan jaga jarak secara ketat.

5 dari 5 halaman

Weqaya

Al Maddah menjelaskan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) selalu memonitor situasi pandemi Covid-19 di setiap negara. Ini untuk membantu memberikan informasi kepada otoritas yang relevan sebelum jemaah umroh tiba.

Selanjutnya, Al Maddah mengatakan saat ini aplikasi Eatmarna sudah diunduh sekitar 3 juta kali dan lebih dari 1,4 juta orang telah mengajukan permohonan izin. Sedangkan sekitar 1 juta izin umroh dan sholat di Masjidil Haram telah diterbitkan.

Dia juga mengatakan jika terjadi angka kasus menanjak, otoritas bisa membatasi jumlah jemaah di berbagai titik. Sedangkan jaminan kesehatan penuh telah ditetapkan untuk memastikan kesehatan jemaah terjamin, khususnya dari potensi penularan Covid-19.

Lebih lanjut, Al Maddah mengatakan Weqaya akan mengumumkan negara mana saja yang dapat mengirimkan jemaah, bergantung pada jumlah infeksi. Dia memastikan perusahaan jasa umroh akan mendapat perkembangan informasi secara rutin.

Sumber: Arab News

Join Dream.co.id